15 Januari 2010

LYK (dua episode terakhir ^^)

(KELANJUTAN DIMAS)
….
Gina bertanya menyelidik kepadaku, “Lintang itu siapa?”.
“Ooo, teman di kampung,” jawabku. Aku tidak berbohong. Aku mengenal Lintang di kota tempat tinggal aku dulu.
“Tapi kenapa SMS dia seperti itu?” tanyanya.
“Cemburu ya…,” rajukku, mengalihkan pembicaraan.
“Kalau kamu gak mau ngaku, aku telepon dia sekarang,” ancam Gina kepadaku. Aku tidak bisa berkata apa-apa lagi. Tidak lama kemudian, Gina sudah siap dengan HP di telinganya.

“Hallo,” Gina memulai pembicaraan lewat telepon selular itu. Aku hanya terdiam. Aku tak tahu harus berbuat apa. “Biarlah mereka menyelesaikannya sendiri!” kataku dalam hati. Aku tahu, Lintang tak akan bicara sesuatu yang aneh, Lintang pasti akan membela hubunganku dengan Gina, walaupun sebenarnya ada yang bergemuruh dalam dadaku.

Seusai telepon, Gina hanya terdiam. Aku bingung, aku tidak tahu apa yang mereka bicarakan, dan bagaimana jawaban Lintang. Aku hanya berdoa, mereka berdua baik-baik saja.




GINA

“Aku gak bisa maafin kamu Dim! Sudah beberapa kali kamu seperti ini kepadaku,” itu adalah kalimat yang kulontarkan kepada Dimas, beberapa hari yang lalu sejak kejadian bersama dengan Lintang.

Aku tidak habis pikir, bagaimana bisa Dimas melakukan ini semua kepadaku. Dia bersumpah demi nama Tuhan-nya. Demi Lintang, Dimas membodohiku dan membohongi Tuhan-nya. Setega itukah kamu Dim? Telah berulang kali kamu seperti ini, dan kamu tidak pernah jera?

Aku sakit Dim. Aku tulus mencintai kamu. Senantiasa selalu berada di sampingmu, tapi seperti inikah balasanmu kepadaku? Terlebih lagi, kau membohongi Tuhan-mu demi seorang yang bernama Lintang? Kamu jahat Dimas. Kamu tak menghargai semua yang kulakukan untukmu selama ini.

“SMS dari siapa sayang?” tanyaku kepada Dimas.
“Bukan siapa-siapa, cuma teman SMS nanya tugas kok,” jawabnya.
Hp-nya berdering kembali. Ketika itu, Dimas lagi ke belakang. Aku baca SMS yang baru masuk itu.
“Lagi apa Dim? Sudah makan belum? Aku kangen kamu.”
“Siapa ini? Kenapa dia begitu perhatian sama Dimas?” tanyaku dalam hati.

Lintang yang telah merusak keharmonisan hubunganku dengan Dimas.