25 November 2012

PILKADES

Sudah lama ya gak posting xixi. Keasikan main game, maaf maaf.

Hmm, mau cerita apa ya? Oke, mumpung sekarang di kampung lagi rame pemilihan kepala desa mungkin saya ingin sedikit membahas mengenai ini.

Pernah baca novel Jatisaba karya Ramayda Akmal? Belum? Silakan beli ya, itu novel punya kakak tingkat saya wkwkwkw *promosi

Yak, waktu saya baca Jatisaba. Saya sempat tidak percaya bahwa pemilihan kepala desa itu penuh intrik. Penuh dengan strategi yang terkadang susah untuk dinalar. Banyak masyarakat yang saling curiga. Saling menghimpun kekuatan untuk melawan pesaingnya dan sebagainya. Tidak jarang, hal-hal kecil seperti letak rumah, no urut pencalonan, nama calon, lambang, menjadi perbincangan hangat yang disangkutpautkan dengan hasil yang akan diperoleh nanti ketika pengumuman Kades.

Dulu, waktu saya kecil--masih SMA--baik-baik saja ketika mengetahui adanya pemilihan Kades. Meskipun orang tua membicarakan hal ini, saya tak pernah ambil pusing karena toh saya tidak memiliki hak suara. Sekarang?  Sekarang saya punya hak suara dan saya galau. Mau pilih yang mana? Hmm, tapi bukan itu yang akan saya bahas di sini.

Lanjut!

Dari sekian banyak cerita yang saya terima mengenai pemilihan Kades saya hanya menyimpulkan satu kata: KEREN.

Keren karena banyak orang yang terpecah akibat salah satu atau dua dst.nya mendukung pihak yang lain. Keren karena banyak antek-antek di belakang sana berkeliaran. Keren karena ternyata berlaku jujur itu susah. Keren karena jika tak bersikap curang, justru akan dikucilkan oleh yang lain. Keren karena bukan hanya manusia yang berjalan di pemilihan. Dan masih banyak kekerenan yang lain.

Lalu saya cuma bisa bilang WOW :D

Yuk ah, kalau bisa budayakan bersikap jujur dan adil. Rakyatmu membutuhkan kejujuran dan keadilan. Bukan membutuhkan persaingan yang tidak adil.

Ttd
Warga (yang juga kurang) baik