13 Maret 2011

Week end tidak identik dengan tidur


Sebenarnya, hari ini saya mau mengkhatamkan weekend saya dengan tidur. Ya, mumpung libur. Dan kemarin (Sabtu) saya sudah berkeliaran dari pagi sampai malam. Oleh karena itu, hari ini seharusnya saya punya alasan untuk menghabiskan waktu dengan berdiam diri di kos alias tidur. Tapi ternyata susah juga melakukan hal ini. Padahal subuh, saya mendapat sms dari teman tentor untuk ada kumpul membahas TO *maaf, saya tidak bisa hadir karena sesuatu hal, alasannya—baca posting ini sampai selesai dulu*

Berikut beberapa alasan kenapa saya tidak bisa menamatkan weekend saya ini dengan tidur:


Pertama
SI boy SMS, pukul 8 pagi mau main ke kos, dan nanti balik pukul 10 karena harus mencari nafkah. PAdahal, saya telah mengcancel semua undangan pagi itu, agar bisa tidur dengan khidmat. Tetapi kenyataan berkata lain. Sehabis subuh, saya tidur lagi. Pukul 7 saya bangun dan sekalian membeli sarapan untuk saya sendiri, dan untuk si boy sekalian tentunya. Habis itu saya tiduran sebentar. Dan pukul 8, si boy dateng.

Ngbrol ngalur-ngidul, ngetan-ngulon, menceritakan kemarin waktu kakak saya (Mas Setyo) ke Jogja. Saya certain kalo saya dikira pacaran sama kakak saya itu oleh tukang parkir laknat. Mungkin ini terjadi karena saya memang perhatian sekali dengan kakak saya ini. *biar dapat imbalan, hihihi*

Ketika itu setelah kita makan gudeg bersama di gudegnya lek Jum alias Gudeg Yu Djum, kakak langsung sekalian balik ke Solo, dan saya balik ke kos jalan kaki karena deket. Setelah merapikan tasnya kakak, salaman—cium tangan, si kakak berangkat menuju Solo. Nah, pas jalan kaki meninggalkan parkir gudek lek jum ini, bapak parkir bilang, “ditinggal ya, mbak?!”

Entah bapaknya yg bego, apa saya yang bego. Saya ngerti senyum menyeringai aneh bapak parkir itu. Saya mengerti bagaimana cara dia mengucapkan kata-kata itu dengan maksud seperti ini, “sukurin lo, ditinggalin sama pacar lo tuhh!! Kasihan banget sih lo”.

Dan, saya cuma bisa jawab, “iya, pak.” Disertai ketawa garing yg gak mutu, banget. Pengen ketika itu juga saya tarik kerah bajunya lalu mengancam sambil nuding-nuding idungnya, “i-tu ka-kak sa-ya, ba-pak! A-was lo ya? Jangan main-main dengan sa-ya. Sa-ya ini anak sas-tra. Ingat, ba-pak, sas-tra. Dengan Semboyannya: SASTRA BERSATU, TAK BISA DIKALAHKAN!!” tapi saya nggak tega. Gak elit banget kl besoknya tersebar berita di ugm.ac.id dengan hedline judul: Mahasiswi Sastra Indonesia UGM Menyangkal tuduhan TUkang parkir dg motto: (seperti yg diatas tersebut). Gak penting banget gitu… haha

Akhirnya, setelah si boy pulang, saya ngobrol sebentar dengan mbak kos, kamar samping saya. YA, sosialisasi sebentar. Lalu, Ada SMS dari teman saya.

Iyem (nama samaran): sun, kamu di mana?
Saya: di kos, kenapa yem?
Dia: nanti jam12an, mau numpang dandan.
Sebenrnya saya mau balas: mau main jatilan di mana?—tapi saya urungkan, takut dia marah dan nggak anggep saya temen lagi.
Saya: emang mau kemana?
Iyem: kan aku harus kerja, sun.

Hening.

Lalu saya melanjutkan namatin tidur saya.

Satu jam, dua jam, tiga jam, saya terbangun. Pukul 1 ini tadi saya terbangun. OL mobile sebentar. Buka FB ndak ada apa-apa. Buka Twitter ada temen saya ngetwiit.

Enol (nama samaran, dipungut dari kata bah-enol): nyuci udah, sekarang tinggal mandi (-.-“)

“Haha, malas mandi lo ya,” dalam hati saya teriak girang *jadi walo teriak sekenceng apapun, ndak kan ada orang yg denger*

Saya RT: like this *ndukung banget*

KEnapa saya berkata seperti itu, karena saya juga belum mandi, males. hehe

Lalu saya merem lagi. Masih tergeletak di kasur. Saya dikagetkan dengan suara mbak kos saya yg lagi nelpon di luar. Saya bangun karena denger ketawa garingnya.hehe piss mbak…

Yauda, akhirnya saya posting blog aja dari pada tidur mulu. Lagian kepala ini sudah pusing gara-gara kebanyakan tidur. Lagian yang kedua, saya belum mandi. Lagian yang ketiga, saya belum dzuhur. Lagian yang keempat, kremi yg di perut uda berunjuk rasa dengan peringatan: kalo ndak segera dikasih makan, akan menggrogoti hati saya. Dan hal ini tidak akan saya biarkan karena 1 hal. Ya, 1 hal.

Saya masih pengen punya hati karena saya ingin selalu merasai hal-hal yang terjadi di sekitar saya.

Masih tertinggal lagian yang selanjutnya: saya belum nggasak WC *hari ini kebagian piket, sialannnn!!!*

Wassalam

Waktu menunjukkan pukul 13:55 WIB

Tidak ada komentar: