29 November 2011

USAHA dan SABAR untuk "SESUATU"

Setiap manusia, tidak terkecuali saya, senantiasa berusaha untuk mendapatkan sesuatu. Sesuatu yang berujung dengan kebahagiaan, cita-cita, cinta, impian, dan sebagainya. Tidak ada kata menyerah untuk mendapatkan sesuatu itu. Meskipun, proses untuk mencapai sesuatu tersebut tidaklah mudah.

Adakalanya putus asa, merasa tidak percaya diri, minder, capek, tidak sabar, dan rasa yang lain itu adalah sesuatu yang harus disyukuri sebagai “bumbu” untuk meraih apa yang diinginkan.

27 November 2011

GERBONG

Tuuutt tttuuut tuuuut...
Siapa hendak turuuut...
Ke Bandung, Surabaya...
Bolehlah naik dengan percuma....

Ah, lagu itu terdengar bergema di sekujur tubuhku. Tapi, sejenak aku berpikir, kenapa harus Bandung dan Surabaya? Kenapa bukan Jakarta yang telah menjadi ibu kota negara? Atau Yogyakarta yang pernah menjadi ibu kota negara?

Dan satu hal yang membuatku galau selama ini. Kenapa harus naik dengan cuma-cuma?

***

“Cangcimen! Cangcimen rambute.... Kacang, kwaci, permen! Rambutan, jambu, mete!”

“Sesok barange kudu wis tekan Jakarta. Aku lagi otw Solo, rep njupuk barange! Aku ra percoyo nek lewat pos, mending jupuk dewe!" [1]

24 November 2011

Passion, Marketing, dan Tyas

Kemarin, saya habis berkunjung ke salah satu teman tapi bisa pula disebut sahabat. Saya salut dengan sahabat saya ini, sebut saja dia Tyas (dan ini adalah nama yang sebenarnya).

Dulu, awal ketemu Tyas. Dia selalu mengeluh tentang masalah finansial--masalah ini memang sangat sensitif. Dari sinilah, ia memutuskan untuk kerja paruh waktu. Segala kerja paruh waktu sudah dilakoninya. Dari mulai menjadi agen MLM, penjaga toko, dan pelayan cafe pernah dilakoninya.

Sekedar info, dia memang pintar memengaruhi orang lain. Dia pernah sukses menjadi agen MLM. Tapi karena suatu sebab, dia memutuskan berhenti dari situ.

Niat dan tekad yang bulat telah menjadikan seorang Tyas yang pantang menyerah. Hingga suatu hari, menjamurnya bisnis online FB membuatnya berpikir untuk melakukan hal yang sama pula.

Bisnis apa yang kiranya ia kerjakan?

18 November 2011

KESAN: Baik!

Semoga orang yang kemarin telepon, nggak baca posting saya ini :D

Saya gak tahu apakah saya pernah punya mantan (pacar) ataukah mungkin mantan teman? Itu gak penting. Yang penting dalam hal ini adalah kesan yang mereka terima ketika kita dulu ataupun sekarang bersama dengannya.

Setiap manusia pasti merasakan apa yang disebut dengan KESAN. Ketika kamu dekat atau baru pertama kenal atau bahkan baru ketemu pertama kali dengan seseorang, kamu pasti akan membuat kesan untuk mereka.

Misalnya, saya baru pertama kali ketemu sama cowok. Orangnya macho, punya tato, tindikan banyak, rambut gondrong. Ketika itu saya langsung membuat kesan: garang nih! Tapi itu tak bertahan lama ketika saya sudah mulai berbincang dengannya, terlebih lagi telah mengenalnya selama bertahun-tahun. Kesan itu berubah: Badan boleh tatoan, tapi hati perempuan. Ini misalnya lhoohh. Nanti saya dihadang diperempatannn...

17 November 2011

Pesan dari WISATA SASTRA SECOTENG di ISTANA RUMBIA

Banyak hal yang dapat saya pelajari dari kebersamaan SECOTENG di Istana Rumbia. Tentang bagaimana menyikapi hidup yang campur-aduk, sampai hal gak mutu seperti terheran-heran karena bisa melihat buah nanas yang masih menempel di pohonnya! *plis deh!

Menjadi terkenal karena tulisan fiksi bukanlah suatu “pencapaian” yang mudah. Butuh banyak tenaga dan mental yang kuat. Tidak sekedar kirim sekali dan tembus ke media cetak! Ya, tapi mungkin bagi orang yang beruntung bisa saja mengirimkan karya sekali, dan langsung naik cetak. Sebenarnya, keberuntungan sangat berpengaruh besar di sini.

15 November 2011

Ekspedisi: Istana Rumbia dan Dieng, Wonosobo (Wisata Sastra) -- part. 2

Hawa dingin menyerang seluruh tubuh yang hanya berbalut kaos tipis. Wonosobo memang terkenal dengan hawanya yang dingin. Dan, kami terbangun karena hasrat ingin ke belakang.

Pukul 08.00 (13/11). Persediaan makanan dan minuman sudah dipersiapkan--tempe kemul dan kopi menjadi andalan Wonosobo. Kami telah bersiap dengan dua mobil carry untuk meluncur ke Dieng. Butuh waktu sekitar dua jam untuk sampai di Dieng, dari Istana Rumbia.

jalan menuju Dieng
Perjalanan ke Dieng sangat asik sekali. Hamparan hijau sawah menghalau mata untuk menatap. Menikmati setiap inchi kabut tebal yang terpancar dari atas bukit. Menikmati panorama alam dengan carica-nya yang khas Wonosobo. Bau khas pupuk yang mirip bau terasi. Semuanya, INDAH.

Ekspedisi: Istana Rumbia dan Dieng, Wonosobo (Wisata Sastra) -- part. 1

Tanggal 12-13 November 2011 saya dan teman-teman melakukan ekspedisi ke Wonosobo. Kemanakah kami pergi? Silakan membaca posting ini sampai selesai hehe....


Sebenarnya kami menyebut ekspedisi ini sebagai WISATA SASTRA. Kami yang terdiri dari berbagai suku dan ras, telah tergabung dalam wadah grup facebook Diskusi Fiksi. Menulis Fiksi. Membaca Fiksi (CErita Nulis dan Diskusi OnLine)—yang biasa disebut CENDOL, di bawah naungan penerbit Universal Nikko. Dari grup besar tersebut, muncullah kami SECOTENG (SEdhuluran CendOl jawa TEngah-NGayogyakarta) yang merupakan grup (rahasia) daerah.


08 November 2011

Review Film Inkheart: Mulutmu, Harimaumu!

Film Inkheart. Mengapa saya langsung me-rivew film ini? Karena ceritanya sangat menarik tentunya. Hehe walaupun, film ini telah hadir dua tahun silam.

Oke! Film ini membuat saya berpikir ulang: bagaimana dengan ucapan manusia misalnya sumpah-serapah?

Ya, film ini berkisah tentang seorang yang memiliki kemampuan lidah perak *begitu di film disebutkan*. Jadi, buku cerita yang dibaca oleh si lidah perak ini, akan menjadi kenyataan. Karakter dalam tokoh buku cerita yang dibaca dengan suara, akan hadir di dunia nyata.

Lalu bagaimana ceritanya?

Reviem Film Freedom Writer

Entah ini hanya saya saja atau orang lain pun mengalami hal yang sama.

Sebagai seorang yang cinta buku, saya sangat mengapresiasi sekali film Fredom Writer dan Inkheart. Memang tidak ada kemiripan setting, karakter, tokoh, maupun plot dalam kedua film tersebut, tetapi ada satu hal yang menyamakannya yaitu (sedikit) berkisah mengenai buku.

Mungkin saya telat menonton kedua film ini. Tapi, tak apa-apa *membela diri sendiri*.

Film Fredom Writer diadaptasi dari buku The Freedom Writers Diary. Buku tersebut merupakan buku yang berisi kisah nyata dari kumpulan beberapa remaja yang hidup dalam suatu kota.