14 December 2011

Shooting Film Hari Ke-1

crew PRANESTRA PRODUCTION

Maaf mbro, sudah beberapa minggu ini gak pernah posting. Ada hal-hal tertentu yang menyita seluruh perhatian saya, tidak terkecuali pacar saya yang harus saya diamkan ketika saya tidur *yaiyalah*.

Oke, beberapa minggu ini saya khususnya kami (PRANESTRA PRODUCTION) sibuk mempersiapkan shooting film (gak layar lebar) dan juga drama. Shooting (selanjutnya akan ditulis syuting biar gak ribet) dan drama ini adalah bagian dari tugas akhir untuk matakuliah Dramaturgi. Asik!

Ternyata, bikin film itu gak segampang yang saya pikirkan. Mulai sekarang saya tidak akan mencaci film, atau sinetron sekalipun *meskipun terkadang masih suka bawel ketika liat artis sinetron yang kaget bisa di shoot sampe 5 menit*.

Pranestra Production terdiri dari saya sebagai Sutradara (hahaha....sutradarah macam saya bakal bikin film parno) dan tokoh Ibu, Liu sebagai asisten sutradara dan tokoh Kakak, Ardi sebagai kameramen I dan pembuat naskah, Septi sebagai kameramen II, Nina sebagai manager produksi, Dilla sebagai unit manager dan Ibu penggosip 1, Ciprut sebagai penata artistik dan Ibu penggosip 2, Lilis sebagai klipper, Riski sebagai penata lampu dan pemeran utama (Adek autis).

01 December 2011

MADRE karya Dewi 'Dee' Lestari

hasil minjem

Akhirnya, saya sudah membaca buku ini ^^

Buku-buku Dee memang selalu membuat saya “terenyuh”. Entah bagaimana caranya, saya suka gaya bercerita Dee yang saya rasa begini: lhoh-tiba-tiba-sudah-ending?, masih-kurang, saya-ketagihan—walaupun ceritanya berlemba-lembar, saya ngerasa ceritanya itu hanya sedikit. Saya kerasan membaca cerita Dee, dan itu berakibat pada kehausan saya akan karya Dee. Kayak Perahu Kertas, saya menyelesaikannya dalam semalam. Karena gak rela ceritanya terputus *ini lebay.

Langsung saja!

29 November 2011

USAHA dan SABAR untuk "SESUATU"

Setiap manusia, tidak terkecuali saya, senantiasa berusaha untuk mendapatkan sesuatu. Sesuatu yang berujung dengan kebahagiaan, cita-cita, cinta, impian, dan sebagainya. Tidak ada kata menyerah untuk mendapatkan sesuatu itu. Meskipun, proses untuk mencapai sesuatu tersebut tidaklah mudah.

Adakalanya putus asa, merasa tidak percaya diri, minder, capek, tidak sabar, dan rasa yang lain itu adalah sesuatu yang harus disyukuri sebagai “bumbu” untuk meraih apa yang diinginkan.

27 November 2011

GERBONG

Tuuutt tttuuut tuuuut...
Siapa hendak turuuut...
Ke Bandung, Surabaya...
Bolehlah naik dengan percuma....

Ah, lagu itu terdengar bergema di sekujur tubuhku. Tapi, sejenak aku berpikir, kenapa harus Bandung dan Surabaya? Kenapa bukan Jakarta yang telah menjadi ibu kota negara? Atau Yogyakarta yang pernah menjadi ibu kota negara?

Dan satu hal yang membuatku galau selama ini. Kenapa harus naik dengan cuma-cuma?

***

“Cangcimen! Cangcimen rambute.... Kacang, kwaci, permen! Rambutan, jambu, mete!”

“Sesok barange kudu wis tekan Jakarta. Aku lagi otw Solo, rep njupuk barange! Aku ra percoyo nek lewat pos, mending jupuk dewe!" [1]

24 November 2011

Passion, Marketing, dan Tyas

Kemarin, saya habis berkunjung ke salah satu teman tapi bisa pula disebut sahabat. Saya salut dengan sahabat saya ini, sebut saja dia Tyas (dan ini adalah nama yang sebenarnya).

Dulu, awal ketemu Tyas. Dia selalu mengeluh tentang masalah finansial--masalah ini memang sangat sensitif. Dari sinilah, ia memutuskan untuk kerja paruh waktu. Segala kerja paruh waktu sudah dilakoninya. Dari mulai menjadi agen MLM, penjaga toko, dan pelayan cafe pernah dilakoninya.

Sekedar info, dia memang pintar memengaruhi orang lain. Dia pernah sukses menjadi agen MLM. Tapi karena suatu sebab, dia memutuskan berhenti dari situ.

Niat dan tekad yang bulat telah menjadikan seorang Tyas yang pantang menyerah. Hingga suatu hari, menjamurnya bisnis online FB membuatnya berpikir untuk melakukan hal yang sama pula.

Bisnis apa yang kiranya ia kerjakan?

18 November 2011

KESAN: Baik!

Semoga orang yang kemarin telepon, nggak baca posting saya ini :D

Saya gak tahu apakah saya pernah punya mantan (pacar) ataukah mungkin mantan teman? Itu gak penting. Yang penting dalam hal ini adalah kesan yang mereka terima ketika kita dulu ataupun sekarang bersama dengannya.

Setiap manusia pasti merasakan apa yang disebut dengan KESAN. Ketika kamu dekat atau baru pertama kenal atau bahkan baru ketemu pertama kali dengan seseorang, kamu pasti akan membuat kesan untuk mereka.

Misalnya, saya baru pertama kali ketemu sama cowok. Orangnya macho, punya tato, tindikan banyak, rambut gondrong. Ketika itu saya langsung membuat kesan: garang nih! Tapi itu tak bertahan lama ketika saya sudah mulai berbincang dengannya, terlebih lagi telah mengenalnya selama bertahun-tahun. Kesan itu berubah: Badan boleh tatoan, tapi hati perempuan. Ini misalnya lhoohh. Nanti saya dihadang diperempatannn...

17 November 2011

Pesan dari WISATA SASTRA SECOTENG di ISTANA RUMBIA

Banyak hal yang dapat saya pelajari dari kebersamaan SECOTENG di Istana Rumbia. Tentang bagaimana menyikapi hidup yang campur-aduk, sampai hal gak mutu seperti terheran-heran karena bisa melihat buah nanas yang masih menempel di pohonnya! *plis deh!

Menjadi terkenal karena tulisan fiksi bukanlah suatu “pencapaian” yang mudah. Butuh banyak tenaga dan mental yang kuat. Tidak sekedar kirim sekali dan tembus ke media cetak! Ya, tapi mungkin bagi orang yang beruntung bisa saja mengirimkan karya sekali, dan langsung naik cetak. Sebenarnya, keberuntungan sangat berpengaruh besar di sini.

15 November 2011

Ekspedisi: Istana Rumbia dan Dieng, Wonosobo (Wisata Sastra) -- part. 2

Hawa dingin menyerang seluruh tubuh yang hanya berbalut kaos tipis. Wonosobo memang terkenal dengan hawanya yang dingin. Dan, kami terbangun karena hasrat ingin ke belakang.

Pukul 08.00 (13/11). Persediaan makanan dan minuman sudah dipersiapkan--tempe kemul dan kopi menjadi andalan Wonosobo. Kami telah bersiap dengan dua mobil carry untuk meluncur ke Dieng. Butuh waktu sekitar dua jam untuk sampai di Dieng, dari Istana Rumbia.

jalan menuju Dieng
Perjalanan ke Dieng sangat asik sekali. Hamparan hijau sawah menghalau mata untuk menatap. Menikmati setiap inchi kabut tebal yang terpancar dari atas bukit. Menikmati panorama alam dengan carica-nya yang khas Wonosobo. Bau khas pupuk yang mirip bau terasi. Semuanya, INDAH.

Ekspedisi: Istana Rumbia dan Dieng, Wonosobo (Wisata Sastra) -- part. 1

Tanggal 12-13 November 2011 saya dan teman-teman melakukan ekspedisi ke Wonosobo. Kemanakah kami pergi? Silakan membaca posting ini sampai selesai hehe....


Sebenarnya kami menyebut ekspedisi ini sebagai WISATA SASTRA. Kami yang terdiri dari berbagai suku dan ras, telah tergabung dalam wadah grup facebook Diskusi Fiksi. Menulis Fiksi. Membaca Fiksi (CErita Nulis dan Diskusi OnLine)—yang biasa disebut CENDOL, di bawah naungan penerbit Universal Nikko. Dari grup besar tersebut, muncullah kami SECOTENG (SEdhuluran CendOl jawa TEngah-NGayogyakarta) yang merupakan grup (rahasia) daerah.


08 November 2011

Review Film Inkheart: Mulutmu, Harimaumu!

Film Inkheart. Mengapa saya langsung me-rivew film ini? Karena ceritanya sangat menarik tentunya. Hehe walaupun, film ini telah hadir dua tahun silam.

Oke! Film ini membuat saya berpikir ulang: bagaimana dengan ucapan manusia misalnya sumpah-serapah?

Ya, film ini berkisah tentang seorang yang memiliki kemampuan lidah perak *begitu di film disebutkan*. Jadi, buku cerita yang dibaca oleh si lidah perak ini, akan menjadi kenyataan. Karakter dalam tokoh buku cerita yang dibaca dengan suara, akan hadir di dunia nyata.

Lalu bagaimana ceritanya?

Reviem Film Freedom Writer

Entah ini hanya saya saja atau orang lain pun mengalami hal yang sama.

Sebagai seorang yang cinta buku, saya sangat mengapresiasi sekali film Fredom Writer dan Inkheart. Memang tidak ada kemiripan setting, karakter, tokoh, maupun plot dalam kedua film tersebut, tetapi ada satu hal yang menyamakannya yaitu (sedikit) berkisah mengenai buku.

Mungkin saya telat menonton kedua film ini. Tapi, tak apa-apa *membela diri sendiri*.

Film Fredom Writer diadaptasi dari buku The Freedom Writers Diary. Buku tersebut merupakan buku yang berisi kisah nyata dari kumpulan beberapa remaja yang hidup dalam suatu kota.

15 October 2011

Malam Minggu atau Sabtu Malam (?)

Hari ini adalah hari Sabtu, pukul 19.56 WIB. Yang lagi pacaran dan sudah punya pasangan menyebut malam ini sebagai malam Minggu. Tapi bagi yang jomblo ngenes, menganggap bahwa malam ini adalah Sabtu malam. Kenapa?

Gosip yang beredar di pasaran dan masyarakat sepertinya telah membuat para jomblo ngenes menjadi senewen. Malam Minggu yang identik dengan PACARAN, membuat para jomblo ngenes berduka *saya ikut berduka cita, semoga amal ibadah kalian diterima di sisi-Nya*.

Kebiasaan yang terjadi setiap malam Minggu ini telah menjadi budaya tersendiri di benak masyarakat. Mereka selalu mengaitkan antara malam Minggu dengan pacaran. Dan, hal ini rupanya telah mengakar. SEhingga, terjadilah apa yang disebut dengan pergeseran makna malam Minggu :D *iya nggak sih?*

11 October 2011

Gudeg: Makanan Khas Yogyakarta

sebungkus gudeg dengan lauk suwir ayam
Lapar.

Saya ingin memakan sesuatu. Yang manis, dan kuliner khas Jogja. Ialah TADAAAAA: GUDEG.

Yeah, pagi ini saya mau sarapan gudeg. Ada yang mau? Angkat tangan!

Sebungkus gudeg sudah saya telan. Rasanya: enak. Bagi pecinta makanan pedas-asin, mungkin tidak akan menyukai gudeg karena makanan gudeg ini adalah makanan yang manis.

Gudeg dari Jogja tidak sama dengan gudeg yang dijual di tempat (kota) lain. Pernah saya beli gudeg di tempat asal saya, rasanya tak seperti gudeg di Jogja. Beda taste-nya. Oleh karena itu, jika Anda berpergian ke Jogja, singgahlah sejenak ke warung makan yang menyediakan makanan Gudeg. Karena gudeg yang asli hanya ada di JOgja.

09 October 2011

Pakai Kaos Kaki Saja!

Waktu menunjukkan pukul 06.30 WIB, dan saya sudah siap untuk melakukan senam aerobic ^^ *sebenarnya ini saya juga ndak ngerti apa beda senam sama aerobic*

Sebenarnya enakan tidur dari pada aerobic (selanjutnya akan disebut erobik, biar ndak kesulitan ngetik). Tapi apa daya. Dari pada saya tidur dan semakin menimbun lemak yang semakin berlimpah, saya memilih erobik saja. SEtengah sadar, saya menaiki si BH dan segera ke tempat erobik.

Musik bergema. And one, and two, and three....susanti :D *bukan ding* hehe mentang-mentang namanya tri susanti....

07 October 2011

Selamat Tinggal, Sepatu!

HEADLINE berita personal hari ini: Hilangnya sepatu saya di depan kos!

Pagi tadi, pukul 05.30 saya telah bangun. Masih antara sadar dan tidak sadar, saya membuka pintu dan segera ke belakang. Antara ragu dan tidak percaya, saya menilik ke tempat saya biasa naruh sepatu di depan pintu. Tidak ada. Lalu saya berpikir, mungkin saya taruh di belakang. Tidak ada.

Langsung histeris!
Nyamperin mba kos yang lagi nyuci di belakang.

Saya: Mba, sepatuku ilang!!!!

Si Mba: wallohi??? *serius dengan nada yang benar-benar tinggi*

Saya: beneran, mba.

Si Mba: mungkin dipinjem temenmu terus belum sempet bilang....

Saya: .... *hening*

Dalam hati saya berteriak, "iya dipinjem dan tidak akan pernah dikembalikan!!!" *nangis di pojokan kamar mandi*

06 October 2011

Cantik Itu Luka

Adakah yang pernah mendengar atau membaca judul posting di atas?

Yap, itu adalah judul sebuah novel karya Eka Kurniawan. Saya pinjem ya mas, buat judul posting. Tapi maaf, saya tidak akan membahasa tentang novel tersebut. Baca aja belum :D

Setiap perempuan menginginkan dirinya selalu tampil cantik, tak terkecuali saya pribadi. Tapi bahwasanya semua perempuan itu pada dasarnya cantik memang benar adanya. Tidak ada perempuan tak cantik di dunia ini. Yang ada hanya perempuan baik, dan tidak baik *pinjem kata-kata ibunya Khan, dalam film My Name is Khan*.

Lalu bagaimana dengan pandangan orang lain akan hal ini?

Itulah masalahnya. Manusia telah dicekoki kebudayaan tentang perempuan yang cantik sewajarnya. Sewajarnya dalam tanda kutip. Artinya, kata wajar di sini adalah wajar menurut pandangan dan trend kecantikan pada waktu tersebut.

Ini ketika saya ultah dan dikerjai untuk dandan
Misalnya, pada tahun 50-an, perempuan yang dianggap cantik pada waktu itu adalah perempuan yang bersanggul, yang bahenol (gemuk), berkebaya. Bayangan saya yang terlihat untuk mendeskripsikan cantik ini adalah Mrs. Waljinah. Yak! Beliau adalah penyanyi keroncong yang sangat disukai oleh alm. Simbah saya.

Lalu, ketika masuk di tahun 2000-an, banyak model bermunculan dan terkenal di Indonesia. Representasi cantik berubah lagi. Cantik itu adalah kurus-tinggi, kaki jenjang, tidak semok, rambut kecokelatan, dan (maaf) dada yang pas-pasan dan atau rata. Deskripsi ini dapat dilihat pada sosok model cantik Chaterin Wilson, atau Davina.

Jika ditilik dari mode di atas, maka saya dikatakan cantik pada tahun 50-an :D

05 October 2011

FILM terbaru 2011

Hmm.. yeah, akhirnya domain saya aktif :) *loncat girang nyebur selokan mataram*

Dunia perfilman Indonesia sepertinya masih menggeliat, merangkak, dan semoga saja segera berlari. Segera cek di sini untuk melihat bagaimana perjalanan film Indonesia --> di sini

02 October 2011

#1

Aku merindukamu tanpa syarat.
Tanpa kata terucap.
Hanya tatap mata nanar yang bisa aku ungkap sebagai tanda betapa rasa itu membuncah mememuhi jiwa.
Mata sendumu yang selalu membuatku nyaman untuk menatapnya selalu membuat ragaku tak terkendali untuk menemuimu.
Hanya untuk sekedar pelepas dahaga rindu yang tak bisa terelakkan.
Jika kamu menginginkan aku mengucapkan kata rindu, kamu takkan pernah mendengarnya.
Berjuta kata yang terucap takkan mampu mewakili buncahan rasa rindu yang aku rasakan.
Yang rasanya membuatku limbung ingin pingsan karena jiwaku tak lengkap tanpa adanya dirimu di sisiku.
Penglihatanku seakan buram karena tak ada cahaya darimu yang menyinari segala penghidupanku.
Gerak langkahku seakan tak dapat lurus karena tak ada kamu yang memapahku untuk menunjukkan jalanku.
Semuanya tentangmu.
Aku membutuhkanmu.
Salahkah aku?

01 October 2011

Rahmawati Fitri (Tropica) - KENING

Hmmm, Rahmawati Fitri atau lebih dikenal dengan sebutan Fitri Tropica atau Fitrop ini telah menerbitkan bukunya yang berjudul KENING. Yap! Mulanya saya juga heran, kenapa tuh buku dikasih nama kening, dengan sampulnya: berisi tulisan kening yang memang berada di jidat alias kening.

Kenapa KENING?

Begini penjelasan di buku itu:

"Setiap kali ngerasa buntu mau nulis apa, tinggal tepok atau remas perlahan keningnya dan voila! Energi ajaib pun lantas meluncur ke kedua jempol tangan yang refleks merangkai susunan kata dan cerita di buku yang 80%-nya gue ketik di notes BB ini.

Kening pun menjadi gerbang memori yang mengemas banyak kisah, kenangan dan imajinasi yang jika tepat dirangkaikan akan bermetamorfosa jadi cerita. Seperti cerita-cerita di balik kening gue ini." (Fitri, 2011:6)

Nah, jelas sudah sekarang kenapa buku tersebut dikasih nama KENING, karena yang terdapat dalam buku itu adalah hasil dari buah karya di balik kening Fitrop yang katanya LEBAR.

Mula saya membaca buku itu, saya tampak kebosanan karena jalan cerita yang banyak menggunakan bahasa campuran antara English and Indonesian. Tapi, setelah beberapa lembar saya membaca buku itu, saya menikmatinya. Saya menikmati tuturan-tuturan Fitrop yang menggunaka English diselipkan dalam tuturan Indonesian. Dan, disitulah letak keunikan buku itu. Memang ada beberapa kata, frasa, atau bahkan kalimat, yang dalam buku Fitrop tidak cocok apabila menggunakan Indonesian.

Buku dan Impian Saya

sebagian buku di kamar kos

Saya ndak bisa tidur siang! Terlalu banyak ide berloncatan dan ndak mau diam sehingga saya pun jadi ndak pengen diam untuk tidur sejenak. Akhirnya, saya memilih untuk membuat positng ini.

Well, saya telah menamatkan buku punya Rahmawati Fitri atau biasa disebut dan terkenal dengan nama Fitri Tropika. Tapi bukan tentang isi buku itu yang ingin saya beberkan di sini. Itu urusan nanti, setelah saya keluarkan uneg-uneg yang membuat saya tidak bisa tidur ini.

Sekarang saya kehabisan duit, dan saya ndak bisa memborong buku di pameran buku yang diadakan di gedung Wanitatama, Yogyakarta. Lumayan murah karena diskon hingga 50 %. Saya hanya ngiler mupeng dan hanya berhasil membawa buku milik FiTrop tersebut.

Karena buku ini, saya teringat buku-buku saya di kamar kos ini. Saya membeli buku-buku ini dengan menyisihkan duit bulanan saya yang saya terima dari “you know who?” Ibu dan bapak yang dengan-sepenuh-hati-mencintai-saya. Demi buku-buku ini terkadang saya harus rela untuk makan di angkringan.

Apakah semua buku yang saya beli sudah saya baca?

Belum. Ada beberapa buku yang belum sempat saya baca. Ini karena waktu dan banyak buku yang saya beli tidak sinkron. Jika ada rumusnya, maka bunyinya begini: waktu tidak berbanding lurus dengan banyak buku.

Lalu kenapa saya tetap membelinya?

30 September 2011

Tangis Kekalahan

"Mas, ini temen-temennya mas?" kataku dengan nada terputus-putus. Aku heran karena mas (begitu aku memanggil kakak laki-lakiku) bergabung dalam sebuah bengkel teater.

"Iya. Kenalkan, ini Agung, Reni, Wijaya, Ketut. Dan, nanti di dalam masih banyak lagi," katanya sambil menunjuk ke ruang latihan teater mereka.

Aku tak sempat menanyakan kepada mas, nama teater itu. Setahuku, aku kemudian bergabung dalam bengkel teater tersebut. Aku berusaha keras untuk mengakrabkan diri, karena aku orang baru.

Beberapa hari di sana aku mulai terbiasa dengan obrolan-obrolan mereka. Maklum, aku orang baru, dan kadang tidak mengerti perkataan yang mereka utarakan. Masih ada sekat di antara aku dan mereka. Masku sendiri terlalu sibuk dengan urusan teater yang lain. Aku dibiarkannya beradaptasi sendiri. Bersusah payah, aku juga mencoba untuk latihan reading naskah. Ahhh..., aku masih tertawa-tawa membawakan karakter tokoh. Aku belum bisa dengan sepenuh hati, menjiwai peran.

Hingga suatu hari....

29 September 2011

PELIT: Marmut Merah Jambu

Buku MMJ

Hmmm... Apakah ada bertanya, "kenapa judul postingnya PELIT?"

PELIT adalah singkatan dari PErsonal Literatur. Mungkin pelit ini bisa ditambahkan ke genre karya sastra baru, karena sifatnya yang unik, ialah NONFIKSI-KOMEDI.

OKe! Salah satu pelit yang akan saya postingkan di sini adalah buku MARMUT MERAH JAMBU karya RADITYA DIKA yang terkenal dengan buku KAMBINGJANTAN-nya, dan tentu saja KAMBINGJANTAN THE MOVIE. Serta buku-bukunya yang lain: Komik KambingJantan 1 dan 2 yang diilustrasikan oleh Dio Rudiman, Babi Ngesot, Cinta Brontosaurus, Radikus Makan Kakus, dan Tolong, Radith Membuat Saya Bego! yang ditulis Raditya Dika bersama dengan kiriman pembaca.

Dalam Marmut Merah Jambu (selanjutnya disebut MMJ saja) ini berisi 13 kisah. Berikut akan saya beberkan sedikit penggalan yang saya sukai :D

25 September 2011

Tata Cara Belajar


Belajar tidak hanya merupakan kewajiban, tetapi juga suatu kebutuhan yang harus senantiasa dikerjakan oleh mahasiswa. Belajar merupakan sarana untuk meraih nilai yang maksimal. Namun, hal itu tidak dipedulikan oleh kebanyakan mahasiswa. Hampir sebagian mahasiswa tersebut malas belajar dan memilih jalan-jalan atau bermain. Sebenarnya, jalan-jalan atau bermain boleh saja dilakukan atau mungkin wajib dilakukan untuk sekedar mengistirahatkan pikiran, tetapi dibutuhkan juga kepandaian untuk membagi waktu antara belajar dan main-main.

Kebiasaan mahasiswa mengesampingkan belajar membuat ruang gerak untuk belajar menjadi sempit sehingga terbentuklah ungkapan yang sering diucapkan oleh mahasiswa menjelang ujian akhir yaitu belajar SKS (Sistem Kebut Semalam). Sesuai dengan namanya, belajar SKS ini hanya dilakukan pada saat itu saja dengan jangka waktu yang panjang. Misalnya, dalam sekali tempo menghabiskan waktu empat sampai enam jam. Padahal, SKS ini tidak efisien untuk dipraktikan karena materi matakuliah yang dipelajari tidak terserap secara keseluruhan.

Putuslah dengan "Baik-Baik"

Posting ini adalah cerita dari berbagai teman, dan sedikit bumbu curhat =D

Teringat petuah dan perkataan Mr. Kobayashi, seorang tokoh kepala sekolah di Buku Totto-Chan karya Tetsuko Kuroyanagi. Beliau selalu mengatakan kepada Totto-Chan bahwa Totto-Chan adalah anak yang baik. Sebenarnya, Mr. Kobayashi mensugestikan tuturan "anak yang baik" supaya kelak Totto-Chan selalu menjadi anak yang baik. Ini adalah contoh yang sangat "cerdas"!


Lanjut!
Apa hubunganya dengan posting kali ini? Yak! Sebenarnya hampir sama dengan cerita Totto-Chan tersebut, hanya bedanya ini untuk pasangan yang akan putus. Hehe #geje

PAcaran adalah fase perkenalan dalam sebuah hubungan, sebelum fase pernikahan. Dan, layaknya sebuah tali, pacaran ini pun bisa putus. *bingung merangkai kalimatnyaaaaa*

Putus! merupakan kata sakral bagi pasangan yang mencintai. Sehingga, pasangan yang lain terkadang dengan seenakudelnya mengatakan putus! Hal ini dapat memicu yang namanya sakit hati, apabila salah satu pihak tidak bisa menerima keputusan tersebut. Dan, inilah masalahnya!!! #backsound: Cokelat - Karma

21 September 2011

Novel Hati Sinden: Perjuangan Perempuan Jawa

Alhamdulillah, akhirnya saya merampungkan novel Hati Sinden karya Dwi Rahyuningsih ini.... *jingkrak-jingkrak* #backsound:wearethechampion


Langsung saja, saya akan sedikit memberikan bocoran *ambil ember* mengenai isi novel ini.

CEKIDOT dibaca sambil ngeDOT!

Novel Hati Sinden (yang selanjutnya akan disebut HS saja) berkisah tentang tokoh utama yang bernama Sayem. Mulanya, Sayem tidak bercita-cita menjadi sinden. Sayem adalah sosok yang tak suka bersekolah namun memiliki tekad yang kuat untuk belajar sesuatu. Sayem berasal dari keluarga yang sederhana. Memiliki seorang kakak laki-laki, dan adik laki-laki. Mereka tinggal bersama dengan Ayah dan Ibu, serta Nenek (Ibu dari Ayah Sayem).

20 September 2011

(Mungkin) Saya Gila Hormat?

Di pagi yang indah ini saya tiba-tiba GALAU, karena dikejutkan oleh SMS dari teman saya. Ndak ada petir, ndak ada angin. Semua terjadi secara mengejutkann!!!! *lebay*

Teman saya: San, gudeg 1. Nanti tak ambil.

Entah saya yang bego, minta dihormati, apa karena saya dari jurusan bahasa atau gimana? Tapi saya memang aneh dengan SMS itu.

Saya balas *pura-pura bego*: SMS-mu maksudnya gimana? Nanya, nyuruh, atau minta tolong?

Kemudiah hening. Tak ada balasan apa-apa dari dia.

Kalau bicara soal sopan santun dalam berbahasa, SMS tersebut memang ndak sopan. Ini kalimat pernyataan atau kalimat perintah? Makanya saya bingung waktu mikir: ini nanya, nyuruh, atau minta tolong?--meskipun saya tahu, sebenarnya dia tengah meminta tolong.

Jika dibenahi, maka SMS tersebut akan berbunyi: San, minta tolong dong, beliin gudeg 1. Nanti tak ambil. Kalau ini, jelas saya akan memberikan pertolongan untuknya.

Maaf ya teman, saya bego ketika membaca SMS-mu.

14 September 2011

Harga Kejujuran

Yapppss.... Tumben ini saya tiap hari ngepost :D

Kejujuran di saat krisis percaya diri kepemimpinan seperti ini memang dipertaruhkan. Banyak koruptor di sana-sini merajalela tak tahu diri. Ibaratnya, koruptor itu seperti gedung pencakar langit yang dalamnya usang. Sudah tinggi besar, menjulang tinggi, angkuh, luarnya megah, tapi isinya bobrok.


Hari ini, saya belajar tentang harga sebuah kejujuran. Teman saya, sebut saja Bunga *ya, setiap orang saya samarkan di blog ini saya kasih nama Bunga* secara tidak sengaja membawa barang yang belum dibayar. Waktu itu kami (?) tengah berbelanja *saya cuman nemenin sihhh* di salah satu supermarket. Dan ketika membayar di kasir, salah satu barang ternyata terselip di dalam tas kresek.

Sesampainya di kos, setelah mengecek barang-barang yang dibeli, barang tersebut belum masuk ke dalam struk pembelian. Si Bunga gelisah karena belum membayar barang tersebut. Dan, hari ini, kami menebus pembayaran atas barang tersebut.

Di supermarket tersebut, kami langsung menuju ke bagian informasi dan pelayanan untuk segera membayar barang yang terselip tersebut. Apa yang terjadi kemudian? Setelah pembayaran terselesaikan, mereka memberi si Bunga tanda jasa, atas kesediaannya untuk kembali lagi ke supermarket tersebut dan membayar barang yang terselip itu. Walaupun, tanda jasa itu hanyalah sebungkus tisue kotak.

Hikmah apa yang dapat diambil dari kejadian ini???

Sebegitukah mahalnya kejujuran hingga harus memberikan tanda jasa kepada si Bunga?

Krisis kejujuran sudah melanda di negeri ini. Penghargaan bagi sebuah kejujuran (sekecil dan sepahit apapun kejujuran itu) sangatlah penting. Meskipun penghargaan tersebut hanyalah sebatas rasa terima kasih ^^

13 September 2011

Mari Berbagi

Semalam saya kecele. Demi informasi yang dapat dari TL twitter saya mengenai kurangnya pasokan darah untuk bayi, pukul 20.00 WIB saya ke RS. Sardjito untuk mendonorkan darah. Tapi sesampainya di sana, setelah dicek hb, ternyata hb saya rendah dan tidak bisa melakukan donor darah. Saya kecewa. Kecewa terhadap diri saya sendiri.

Niat saya memang sudah bulat untuk membantu. Dan memori ini, membuat saya harus kembali lagi ke beberapa tahun silam ketika alm. Kakek (tiri) saya tengah berada di rumah sakit.

Waktu itu, alm. Kakek usai operasi tulang belakang, dan kehilangan banyak darah. Sehingga, sesegera mungkin harus mendapatkan transfusi darah. Tragisnya, stok darah di PMI tersebut habis. Pontang-panting, kami (keluarga) kebingungan mencari pendonor. Kebetulan alm kakek memiliki golongan darah B. Dan, beliau tidak memiliki keturunan. Ibuku adalah anak yang diangkat oleh alm kakek n alm nenek. Tragisnya keluarga dari Ibu, dan juga Ayah tidak ada yang bergolongan darah B.

Alhasil, kami menghubungi keluarga dari alm kakek untuk melakukan cek darah. Alhamdulillah beberapa dari mereka ada yang cocok darahnya dengan golongan darah alm. kakek. Tapi masalah tidak berhenti di sini.

Stok darah masih tetap kurang, dan cara apapun akhirnya di tempuh. Kami meminta tolong (membayar) tukan ojek yang bersedia untuk cek darah, dan (yang cocok) mendonorkan darah. Dan, alhamdulillah, semua teratasi.

Kisah ini, membuat saya berpikir. Untungnya, waktu itu kami mampu untuk "membayar" darah tersebut. Bagaimana jika kami tidak mampu?

Hingga sekarang, saya (terlalu) khawatir terhadap stok darah. Saya (terlalu) khawatir jika ada beberapa orang yang kurang beruntung, dan butuh transfusi darah. Oleh karena itu, bantulah sesama. Saling berbagi.

Setetes darah Anda, mengembalikan senyum mereka!

11 September 2011

Kepribadian Ganda (?)

Tadi seharian, saya bersama dengan teman-teman KKN, Syawalan (silaturahmi) ke rumah teman-teman KKN yang asli Jogja. Hmmm, sebenarnya ini adalah perampokan (makanan) berkedok Syawalan. Dari kos, saya sudah mewanti-wanti diri saya sendiri, "sudah! Ndak usah makan. Nanti itu banyak makanan. Ngirit!". Akan tetapi, asumsi lain mulai muncul, "nanti kalau jajannya cuman sedikit gimana? Kamu kan makannya banyak? Kelaparan nanti kamu!" Akhirnya, saya pergi tanpa makan.

Beranjak dari asumsi-asumsi aneh tersebut, kebetulan sekali saya ingin menceritakan tentang teman saya yang bernama Yasser Tahura Putra *ini nama sebenarnya, mungkin yang tidak sebenarnya itu Bunga*.

Oia, jika postingan ini bertahan sampai saat Anda menemukan posting ini, berarti yang saya ceritakan, tidak berkeberatan untuk saya kupas *emangnya apel* dan olok-olokin di sini :D *sesuatu*

***

Tahura merupakan salah satu teman saya di KKN dan satu fakultas dengan saya. Saya suka menyebut dia, Tahu. Kenapa? Karena enak aja manggilnya, semacam makanan.

09 September 2011

Awal Mula Kisah "Skripsi"

T.T terharu sekaligus galau, semester ini saya akan mengambil skripsi.

Tahukah Anda, bahwa saya sekarang sedang streesssss.... Mungkin suatu saat saya akan menghapus posting ini jika saya sudah sadar, atau mungkin justru malu karena kuliah tak lulus-lulus :D

Hari ini saya menghadap Ketua Jurusan saya untuk meminta dan menyetujui surat pengajuan skripsi saya. Sejujurnya, sampai saat ini, belum jelas skripsi saya ini mau "dibawa kemana?"


Yang paling mengerikan adalah ketika menghadap dosen ketua jurusan, karena seperti yang sudah saya bilang, saya tidak tahu apa-apa.

Saya: Bapak, saya ingin meminta tanda tangan untuk surat pengajuan skripsi saya.


Dosen: O..iya, silakan duduk! Anda semester berapa?


Saya: (hening) ....

Dosen membaca NIM saya, dan manggut-manggut.

Dosen: Jadi, Anda ingin membahas tentang apa?


Saya: (hening) ....

Arghhh... begitulah kira-kira pertemuan singkat saya dengan dosen ketua jurusan saya. Akhirnya, Beliau menyarankan DPS untuk saya. Dan, diharapkan untuk segera menemuinya.

Berdoa: semoga, besok Senin, saya siap untuk bertemu DPS saya. Dan, dua hari ke depan saya akan menyepi dulu, mencari wangsit. Semoga mendapatkan pencerahan *otw minggat ke lereng gunung Merapi*

Salam....skripsweet!

06 September 2011

Prahara Identitas Seikat @poconggg

Oke, mari membicarakan yang masih hangat *mendekat ke perapian*

Dunia per-twitter-an Indonesia telah digegerkan oleh seikat @poconggg. Bagaimana bisa? Mari disimak posting ini :')

Semalam, saya mendapatkan berita dari Diskusi Fiksi.Menulis Fiksi.Membaca Fiksi (Universal Nikko+mayokO aikO) menuliskan bahwa identitas @poconggg telah terungkap. Saya sempat terkejut dan langsung kroscek ke twitter. Dan, ternyata benar. Di twitter sedang rame membicarakan @poconggg dan sebuah alamat web yang membuat pernyataan mengenai "siapa @poconggg sebenarnya.

Hmmm...sebentar, apakah Anda tidak mengenal @poconggg? Oke, saya ceritakan sedikit memori saya tentang @poconggg.

@poconggg adalah sebuah akun twitter *chek @poconggg*. Akun tersebut merupakan akun buatan. Jadi, ada seseorang dibalik akun tersebut. Akan tetapi, si seseorang tersebut menyembunyikan identitasnya. Sehingga, para manusia di per-twitter-an Indonesia tidak mengenalinya. Si @poconggg ini terkenal lewat kicauannya yang kreatif dan berunsur komedi. Jadi, banyak sekali followers yang kemudian mengikuti akun tersebut.

05 September 2011

Ekspedisi: Pantai Wediombo, Gunung Kidul, Yogyakarta

Penampakan Pantai Wediombo

Hmm... sudah beberapa minggu yang lalu, ketika saya masih ber-KKN-ria di Patuk, Gunung Kidul, saya dan teman-teman juga menyempatkan diri untuk sekedar survei tempat wisata di Pantai Wediombo, Wonosari, Gunung Kidul. *surveeeei??*

Yak, dari Patuk, kami berangkat pukul 13.30 WIB dan sampai sekitar pukul 15.30 WIB. Yak, kami menempuh perjalanan selama 2 jam. Lumayan bikin ekor saya tepos. *ini belum seberapa dari perjalanan saya mudik :D tunggu posting selanjutnya*

Dengan jalan yang naik-turun itu, saya boncengan bersama teman saya menaiki motor Honda Astrea. Ini penampakan motornya :D


Dan, motor tersebut pulalah yang telah membawa saya mudik dari Jogja--Juwana, Pati, Jateng.

Oke, lanjut.

Pantai Wediombo terletak di desa Jepitu, Kecamatan Giri Subo, sekitar 40 km arah tenggara kota Wonosari dan dapat ditempuh dalam waktu 1 jam perjalanan. Bagi yang ingin ke sana, sila cek dulu di sini Website Wediombo. Dengan begitu, saya tidak perlu berpanjang kali lebar, kali tinggi sama dengan volume untuk menjelaskan Pantai Wediombo :D

04 September 2011

Hikayat Abu Nawas

Hayoo hayoo...siapa yang tak kenal dengan Abu Nawas? Untuk yang belum kenal, sila cari sendiri tentangnya, di buyut google hehe :D

Oke, berikut akan saya paparkan esai mengenai Abu Nawas. Sebenarnya, esai ini saya kumpulkan untuk salah satu tugas matakuliah saya *ini bukan alibi untuk tidak kreatif ngepost*

Ceekkiiidooot!!!!

Hikayat Abu Nawas (AN) merupakan salah satu jenis kesusastraan rakyat yaitu cerita jenaka. Cerita jenaka adalah cerita tentang tokoh yang lucu, menggelikan, atau licik dan licin (Fang, 1991:14). Lahirnya cerita jenaka dilatarbelakangi oleh kecenderungan masyarakat terdahulu yang suka melebih-lebihkan sesuatu hal.

Hikayat AN merupakan satu kumpulan cerita jenaka yang berasal dari luar Parsi/Arab, tetapi populer sampai ke Madagaskar, Afrika, Turki, Arab, dan Indonesia. Tokoh Abu Nawas memang terkenal dalam peradaban Islam sebagai seseorang yang cerdik dan pintar dalam era kegemilangan dinasti Abbasiyah di Baghdad di bawah pemerintahan Sultan Harun Ar-Rasyid.

22 August 2011

Kamu dan Konspirasi Alam

alam seakan berkonspirasi dengan rasa yang sekarang membuncah dalam jiwaku
sepi, tak berpenghuni
(serasa apa hidup yang terbaring mati--Sudarto Toto Bachtiar)
aku tak sampai hati untuk menerka jiwa yang kehilangan arah untuk berlari
cahayaku pergi
tinggalkan rasa rindu tak terperi
bantu aku tuk mengerti
rasa ini tak bisa ditahan lagi
aku masih menanti
hadirmu di sini
di dada kiri
menjadi bagian hati

210811

20 August 2011

Ekspedisi: Gunung Merapi Purba Nglanggeran, Yogyakarta

di puncak tertinggi gunung purba


Apa kabar pembaca? Apakah kalian bosan dengan tulisan saya?
Sayangnya, meskipun kalian bosan, saya akan tetap menulis!! *rasakan!*
Karena apa? Karena saya ingin menulis tentunya hehe...

Oke, kali ini saya akan cerita tentang ekspedisi yang saya lakukan kemarin bersama teman-teman seperjuangan di pondokan KKN. Wuuuhh!!! Jangan salah! KKN tidak membuat kami kehabisan ide untuk bepergian piknik melakukan survei, maksudnya survei tempat buat jalan-jalan haha...

Peluang Bisnis Online BlakBlakan

Yak, kawan. Posting kali ini saya ingin membahas tentang peluang bisnis online. Bisnis online sekarang telah  merajalela di dunia. Apalagi di dunia maya (internet)? Banyak orang telah mengenal bisnis ini dengan baik. Hmmm, baiklah, mari dimulai saja posting ini :)

Peluang Bisnis Online BlakBlakanBisnis menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) merupakan usaha komersial dalam dunia perdagangan; bidang usaha; usaha dagang. Jadi, intinya adalah menghasilkan DUIT. Berdagang, dan atau berusaha agar menghasilkan DUIT. Setiap orang bertahan hidup dengan memenuhi harinya dengan bekerja (dan tentu saja dengan berdoa) untuk menghasilkan DUIT. Lalu apa hubungannya dengan ONLINE? Bagaimana bisnis online ini bekerja?

Online yang secara harfiah diartikan dengan pada-garis ini merupakan jaringan yang saling terhubung dalam sistem (internet). Atau jika masih bingung, sila mendengarkan lagu Saykoji yang berjudul online hehe.

Oke, Jadi, bisnis online merupakan usaha komersial dengan cara menghubungkannya lewat jaringan yang saling terhubung dalam sistem (internet). Bahasa gampangnya, menghasilkan duit lewat jejaring internet.

Bisnis online ini tengah merajalela di dunia internet atau maya. Banyak produk, iklan produk, pekerjaan, atau apapun yang berkenaan dengan duit, dipublikasikan lewat jejaring bisnis online ini. Toko buku pun banyak bertebaran menggunakan jasa online. Ahhh, senangnya hati hanya dengan menatap layar PC atau laptop bisa menge-klik pesan buku, pembayaran secara online, dan tinggal menunggu buku tersebut sampai di rumah.

Hmmm, bingung maksudnya?

Bisnis online bukan tipe bisnis yang dilakukan dengan otot. Yang lebih banyak digunakan dalam bisnis online ini adalah otak. Anda tak perlu bersusah payah mencari lowongan pekerjaan kesana-kemari untuk menghasilkan duit. Karena dengan bisnis online ini Anda hanya perlu duduk di rumah, berpikir, dan DUIT akan mengalir ke rekening tabungan Anda.

Peluang Bisnis Online Blakblakan ini sangat terbuka sekali untuk siapapun. Tidak memandang gender, maupun umur. Siapapun bisa menjadi seorang pembisnis online :)

Selamat berjuang, Kawan!


25 July 2011

Pedih

kulihat batu itu menghitam ditembus matahari
terbakar oleh sentuhan yang tak tertahan
mendambakan kehangatan yang menawan

sungguh rasa itu menyeruak
di antara rasa lain yang kupunya
seperti dulu, dulu sebelum aku mengenalnya

angin berbuih tak lekangkan rindu
antara cinta dan benci
antara damba dan ingin memiliki

kucari celah
kuhitung hari yang telah terlewati
rindu semakin menjadi
tak tertahan lagi
kusakiti hati

05 July 2011

KKN oh KKN

ini perjalanan ke rumah Pak Lurah

 Ya, sekarang saya sedang KKN di Ngandong, Patuk, Gunung Kidul, DIY. Saya tidak sendiri tentunya. Saya bersama 29 orang teman saya yang berasal dari bermacam-macam fakultas dan jurusan. Ada dari farmasi, teknologi pertanian, teknik nuklir, perikanan, pertanian, teknik elektro, sastra indonesia, arkeologi, dan lain-lain. Tapi, untuk setiap dukuhnya dihuni oleh enam anak.

ALhasil, saya ditempatkan di dukuh Ngandong. Dengan lima ekor manusia hahaha. Enam orang ini, termasuk saya terdiri dari 4 cewek, dan 2 cowok.

Di dukuh Ngandong kami bertempat di Bapak kepala dukuh Ngandong. Iya, mungkin selama beberapa minggu ke depan sampe tanggal 25 Agustus 2011 akan sibuk melakukan KKN. *alesan, bilang aja males update blog hihi.

Di tempat KKN ini kami bisa diibaratkan seperti reality show di sebuah stasiun televisi: Jika Aku menjadi (seorang Kapitan hehe).

Berikut penampakan-penampakan yang bisa kami abadikan:

semprong

ini sebelum makan

02 July 2011

Home Sweet Home (again)

Sabtu lalu (25/6) saya sampai di rumah dengan teman saya dari Jogja. Saya dan teman saya berangkat menaiki travel pukul 08.00--14.30 WIB. Kenapa saya pulang? tentu saja karena saya kangen :) tapi bukan itu saja ding. Banyak hal yang harus saya kerjakan sebelum saya KKN.

si memey tidur, dipangku si mbak dan yang pink itu adalah jaket saayyyaahh :(

Yang pertama, karena memang saya kangen. Yang kedua, karena harus perpanjangan KTP *karena saya takut kena razia preman*. Yang ketiga, karena harus perpanjangan ATM *kalo ATM saya mati, nanti siapa yang mau ngasih duit ke saya*. Yang kemudian, karena harus membawa memey(ong) *nama kucing saya*. Yak, saya membawa kucing dari Jogja ke Juwana, dengan naik travel. Mending kalo misalnya kucing anggora, persia, ato semacamnya, ini? kucing jawa alian kucing kampung berjenis kelamin betina, dan masih kecil.

24 June 2011

Salad dan Yogurt

Ini  bungkusan makan siangnya

Makan siang ini sebenarnya tidak terduga. Awalnya saya kepengen mie ayam, tapi setelah berkeliling-keliling, saya keingetan sama makanan yang sering saya lewati ini. Akhirnya, sekarang saya mencobanya. Ialah SALAD :D

Dan ini, enak!!!!! Haha *loncat-loncat kegirangan, nyemplung di sumur*

Jadi, salad yang saya beli ini berada di Jl. Cik Di Tiro No. 25, Yogyakarta. Atau orang biasanya nyebut: Terban. Letaknya di bahu jalan sebelah Barat.

Bagi yang ingin, dan sudah hidup sehat, sila untuk mampir ke ”JOGURT: yummy and healthy”. Di jamin suka, dan enak, serta kenyang. Hehe.

Berikut penampakan salad yang sedang saya makan hehe.

Ini enak (sekali) *keliatan banget kalo ndak pernah makan salad*

Isinya salad di atas: nanas, melon, blewah, semangka, pepaya, strowberry, pear, agar-agar, dengan taburan parutan keju di atasnya, dan yogurt. *meleleh...so yummy—ngences-ngences*

Harganya, *sebentar, saya ngecek kembalian dulu* Rp.8.000,00. Hmmm, ya, benar kata pepatah, sehat itu mahal.

Itu saya belinya dibungkus, jadi mungkin beda penampakan jika seandainya di makan di tempat.

Salam sehat itu indah!

17 June 2011

Liburan di Yogyakarta

Yak, post ini adalah posting kenarsisan kami (saya dan ade saya, Retno Wulan) ketika si Ade sedang berlibur ke Yogyakarta.

Berikut penampakan-penampakan yang bisa kami abadikan. Sebenarnya juga ada video tetapi unggahnya laammmaaa banget...jadinya ndak di posting juga di sini :)

ini si ade, waktu pulang dari sunday-morning di UGM
Penampakan di atas, diambil ketika kami baru pulang dari sunmor di UGM. Karena perginya pagi, jadi kami belum mandi.haha

Ini waktu di pantai Parangtritis: kaki-kaki kami :)


Ini foto kami yang paling lucuuuu *padahal belum mandi*

Ini adalah menara yang kami buat haha *geje*

Foto-foto yang di pantai ini adalah penampakan kami di pantai Parangtritis Yogyakarta. Kami waktu itu berangkat dari kos pukul 05.00, dan sampai di pantai kira-kira pukul 06.30 *soalnya kami juga mampir ngisi perut dulu*


Salam jaga kelestarian alam!

Kangen Blog

Sudah lama saya tidak ngepost. Garing rasanya kalo blog tidak update *serius*.

Kemarin-kemarin saya sibuk. Sibuk karena ngurusin pendatang yang singgah ke kos'an hehe. Secara beruntun, sahabat saya yang dari Semarang liburan ke Jogja, dan setelah itu Ade saya dari kampung halaman berlibur juga ke Jogja. Alhasil, saya jadi guide selama satu minggu. Untung cuma seminggu, badan saya rontok karena ngalor-ngidul-ngetan-ngulon *kalo dibahasaindonesiakan jadi: timur tenggara selatan ke utara--malah  nyanyi*

Tapi saya senang, karena Anda juga senang... *lhooh...*

Dan, setelah itu, sekarang saya sedang sibuk menghadapi UAS. Tapi, berhubung hari ini tidak ada UAS, maka saya sempatkan untuk menikmati hotspot gratis di UPT UGM *haha*

Hmm... lama ndak ngisi blog, kok jadi garing gini ya tulisannya??? *mikir*

Salam geje!

21 May 2011

Pro-Kontra "Perlukah Pelajar yang Hamil Dikeluarkan dari Sekolah?"

Beberapa minggu yang lalu *saya lupa tanggal berapa*, tepatnya ketika hari Selasa pukul 13.00 WIB *kalo harinya ingat karena saya izin tidak masuk kuliah, hehe*, saya dan teman-teman perkuliahan Keterampilan Wicara melakukan debat di TVRI Yogyakarta.

Beberapa hari sebelum hari tersebut, kami telah mendapatkan undangan tersebut, yaitu untuk mengisi debat tentang "perlukah pelajar yang hamil dikeluarkan dari sekolah?" di TVRI Yogya. Dan, kebetulan kami mendapat posisi kontra. Jadi, dalam debat tersebut kami menolak jika sekolah mengeluarkan pelajar yang hamil.

Acara debat yang kami ikuti tersebut berjudul: BERANI BICARA: KRITIS, SPORTIF, ARGUMENTATIF.

19 May 2011

Galau

Jiwaku liar tak tentu arah
Serasa buas tak berdesah

Kuingin dekapan eratmu
Bukan petuah yang buatku sendu

Bulan malam tertutup awan
Meretas dunia yang menawan

Kumau hadirnya cintamu
Bukan pahit yang buatku termangu

Gadis Penjual Bunga

Saya tak ketawa dulu.. Hahaha *edan*

Jadi, begini. Saya habis menjual bunga (mawar) di GSP (Grha Sabha Pramana) UGM, pas wisuda berlangsung *mikir: kapan ya wisuda?*. Kenapa saya menjual bunga? itu adalah hal yang rahasia. Pokoknya ada misi yang sedang saya jalankan bersama dengan teman-teman saya *jayus*.

Setelah ngetan-ngulon-ngalur-ngidul bunga yang tadinya ada 12 tangkai, tinggal 4 tangkai. Itupan salah satu tangkainya dibeli oleh teman saya sendiri. Dan, kenapa bisa menjadi tinggal 3 tangkai?

Awal mulai kisahnya, di bawah ini *ketok-ketok meja punya dalang*

17 May 2011

Selamat Hari Buku Nasional

YAp, mumpung hari buku *walaupun semua hari, seharusnya dinamakan hari buku* saya mau bertanya: buku apa yang Anda baca hari ini?

Buku tidak sekedar fiksi, tetapi juga nonfiksi. Intinya bukan pada buku, tapi pada MEMBACA *tepuk tangan*. Dan, bisa membaca apa saja. Memba koran, artikel, majalah, novel, cerpen, mading, atau membaca surat cinta dari pacar? *ngelantur*

Jadi, hari ini, berkat pengumuman di Grup Cendol, saya mengetahui akan diadakan launching dan bedah buku di Perpustakaan Kota Yogyakarta di Jln. Suroto No. 9, Kotabaru.

Saya datang.

Pukul 09.00 saya sudah nangkring di kursi pengunjung, dan acara akan segera dimulai.

Acara tersebut diberi judul:

16 May 2011

Toko Garis-Hidup

Dalam bahasa Indonesia, sepertinya hanya saya yg tahu, yang dimaksud dengan Toko Garis-Hidup. Hehehe.. Sebenarnya, itu adalah arti dari ONLINE SHOP  hahaha *jayus*.

Kemarin saya SMS ade saya yang ada di kampung. Mulanya, kurang lebih seperti ini:

Saya: Mana kado untukku?

Ade: uwis tak siapno.. (sudah tak siapkan)

Saya: opo? (apa?)

Ade: RHS (rahasia)

Saya sempet berpikir, biasanya ade saya ini ngibulin saya. Paling-paling cuma becandaan. Tapi ternyata itu tidak :D

13 May 2011

Hari Istimewa

Kado dari orang istimewa ^^

(*-*)> Selamat ulang tahun untuk diri saya sendiri hehe

Terima kasih, Tuhan
Masih memberi nafas
Masih mendegupkan jantung
Masih mengalirkan darah
Masih memberi peringatan-peringatan
Dan, yang lain-lainnya lagi

Untuk kehidupan yang telah Engkau hadirkan di hapadan
Untuk diri saya...
Semuanya, membuat saya bahagia :)

11 May 2011

Syarat untuk Mendapatkan "Hadiah Sastra Yogya" dari YASAYO

Pada posting-posting sebelumnya saya pernah memposting tentang YASAYO kepanjangan dari Yayasan Sastra Yogya. Yayasan tersebut diketui oleh Prof. Dr. Rachmat Djoko Pradopo.

Ini link postingnya Penganugerahan YASAYO

Nah, dalam posting yang dulu itu saya pernah mengatakan akan memberitahukan syarat-syarat untuk mendapatkan "hadiah sastra Yogya" tersebut. Berikut syarat-syaratnya:

Film "Letters To GOD"


Menangis tersedu-tersedu ketika menonton film ini. SUngGUH!

Sebenarnya saya tidak sengaja melihat judul film ini di tempat sewa film langganan saya.
Hal yang menarik:
Pertama, Gambarnya mengundang perhatian saya. Tergambar sebuah surat dengan tulisan To: GOD. Ini yang membuat saya tertarik.

KEdua, judulya: MENARIk sekali. Dan, membuat saya jadi penasaran. Akhirnya, setelah dua kali ke sana *karena yang pertama kali telah disewa orang lain*, saya mendapatkan film itu. SAya menontonnya bersama dengan teman saya.

Film yang diproduseri oleh David Nixon dan Patrick Doughtie ini berkisah tentang seorang anak yang menderita penyakit kanker otak, bernama Tyler. Anak tersebut mencurahkan perasaannya melalui surat, dan ditujukan kepada Tuhan. Dia percaya bahwa Tuhan selalu membaca surat-suratnya tersebut.

Ceritanya menyedihkan dan penuh motivasi. Recommended untuk ditonton!

Salam semangat!

01 May 2011

Ekspedisi: Latihan Penelitian di Cikalong, Tasikmalaya

Kumaha damang?

tiket pergi ke Tasikmalaya

Itulah berapa kata yang saya dapat ingat dengan jelas, selain naon, atos, aa’, mamang, eta teh…, nyak, nuhun, dan beberapa kata yang lain (yang terdapat dalam daftar kata swadesh, yang saya tanyakan kepada informan) dalam bahasa Sunda. Di antara kata tersebut, yang paling berkesan adalah atos (sudah) dan sampeyan (kaki). Karena dalam bahasa Jawa, atos berarti keras, dan sampeyan berarti kamu. Menurut saya itu lucu hehe.

Yak, saya mau pamer. Kemarin saya habis dari Tasikmalaya 2 hari lhoh. Dan, sangat berkesan sekali. Saya ucapkan terima kasih kepada rekan seperjalanan dan sekelompok saya, Vina Periency, dan M. Yasir Al Haris. Tanpa kalian, saya tidak ada apa-apanya *terharu*.

Kemudian, kelompoknya Yunus, Arifin, dan Yogi serta kelompoknya Arum, Dewi, dan Tyas yang menemani perjalanan pergi saja. Terima kasih atas pergi bareng-barengnya walaupun turunnya di stasiun yang berbeda.

Terima kasih juga untuk Dosen matakuliah Dialektologi, Ridha Mashudi Wibowo yang telah mengirim kami ke pelosok daerah kec. Cikalong, kab. Tasikmalaya. Pengalaman kami sangat berkesan, Bapak. Dan, berkat Bapak, kami jadi tahu Tasik itu di mana *lebay*.

23 April 2011

Home Sweet Home

Hmmm... Kamis malam Jum'at Kliwon, 21 April 2011, pukul 22.30 WIB akhirnya saya mencapai kediaman rumah orangtua saya di Juwana dengan selamat. Alhamdulillah...

Tahukah Anda, apa yang saya bawa untuk oleh-oleh orang rumah? *pasti tidak tahu bukan? saya sudah menduga*. Hmm..teman-teman bilang saya aneh, karena membawa burger dari Jogja sampe Juwana. Mereka bingung ketika saya membeli banyak burger dan saya membawanya pulang ke rumah. YA, jujur. Di Juwana, yang jualan burger hanya satu. ITupun rasanya tidak karuan. Jauhlah rasanya. JAdi, ya begitulah. Orang rumah rela memakan burger yang sayurnya aja uda layu dan tidak berbentuk. Ckckckc...

Di rumah, saya disambut dengan hangat *tapi ndak sampe disiram air mendidih. tenang aja. hanya suam-suam kuku*. Dan ekspresi pertama ketika melihat saya, "tambah gendut". Iya, Ibu. Saya memang gendut! *lari menangis menerjang hujan*.

20 April 2011

Penganugerahan Hadiah Sastra oleh Yayasan Sastra Yogyakarta

20 April 2011, pukul 09.30—11.30 WIB
Telah terselenggara acara
PENGANUGERAHAN HADIAH SASTRA
untuk PENELITI SASTRA dan SASTRAWAN YOGYA
oleh YAYASAN SASTRA YOGYA (YASAYO)

bertempat di Auditorium, FIB, UGM.

Mengutip dari artikel Prof. Dr. Rachmat Djoko Pradopo yang diberikan ketika mengikuti acara tersebut dengan judul artikelnya "Berita Kesusastraan Hadiah Sastra 'Yayasan Sastra Yogya'", YASAYO ini didirikan pada tanggal 1 Maret 2011 *ya, baru berumur 1 bulan 20 hari*, dengan ketuanya Prof. Dr. Rachmat Djoko Pradopo.

Tujuan pendirian YASAYO: untuk mengembangkan kesusastraan di Yogyakarta, baik sastra Indonesia maupun sastra Jawa.

Agar pengembangan sastra di Yogyakarta semakin meningkat, maka diadakanlah penganugerahan hadiah sastra agar senantiasa terdorong untuk selalu berkarya. Hadiah sastra tersebut akan diberikan secara bergilir kepada setiap SASTRAWAN, PAKAR, PENELITI, dan ESAIS sastra Indonesia dan Jawa yang memenuhi syarat dan berdomisili di D.I.Y. Pemberian hadiah sastra YASAYO tersebut akan diberikan dua kali setiap tahun, yaitu pada bulan APRIL dan NOVEMBER. Hadiahnya berupa UANG dan PIAGAM PENGHARGAAN.

18 April 2011

Etika Operator



Saya mau curhat!!! *sungguh*

Ndak papa. Walaupun kalian bosen bacain curhat saya, saya tidak akan berhenti posting *sukurin*.

Jadi, begini.
Saya memang ada rencana untuk pulang ke tempat asal mula saya dilahirkan. Bukan. Insyaallah bukan akhirat. Di Juwana, maksudnya. Hari Kamis sore, 21 April 2011 pukul 16.00 *bertepatan dengan hari Kartini* dengan menggunakan jasa travel. JAsa travel tersebut menerima pemesanan kursi bisa dengan hanya lewat telepon. Saya pun menelepon, pun saya sudah berkali-kali menggunakan jasa travel tersebut.

SAya ke wartel terdekat *tentunya*, dan menelepon CP jasa travel tersebut. Tuuuuttttttttt... Tuuutttttt...

Tolong jangan disalahartikan dengan Anda menutup hidung Anda, atau mengira akan ada kereta yang lewat.

*lanjut* Di seberang sana, telah ada yang mengangkat telepon saya.

15 April 2011

Es Krim Buah

Es krim buah tampak atas
Makanan tidak pernah jauh dari kehidupan saya. Apakah Anda juga merasakannya? Kalau Anda tidak merasa, saya sarankan Anda untuk berhenti makan. Setelah itu, Anda pasti akan merasa tak bisa jauh dari makanan.

Saya suka makan. Apalagi yang murah dan enak. Oia, dan sangat suka sekali, apabila enak dan GRATISSS! *motto sebagai seorang mahasiswa perantau*.

Siang ini, setelah kuliah, saya pengen makan yang seger-seger. Bukan. Bukan om-om yang lagi olahraga terus kelihatan seger. Tapi, makanan yang dari buah. Berhubung dompet mepet *yaiyalah ditaruh saku*, saya beli makanan yang seger tapi juga mengenyangkan biar sekalian makan siang *bilang aja ngirit*. Hmmm… Kalo es jus, kayaknya tidak terlalu mengenyangkan.

Dari kios es jus Pak Lebah, saya lempeng aja. Lurus. Mentok pertigaan, di sebelah kiri jalan ada bapak-bapak jualan es krim buah. Haha ini yang saya cari. Pun sudah lama saya tidak membeli di sini.

14 April 2011

MAKAN, BUNUH DIRI, dan BAKSO

bakso seperempat
Sebelum menghabiskan potongan bakso yang cuma seperempat ini, saya ingin terlebih dahulu bercerita sebuah dan beberapa kisah sebelum saya memakan semangkok bakso menggairahkan ini. Tapi, bo’ong. Setelah saya nulis separagraf tulisan ini, saya memakan potongan bakso tersebut. Sayang, tinggal seperempat doang.
bakso satu mangkok

Jadi, sebahabis UTS terakhir hari Kamis, usai pukul 13.00 WIB, saya memutuskan untuk mengisi perut yang keroncongan. Kepala uda pusing-pusing, dan tangan saya dingin *yang terakhir mungkin karena AC-nya terlalu dingin*. Karena ndak da temen yang mau ke kantin, akhirnya saya melanglang buana ke suatu daerah, jauh dari kos. Di sini, saya mencari warung makan.

Akhirnya, dapat. Seorang Ibu, tersenyum kepada saya. Menawari saya makan dan minum *yaiyalah, kalau ndak beli mana ada diladenin seperti itu*. Saya makan dengan setiap kali suap, 32 kali kunyah *tapi selama ini belum pernah benar-benar menghitung*.

Ketika saya sedang asik meminum es teh, ibu tersebut dengan lantang berbicara.

10 April 2011

Ketika (hampir) Pingsan

Sudah dari kemarin-kemarin, saya berniat untuk “membuang” setetes darah *mumpung ada yang ngadain donor darah*. Bakti sosial tersebut diselenggarakan untuk memperingati hari ultah salah satu supermarket yang populer di kalangan mahasiswa UGM. Acara dan pendaftarannya dimulai dari pukul 08.00—13.00 WIB. Saya tadi datang pukul 09.30 dan mendapatkan nomor urut 144 dan baru sampai nomor urut 60-an *what the suwiiiii??*. Saya pun akhirnya jalan-jalan dulu ke dalam supermarket tersebut.

Sebelum saya ke acara itu, terlebih dulu saya mengantarkan mbak kos saya ke tempat temannya yang sedang lelayu. Dan sepulang “membuang” darah, saya akan menghampirinya lagi.

Abis jalan-jalan ndak jelas ke dalam supermarket, saya kembali lagi ke acara tersebut. Dan sudah mencapai nomor 100. Duduk-duduk sambil cuci mata, berharap ada yang cakep untuk ditonton. Tapi kebanyakan yang lewat om-om ndak jelas *salah tempat duduk*. Sambil menikmati, susu jahe yang ditawarkan oleh mba-mba SPG *lumayan, gratis*.

Akhirnya, panggilan untuk nomor 144 datang juga. Saya masuk, dan memulai ritual “buang” darah itu. Lumayan lama. Dan sambil menunggu proses selesai, sembari tiduran, saya melihat-lihat keadaan di sekitar saya. *Amazing* Ada entah itu ibu-ibu apa masih mba-mba, yang minta dipotoin waktu baringan seperti saya *what the narsiiiissss? Ngalah-ngalahin saya..wkwk*. Tidak. Saya tidak akan senarsis itu. Mana yang dimintain tolong untuk mempoto adalah salah satu petugas donor darah *mau-maunya dokter tersebut dibuayain*.

Hape sudah bordering-dering. Ternyata acara lelayu si Mba sudah selesai. Setelah “buang” darah, dapet bingkisan *lumayan*, sertifikat, doorprice hadiah hiburan *dan lumayan terhibur*, dapat susu coklat, dan makan mie sedap dengan telor kecap *biasanya ndak dapet segini banyak*, saya menghampiri si Mba.

08 April 2011

Ketika Brigadir Satu Mengekspresikan Diri

Briptu Norman Kamaru
SIapa yang tak mengenal dirinya?
Eksis di Youtube tauuu.... :p

Hmmm... saya sempat tidak mengatupkan bibir atas dan bibir bawah ketika melihat headline news di sebuah stasiun TV. Tulisannya seperti ini: KEtika Polisi Bernyanyi. Saya penasaran, dan penasaran sekali *yee..sama aja, ngapain diulang*

Untungnya, kemarin pas UTS tapi praktik, ada salah satu kelompok yang memutar video polisi bernyanyi tersebut. Ahhh...saya senang sekali. TEkanan batin karena penasaran saya akhirnya lenyap. Dengan khitmad, saya menonton video itu. Video berdurasi lebih kurang enam menit, lagu india, dan SERU sekaliii!!!

Nama adalah Doa: Sastra Indonesia, FIB, UGM, Yogyakarta

(Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta)

Aku bangga jadi anak SASTRA, walaupun hanya di UGM

Saya sempat tercengang mendengar berita dari dosen saya tentang jurusan Sastra Indonesia di Fakultas Ilmu Budaya atau yang sering disebut FIB, Universitas Gadjah Mada atau kebanyakan masyarakat menyebutnya UGM.

Tetapi penyingkatan UGM ini ternyata banyak mengalami interpretasi. Memang kreatif sekali masyarakat Indonesia ini. Ada yang menyebut universitas geneng mulyo *ini adalah tetangga desa saya*. Ada pula yang nyebut univ. golek morotuo (univ. mencari mertua), dan masih banyak lagi *saya lupa*.

*Ngelantur*

Kembali ke topik.
Jurusan Sastra Indonesia *kepanjangan nyebut begitu, selanjutnya akan disebut sasindo saja* yang berada dalam naungan FIB ini ternyata juga telah diinterpretasikan berbeda oleh masyarakat yang tidak tahu jurusan tersebut. Jadi begini *betulin kacamata*.

06 April 2011

Keluh Kesah Seorang Yang Tak Merasa

Hidup memang terkadang aneh. Aneh karena saya terkadang tidak bisa menerjemahkan hal-hal yang tengah berlangsung dalam kehidupan.

Singkatnya, beginilah ceritanya...

DI kampus, kemarin, saya sempat dicurhati sama seorang salah satu mahasiswa angkatan di bawah saya. Dia bercerita tentang keluh kesahnya ketika kuliah. Saya terharu. Namun, saya tidak bisa menjelaskan kenapa bisa terjadi demikian.

01 April 2011

Ada apa dengan tulisan-tulisan saya?

Ini dia pelakunya

Sedikit bocoran... *ambil ember*

Sebenarnya saya agak risau dan gelisah. Kalo bahasa kerennya sekarang ini, GALAU. YA, saya sedang agak sedikit galau dengan perubahan-perubahan di tulisan yang saya buat. Akhir-akhir ini saya merasa kesulitan merangkai kata yang agak serius dalam sebuah cerita. Setelah saya pikir, merenung, mengilhami segala bacaan-bacaan yang saya baca beberapa minggu ke belakang, sepertinya memang berpengaruh.

Hmmm... Demi menunjang tugas proposal seminar saya tentang buku Marmut Merah Jambu (MMJ) karya Raditya Dika (Radit), saya membacai semua buku-buku yang ditulis oleh si Radit ini. Alhasil, ya, beginilah jadinya tulisan saya, agak terpengaruh, dan mengikuti gaya kepenulisannya. Agak humor *kacau, ndak da yg ketawa baca tulisanmu, sun*.

Tidak, saya tidak merasa menjiplak/meniru/memplagiat tulisan di Radit ini, tapi saya memang merasa ada yang sama dalam penyampaian topik yang saya posting di sini. JAdi, kalau ada yang bertanya kenapa saya belum bisa menulis lagi seperti dulu *agak serius*, salahkan Raditya Dika!!!

Jujur, saya menulis ini karena tidak ada lagi bahan yang dapat saya sampaikan untuk posting. Sekian dan terima kasih.

Salam Nonplagiat!

30 March 2011

Dewasakah, saya?

Sebenarnya, posting ini adalah bukti kekesalan saya terhadap seseorang. Ya, seseorang. Saya ingin mencaci dia, memperolok dia. Biar dia tahu perasaan yang saya pendam. Tapi ini bo’ong. Haha. Tidak. Justru saya berterima kasih sama dia ini. Sungguh, berterima kasih. Karena saya telah dibukakan pintu hidayah. Hahh…dunia. Sungguh indah!

Meski sebenarnya saya masih memendam rasa sebal sama dia ini, tapi ya begitulah adanya. Karena pengalaman ini tidak hanya terjadi sekali. Tapi berkali-kali, walopun bukan hanya saya yang mengalami. Ini adalah sedikit curhat, sedikit pengalaman, dan sedikit introspeksi diri.

*menghela napas* Beginilah ceritanya.

Hmmm…

Ya, cukup! Saya sedikit malu. Jadi, begini *to the point*. Tadi saya dipanggil ibu oleh seseorang yang tidak saya kenal *lega* *nangis di bawah pohon pisang* *pengen gantung diri di pohon rumput*

28 March 2011

Tak Kenal, Bukan Berarti Tak Sayang

Seperti biasa, busung lapar yang melanda membuat saya harus mencari mangsa. Siang ini saya ke burjo untuk memuaskan hasrat terpendam ini.

Mak bedunduk, mak njegagik, ujug-ujug, tiba-tiba *ini alay*, saya disapa oleh tem…mmm…saya bingung menyebutnya apa. SAhabat, bukan! Teman, juga bukan! Musuh, apa lagi, bukan! Mending, saya ceritakan dulu siapa sosok yang menyapa tersebut.

Sosok itu, seorang perempuan, satu fakultas, beda jurusan, dan saya tidak pernah satu kelas dengan dia. Dia yang sampai saat ini pun saya belum pernah tahu namanya *dodol banget ini, SUMPAH*, sering menyapa saya, dan begitupun sebaliknya. Sebenarnya saya agak lupa pertemuan pertama kami *so sweet banget haha*, hingga akhirnya kami bisa kenal.

Jelasnya, kami punya satu kesamaan. Seorang pejalan kaki. Kami pun juga kos di daerah yang sama *tapi ndak satu kos*. JAdi, dulu kami lebih sering ketemu pas di jalan menuju ke kampus. Hingga akhirnya kami saling mengetahui kalau kami satu fakultas.

Soup Harga Mahasiswa "KIKEN SOUP"

Soup Krim JAgung
Begitu dapat jatah sokongan dari YANG MELAHIRKAN dan MERAWAT saya, akhirnya saya bisa nguli alias nguprek kuliner *istilah baru*. Seperti biasa, saya nguli bersama dengan mbak kos saya, yg tentu saja tidak perlu disebut nama karena alasan umum hehe.

Malam ini (27/03/11) tepatnya pukul…pukulan, nggak dink, saya lupa pukul berapa. Yang jelas waktu jam dinner *ceilahhh dinner men, bahasane?*, kami makan di KIKEN SOUP.

26 March 2011

Edisi Traktiran: Koreans Food, Tak Seindah yang Dibayangkan

24 Maret 2011
nah, ini saya yg pake kacamata, yg sebelah saya, teman saya yg ultah
Hari ini adalah ulang tahun teman saya, seorang penggila Korea *semoga orangnya ndak baca posting ini.. amin*, teman satu jurusan saya.

Kabar yang menggembirakan sekaligus na'as bagi saya. Menggembirakan karena saya lagi bokek dan saya dapat traktiran, na'as karena saya dikasih makan koreans food yg nama dan bentuknya aja, di otak saya sudah tersetting masakan mentahhhhh... *arrhhh tidak!* *tapi semua itu ternyata salah, yg mentah itu makanan susiiss. bukan dink, shusi*

24 March 2011

Teroriskah Saya?

Mungkin saya tidak percaya lagi dengan adanya agama. Ya, saya merasa tidak memiliki agama. Menurut saya agama hanyalah sebuah simbol dari kepercayaan. Apakah agama butuh simbol?

Saya percaya Tuhan itu ada. Saya pun ber-Tuhan. Tetapi saya tidak mengakui diri saya beragama. Saya hanya butuh beribadah dan bertakwa. Jangan salah. Setiap hari saya beribadah, dan setiap hari pula saya bertakwa kepada Tuhan. Kurang cukupkah saya untuk menjadi seorang yang taat kepada Tuhan?

Orang bilang saya beragam islam, seorang muslimah. Di KTP (Kartu Tanda Penduduk), mereka mencatat saya juga sebagai muslimah. Perilaku dan ibadah saya juga menunjukkan saya seorang muslimah. Tapi, apakah benar saya adalah orang islam?

17 March 2011

Gift: BOom Buku, Air, dan Jus ALpukat

Mungkin saya telat posting topik ini. Maklum saya adalah anak kos yang cupu abis. Ndak punya tipi men. Jadi, kalo misalnya Anda, pembaca, bertanya tentang sinetron terkini, kayak putri yang dijambret *masih ada ndak?*, islam KTSP *ini favorit emak saya*, dsb lagi, saya tidak akan tahu menahu.

Kemarin, saya sempat tercengang mendengar menonton membaca surat kabar dinding di kampus. *daripada beli koran ngabisin duit. Lagian sudah punya kasur kok* Saya membaca berita tentang bom buku. Awalnya saya mengira itu adalah buku yg best seller, makanya saya tertarik untuk membaca. *maklum, cita-cita punya buku best seller sendiri hehe aminn gitu*

Setelah saya membaca berita itu, saya baru mengerti. Ternyata bomnya itu di selipin di buku buku. *nah lo? Bingung? Buku yg pertama artinya ruas-ruas. Itu artinya kata buku adalah homonimi (sama lafal, beda arti)* oke, kembali ke topik.