15 Desember 2012

Selembar Kertas: Infak

Pagi hari agak sedikit ribut karena mendapatkan selembar kertas dari sebuah desa. Sebut saja desa A. Ya, hanya selembar kertas dan bisa menggegerkan dua keluarga plus gosip gosip dari warga desa tersebut. Selembat kertas itu adalah ini:


Selembar kertas ini diberikan oleh seorang warga dari desa A tadi. Letak desa A memang tidak jauh dari desa saya. Jadi, ya (sedikit) wajar kalau info rehabilitasi renovasi masjid ini sampai juga di tangan keluarga saya.

Oke, mengenai selembar kertas ini.

Selesai baca selembar kertas tersebut saya langsung ngekek. Maaf, bukannya menghina atau bagaimana ya. Tapi saya memang agak curiga dengan orang-orang di belakang selembar kertas ini << jangan ditiru. Karena foto sudah saya edit, jadi bisa dilihat sendiri apa-apa saja yang membuat saya curiga. Hmm bukan curiga, lebih tepatnya ngekek :D

1. Rehabilitasi
Waktu baca rehabilitasi otak saya langsung mengarah ke orang kecanduan atau orang yang sedang dalam pemulihan keadaan, dan semacamnya. Kalau liat di KBBI online, rehabilitasi berarti
1 pemulihan kpd kedudukan (keadaan, nama baik) yg dahulu (semula); perbaikan anggota tubuh yg cacat dsb atas individu (msl pasien rumah sakit, korban bencana) supaya menjadi manusia yg berguna dan memiliki tempat dl masyarakat.
Lebih cocok jika rehabilitasi tersebut diganti renovasi. Iya kan? Biar tidak terjadi salah paham. Saya menduga kalau pembuat selembar kertas itu memang orang Jawa tulen. Biasanya orang Jawa sering menggunakan kata rehab untuk menunjukkan bahwa tengah berlangsung pemugaran/renovasi. Padahal kalau dalam bahasa Indonesia tidak seperti itu maknanya.

2. Infaq Rp. 2.000.000
Membaca infaq yang ada dibenak saya adalah sumbangan sesuai keikhlasan hati si pemberi. Saya bingung ketika membaca infaq sebesar 2 juta rupiah. Ini bentuknya sumbangan kan? Bukan kewajiban kan? Seikhlasnya kan? Karena saya pun awam mengenai hal ini, saya mencari arti kata infaq >> infak. Berikut artinya,
pemberian (sumbangan) harta dsb (selain zakat wajib) untuk kebaikan; sedekah; nafkah
Hmm, agak gimana gitu sama selembar kertas itu -.-

3. Seikhlasnya
Semakin lama, saya membaca selembar kertas itu saya semakin geram :D Gak konsisten. Dan kayaknya mengada-ada. Padahal, renovasi yang dilakukan memang benar adanya. Kalau di atas sudah disebutkan 2 juta rupiah, kenapa di situ ditulis lagi seikhlasnya? Aaaakkk, aneh! -.-

4. Ketua Hasil Musyawarah
Dan ini juga semakin membingungkan. Saya gak ngerti ini maunya gimana. Apakah yang dimaksud itu ketua tersebut dipilih berdasarkan hasil musyawarah, atau ketua tersebut dipilih berdasarkan hasil musyawarah dan tidak mengetahui bahwasanya dia telah terpilih menjadi ketua?

Yang namanya ketua, pastilah dirundingkan bersama-sama bukan? Atau setidaknya, apabila calon ketua mengajukan dirinya sendiri, ini tentu bukan hasil musyawarah. Melainkan pencalonan diri lalu disetujui oleh anggota.

5. Drs. H dan S. Pd
Dan yang terakhir ini membuat saya semakin galau dan WOW. Ketua dan sekretaris dijabat oleh seseorang yang memiliki pendidikan tinggi. Kalau di sana tertera tanda tangan sekretaris, otomatis sekretaris sudah membaca selembar kertas itu. Atau mungkin sekretaris tersebut tanda tangan sebelum tulisan tangan itu diisi?

Entahlah.

Sedikit menyarankan, untuk ketua yang namanya tertera dalam selembar kertas tersebut, yang menjadi penanggungjawab atas renovasi tersebut. Mohon diteliti ulang sebelum menyebarkan informasi pada selembar kertas itu. Kami bingung dan galau waktu membaca itu. Itu renovasi untuk tempat ibadah lhoh! Jangan sampai lah ada sesuatu yang tidak ikhlas di sana :)

Terima kasih.
Jika pembaca posting ini ada kritik, saran, dan sanggahan, SILAKAN ^^