30 Maret 2011

Dewasakah, saya?

Sebenarnya, posting ini adalah bukti kekesalan saya terhadap seseorang. Ya, seseorang. Saya ingin mencaci dia, memperolok dia. Biar dia tahu perasaan yang saya pendam. Tapi ini bo’ong. Haha. Tidak. Justru saya berterima kasih sama dia ini. Sungguh, berterima kasih. Karena saya telah dibukakan pintu hidayah. Hahh…dunia. Sungguh indah!

Meski sebenarnya saya masih memendam rasa sebal sama dia ini, tapi ya begitulah adanya. Karena pengalaman ini tidak hanya terjadi sekali. Tapi berkali-kali, walopun bukan hanya saya yang mengalami. Ini adalah sedikit curhat, sedikit pengalaman, dan sedikit introspeksi diri.

*menghela napas* Beginilah ceritanya.

Hmmm…

Ya, cukup! Saya sedikit malu. Jadi, begini *to the point*. Tadi saya dipanggil ibu oleh seseorang yang tidak saya kenal *lega* *nangis di bawah pohon pisang* *pengen gantung diri di pohon rumput*

28 Maret 2011

Tak Kenal, Bukan Berarti Tak Sayang

Seperti biasa, busung lapar yang melanda membuat saya harus mencari mangsa. Siang ini saya ke burjo untuk memuaskan hasrat terpendam ini.

Mak bedunduk, mak njegagik, ujug-ujug, tiba-tiba *ini alay*, saya disapa oleh tem…mmm…saya bingung menyebutnya apa. SAhabat, bukan! Teman, juga bukan! Musuh, apa lagi, bukan! Mending, saya ceritakan dulu siapa sosok yang menyapa tersebut.

Sosok itu, seorang perempuan, satu fakultas, beda jurusan, dan saya tidak pernah satu kelas dengan dia. Dia yang sampai saat ini pun saya belum pernah tahu namanya *dodol banget ini, SUMPAH*, sering menyapa saya, dan begitupun sebaliknya. Sebenarnya saya agak lupa pertemuan pertama kami *so sweet banget haha*, hingga akhirnya kami bisa kenal.

Jelasnya, kami punya satu kesamaan. Seorang pejalan kaki. Kami pun juga kos di daerah yang sama *tapi ndak satu kos*. JAdi, dulu kami lebih sering ketemu pas di jalan menuju ke kampus. Hingga akhirnya kami saling mengetahui kalau kami satu fakultas.

Soup Harga Mahasiswa "KIKEN SOUP"

Soup Krim JAgung
Begitu dapat jatah sokongan dari YANG MELAHIRKAN dan MERAWAT saya, akhirnya saya bisa nguli alias nguprek kuliner *istilah baru*. Seperti biasa, saya nguli bersama dengan mbak kos saya, yg tentu saja tidak perlu disebut nama karena alasan umum hehe.

Malam ini (27/03/11) tepatnya pukul…pukulan, nggak dink, saya lupa pukul berapa. Yang jelas waktu jam dinner *ceilahhh dinner men, bahasane?*, kami makan di KIKEN SOUP.

26 Maret 2011

Edisi Traktiran: Koreans Food, Tak Seindah yang Dibayangkan

24 Maret 2011
nah, ini saya yg pake kacamata, yg sebelah saya, teman saya yg ultah
Hari ini adalah ulang tahun teman saya, seorang penggila Korea *semoga orangnya ndak baca posting ini.. amin*, teman satu jurusan saya.

Kabar yang menggembirakan sekaligus na'as bagi saya. Menggembirakan karena saya lagi bokek dan saya dapat traktiran, na'as karena saya dikasih makan koreans food yg nama dan bentuknya aja, di otak saya sudah tersetting masakan mentahhhhh... *arrhhh tidak!* *tapi semua itu ternyata salah, yg mentah itu makanan susiiss. bukan dink, shusi*

24 Maret 2011

Teroriskah Saya?

Mungkin saya tidak percaya lagi dengan adanya agama. Ya, saya merasa tidak memiliki agama. Menurut saya agama hanyalah sebuah simbol dari kepercayaan. Apakah agama butuh simbol?

Saya percaya Tuhan itu ada. Saya pun ber-Tuhan. Tetapi saya tidak mengakui diri saya beragama. Saya hanya butuh beribadah dan bertakwa. Jangan salah. Setiap hari saya beribadah, dan setiap hari pula saya bertakwa kepada Tuhan. Kurang cukupkah saya untuk menjadi seorang yang taat kepada Tuhan?

Orang bilang saya beragam islam, seorang muslimah. Di KTP (Kartu Tanda Penduduk), mereka mencatat saya juga sebagai muslimah. Perilaku dan ibadah saya juga menunjukkan saya seorang muslimah. Tapi, apakah benar saya adalah orang islam?

17 Maret 2011

Gift: BOom Buku, Air, dan Jus ALpukat

Mungkin saya telat posting topik ini. Maklum saya adalah anak kos yang cupu abis. Ndak punya tipi men. Jadi, kalo misalnya Anda, pembaca, bertanya tentang sinetron terkini, kayak putri yang dijambret *masih ada ndak?*, islam KTSP *ini favorit emak saya*, dsb lagi, saya tidak akan tahu menahu.

Kemarin, saya sempat tercengang mendengar menonton membaca surat kabar dinding di kampus. *daripada beli koran ngabisin duit. Lagian sudah punya kasur kok* Saya membaca berita tentang bom buku. Awalnya saya mengira itu adalah buku yg best seller, makanya saya tertarik untuk membaca. *maklum, cita-cita punya buku best seller sendiri hehe aminn gitu*

Setelah saya membaca berita itu, saya baru mengerti. Ternyata bomnya itu di selipin di buku buku. *nah lo? Bingung? Buku yg pertama artinya ruas-ruas. Itu artinya kata buku adalah homonimi (sama lafal, beda arti)* oke, kembali ke topik.

16 Maret 2011

DIDEKATI atau MENDEKATI?

Posting kali ini, saya akan membahas tentang pribadi Anda. Hayo hayo, seperti apakah pribadi anda saat ini? Jangan-jangan berkepribadian ganda? Hehehe, itu sih pilihan tiap-tiap manusia. Saya tidak berhak untuk menghakimi pilihan Anda *emang siapa gue gitu kan*.

Oke.
Posting ini sebenarnya inspirited by mba kos saya. Tepatnya, sebelah kamar saya. Tak usah menyebut nama. Takutnya dia minta royalti. Haha.

Mba kos: Sun, kamu kan kuliah terkadang bareng sama anak dari jurusan lain ya? Sama orang asing juga. Emang nggak ada yang deket atau akrab gitu?

13 Maret 2011

Week end tidak identik dengan tidur


Sebenarnya, hari ini saya mau mengkhatamkan weekend saya dengan tidur. Ya, mumpung libur. Dan kemarin (Sabtu) saya sudah berkeliaran dari pagi sampai malam. Oleh karena itu, hari ini seharusnya saya punya alasan untuk menghabiskan waktu dengan berdiam diri di kos alias tidur. Tapi ternyata susah juga melakukan hal ini. Padahal subuh, saya mendapat sms dari teman tentor untuk ada kumpul membahas TO *maaf, saya tidak bisa hadir karena sesuatu hal, alasannya—baca posting ini sampai selesai dulu*

Berikut beberapa alasan kenapa saya tidak bisa menamatkan weekend saya ini dengan tidur:

11 Maret 2011

Hamster, Riwayatmu kini...

Ini ketiga hamster
Minggu lalu, tepatnya 6 Maret 2011, akhirnya saya jadi menghibahkan 2 ekor hamster betina saya kepada teman saya. Kok hanya dua ekor betina? Dan, kenapa jadi diberikan kepada orang lain? kenapa tidak dijual saja?

Awal mula kisah, monggo dipun waos...

Setelah mengetahui si hams cowo sangat labil dan sangat gencar2nya kawin, saya kasihan melihat hams cewenya (sebut hams cwe 1). Di kejer-kejer tapi nggak dapet2. Sempat saya berpikir, "ini yang cewe uda menapause apa ya?" tapi entahlah, itu belum pernah terjawab. Hingga akhirnya saya dengan segenap hati, membeli seekor hams lagi cewe (sebut hams cwe 2).

08 Maret 2011

Duduk Depanan, atau Sampingan?


hyahhh... kembali lagi ketemu dengan saya, suntea *tapi nggak pake logat sunda ya* hehe
kali ini, sesuai dengan judul di atas, ya, saya akan membahas perihal duduk. tetapi bukan duduk sekedar duduk. kenapa? karena, duduk yang kali ini adalah JIKA DUDUK BERSAMA DENGAN PACAR atau minimal GEBETAN lahh.. hahaha

Menurut pengamatan saya *dengan mata kepala saya sendiri tentunya*, ketika makan, saya lebih banyak menemukan pasangan yang makan berhadap-hadapan (depanan). Ada yang suap-suapan lah, ada yang pandang-pandangan lah, ada yang nyoba pe-de-ka-te sambil pegang-pegang tangan lah *mungkin akan saya buat inovasi, pegang2 jempol kaki*, ada juga yang tonjok2an, tp yg terakhir ini bo'ong.. haha #dodol