30 September 2011

Tangis Kekalahan

"Mas, ini temen-temennya mas?" kataku dengan nada terputus-putus. Aku heran karena mas (begitu aku memanggil kakak laki-lakiku) bergabung dalam sebuah bengkel teater.

"Iya. Kenalkan, ini Agung, Reni, Wijaya, Ketut. Dan, nanti di dalam masih banyak lagi," katanya sambil menunjuk ke ruang latihan teater mereka.

Aku tak sempat menanyakan kepada mas, nama teater itu. Setahuku, aku kemudian bergabung dalam bengkel teater tersebut. Aku berusaha keras untuk mengakrabkan diri, karena aku orang baru.

Beberapa hari di sana aku mulai terbiasa dengan obrolan-obrolan mereka. Maklum, aku orang baru, dan kadang tidak mengerti perkataan yang mereka utarakan. Masih ada sekat di antara aku dan mereka. Masku sendiri terlalu sibuk dengan urusan teater yang lain. Aku dibiarkannya beradaptasi sendiri. Bersusah payah, aku juga mencoba untuk latihan reading naskah. Ahhh..., aku masih tertawa-tawa membawakan karakter tokoh. Aku belum bisa dengan sepenuh hati, menjiwai peran.

Hingga suatu hari....

29 September 2011

PELIT: Marmut Merah Jambu

Buku MMJ

Hmmm... Apakah ada bertanya, "kenapa judul postingnya PELIT?"

PELIT adalah singkatan dari PErsonal Literatur. Mungkin pelit ini bisa ditambahkan ke genre karya sastra baru, karena sifatnya yang unik, ialah NONFIKSI-KOMEDI.

OKe! Salah satu pelit yang akan saya postingkan di sini adalah buku MARMUT MERAH JAMBU karya RADITYA DIKA yang terkenal dengan buku KAMBINGJANTAN-nya, dan tentu saja KAMBINGJANTAN THE MOVIE. Serta buku-bukunya yang lain: Komik KambingJantan 1 dan 2 yang diilustrasikan oleh Dio Rudiman, Babi Ngesot, Cinta Brontosaurus, Radikus Makan Kakus, dan Tolong, Radith Membuat Saya Bego! yang ditulis Raditya Dika bersama dengan kiriman pembaca.

Dalam Marmut Merah Jambu (selanjutnya disebut MMJ saja) ini berisi 13 kisah. Berikut akan saya beberkan sedikit penggalan yang saya sukai :D

25 September 2011

Tata Cara Belajar


Belajar tidak hanya merupakan kewajiban, tetapi juga suatu kebutuhan yang harus senantiasa dikerjakan oleh mahasiswa. Belajar merupakan sarana untuk meraih nilai yang maksimal. Namun, hal itu tidak dipedulikan oleh kebanyakan mahasiswa. Hampir sebagian mahasiswa tersebut malas belajar dan memilih jalan-jalan atau bermain. Sebenarnya, jalan-jalan atau bermain boleh saja dilakukan atau mungkin wajib dilakukan untuk sekedar mengistirahatkan pikiran, tetapi dibutuhkan juga kepandaian untuk membagi waktu antara belajar dan main-main.

Kebiasaan mahasiswa mengesampingkan belajar membuat ruang gerak untuk belajar menjadi sempit sehingga terbentuklah ungkapan yang sering diucapkan oleh mahasiswa menjelang ujian akhir yaitu belajar SKS (Sistem Kebut Semalam). Sesuai dengan namanya, belajar SKS ini hanya dilakukan pada saat itu saja dengan jangka waktu yang panjang. Misalnya, dalam sekali tempo menghabiskan waktu empat sampai enam jam. Padahal, SKS ini tidak efisien untuk dipraktikan karena materi matakuliah yang dipelajari tidak terserap secara keseluruhan.

Putuslah dengan "Baik-Baik"

Posting ini adalah cerita dari berbagai teman, dan sedikit bumbu curhat =D

Teringat petuah dan perkataan Mr. Kobayashi, seorang tokoh kepala sekolah di Buku Totto-Chan karya Tetsuko Kuroyanagi. Beliau selalu mengatakan kepada Totto-Chan bahwa Totto-Chan adalah anak yang baik. Sebenarnya, Mr. Kobayashi mensugestikan tuturan "anak yang baik" supaya kelak Totto-Chan selalu menjadi anak yang baik. Ini adalah contoh yang sangat "cerdas"!


Lanjut!
Apa hubunganya dengan posting kali ini? Yak! Sebenarnya hampir sama dengan cerita Totto-Chan tersebut, hanya bedanya ini untuk pasangan yang akan putus. Hehe #geje

PAcaran adalah fase perkenalan dalam sebuah hubungan, sebelum fase pernikahan. Dan, layaknya sebuah tali, pacaran ini pun bisa putus. *bingung merangkai kalimatnyaaaaa*

Putus! merupakan kata sakral bagi pasangan yang mencintai. Sehingga, pasangan yang lain terkadang dengan seenakudelnya mengatakan putus! Hal ini dapat memicu yang namanya sakit hati, apabila salah satu pihak tidak bisa menerima keputusan tersebut. Dan, inilah masalahnya!!! #backsound: Cokelat - Karma

21 September 2011

Novel Hati Sinden: Perjuangan Perempuan Jawa

Alhamdulillah, akhirnya saya merampungkan novel Hati Sinden karya Dwi Rahyuningsih ini.... *jingkrak-jingkrak* #backsound:wearethechampion


Langsung saja, saya akan sedikit memberikan bocoran *ambil ember* mengenai isi novel ini.

CEKIDOT dibaca sambil ngeDOT!

Novel Hati Sinden (yang selanjutnya akan disebut HS saja) berkisah tentang tokoh utama yang bernama Sayem. Mulanya, Sayem tidak bercita-cita menjadi sinden. Sayem adalah sosok yang tak suka bersekolah namun memiliki tekad yang kuat untuk belajar sesuatu. Sayem berasal dari keluarga yang sederhana. Memiliki seorang kakak laki-laki, dan adik laki-laki. Mereka tinggal bersama dengan Ayah dan Ibu, serta Nenek (Ibu dari Ayah Sayem).

20 September 2011

(Mungkin) Saya Gila Hormat?

Di pagi yang indah ini saya tiba-tiba GALAU, karena dikejutkan oleh SMS dari teman saya. Ndak ada petir, ndak ada angin. Semua terjadi secara mengejutkann!!!! *lebay*

Teman saya: San, gudeg 1. Nanti tak ambil.

Entah saya yang bego, minta dihormati, apa karena saya dari jurusan bahasa atau gimana? Tapi saya memang aneh dengan SMS itu.

Saya balas *pura-pura bego*: SMS-mu maksudnya gimana? Nanya, nyuruh, atau minta tolong?

Kemudiah hening. Tak ada balasan apa-apa dari dia.

Kalau bicara soal sopan santun dalam berbahasa, SMS tersebut memang ndak sopan. Ini kalimat pernyataan atau kalimat perintah? Makanya saya bingung waktu mikir: ini nanya, nyuruh, atau minta tolong?--meskipun saya tahu, sebenarnya dia tengah meminta tolong.

Jika dibenahi, maka SMS tersebut akan berbunyi: San, minta tolong dong, beliin gudeg 1. Nanti tak ambil. Kalau ini, jelas saya akan memberikan pertolongan untuknya.

Maaf ya teman, saya bego ketika membaca SMS-mu.

14 September 2011

Harga Kejujuran

Yapppss.... Tumben ini saya tiap hari ngepost :D

Kejujuran di saat krisis percaya diri kepemimpinan seperti ini memang dipertaruhkan. Banyak koruptor di sana-sini merajalela tak tahu diri. Ibaratnya, koruptor itu seperti gedung pencakar langit yang dalamnya usang. Sudah tinggi besar, menjulang tinggi, angkuh, luarnya megah, tapi isinya bobrok.


Hari ini, saya belajar tentang harga sebuah kejujuran. Teman saya, sebut saja Bunga *ya, setiap orang saya samarkan di blog ini saya kasih nama Bunga* secara tidak sengaja membawa barang yang belum dibayar. Waktu itu kami (?) tengah berbelanja *saya cuman nemenin sihhh* di salah satu supermarket. Dan ketika membayar di kasir, salah satu barang ternyata terselip di dalam tas kresek.

Sesampainya di kos, setelah mengecek barang-barang yang dibeli, barang tersebut belum masuk ke dalam struk pembelian. Si Bunga gelisah karena belum membayar barang tersebut. Dan, hari ini, kami menebus pembayaran atas barang tersebut.

Di supermarket tersebut, kami langsung menuju ke bagian informasi dan pelayanan untuk segera membayar barang yang terselip tersebut. Apa yang terjadi kemudian? Setelah pembayaran terselesaikan, mereka memberi si Bunga tanda jasa, atas kesediaannya untuk kembali lagi ke supermarket tersebut dan membayar barang yang terselip itu. Walaupun, tanda jasa itu hanyalah sebungkus tisue kotak.

Hikmah apa yang dapat diambil dari kejadian ini???

Sebegitukah mahalnya kejujuran hingga harus memberikan tanda jasa kepada si Bunga?

Krisis kejujuran sudah melanda di negeri ini. Penghargaan bagi sebuah kejujuran (sekecil dan sepahit apapun kejujuran itu) sangatlah penting. Meskipun penghargaan tersebut hanyalah sebatas rasa terima kasih ^^

13 September 2011

Mari Berbagi

Semalam saya kecele. Demi informasi yang dapat dari TL twitter saya mengenai kurangnya pasokan darah untuk bayi, pukul 20.00 WIB saya ke RS. Sardjito untuk mendonorkan darah. Tapi sesampainya di sana, setelah dicek hb, ternyata hb saya rendah dan tidak bisa melakukan donor darah. Saya kecewa. Kecewa terhadap diri saya sendiri.

Niat saya memang sudah bulat untuk membantu. Dan memori ini, membuat saya harus kembali lagi ke beberapa tahun silam ketika alm. Kakek (tiri) saya tengah berada di rumah sakit.

Waktu itu, alm. Kakek usai operasi tulang belakang, dan kehilangan banyak darah. Sehingga, sesegera mungkin harus mendapatkan transfusi darah. Tragisnya, stok darah di PMI tersebut habis. Pontang-panting, kami (keluarga) kebingungan mencari pendonor. Kebetulan alm kakek memiliki golongan darah B. Dan, beliau tidak memiliki keturunan. Ibuku adalah anak yang diangkat oleh alm kakek n alm nenek. Tragisnya keluarga dari Ibu, dan juga Ayah tidak ada yang bergolongan darah B.

Alhasil, kami menghubungi keluarga dari alm kakek untuk melakukan cek darah. Alhamdulillah beberapa dari mereka ada yang cocok darahnya dengan golongan darah alm. kakek. Tapi masalah tidak berhenti di sini.

Stok darah masih tetap kurang, dan cara apapun akhirnya di tempuh. Kami meminta tolong (membayar) tukan ojek yang bersedia untuk cek darah, dan (yang cocok) mendonorkan darah. Dan, alhamdulillah, semua teratasi.

Kisah ini, membuat saya berpikir. Untungnya, waktu itu kami mampu untuk "membayar" darah tersebut. Bagaimana jika kami tidak mampu?

Hingga sekarang, saya (terlalu) khawatir terhadap stok darah. Saya (terlalu) khawatir jika ada beberapa orang yang kurang beruntung, dan butuh transfusi darah. Oleh karena itu, bantulah sesama. Saling berbagi.

Setetes darah Anda, mengembalikan senyum mereka!

11 September 2011

Kepribadian Ganda (?)

Tadi seharian, saya bersama dengan teman-teman KKN, Syawalan (silaturahmi) ke rumah teman-teman KKN yang asli Jogja. Hmmm, sebenarnya ini adalah perampokan (makanan) berkedok Syawalan. Dari kos, saya sudah mewanti-wanti diri saya sendiri, "sudah! Ndak usah makan. Nanti itu banyak makanan. Ngirit!". Akan tetapi, asumsi lain mulai muncul, "nanti kalau jajannya cuman sedikit gimana? Kamu kan makannya banyak? Kelaparan nanti kamu!" Akhirnya, saya pergi tanpa makan.

Beranjak dari asumsi-asumsi aneh tersebut, kebetulan sekali saya ingin menceritakan tentang teman saya yang bernama Yasser Tahura Putra *ini nama sebenarnya, mungkin yang tidak sebenarnya itu Bunga*.

Oia, jika postingan ini bertahan sampai saat Anda menemukan posting ini, berarti yang saya ceritakan, tidak berkeberatan untuk saya kupas *emangnya apel* dan olok-olokin di sini :D *sesuatu*

***

Tahura merupakan salah satu teman saya di KKN dan satu fakultas dengan saya. Saya suka menyebut dia, Tahu. Kenapa? Karena enak aja manggilnya, semacam makanan.

09 September 2011

Awal Mula Kisah "Skripsi"

T.T terharu sekaligus galau, semester ini saya akan mengambil skripsi.

Tahukah Anda, bahwa saya sekarang sedang streesssss.... Mungkin suatu saat saya akan menghapus posting ini jika saya sudah sadar, atau mungkin justru malu karena kuliah tak lulus-lulus :D

Hari ini saya menghadap Ketua Jurusan saya untuk meminta dan menyetujui surat pengajuan skripsi saya. Sejujurnya, sampai saat ini, belum jelas skripsi saya ini mau "dibawa kemana?"


Yang paling mengerikan adalah ketika menghadap dosen ketua jurusan, karena seperti yang sudah saya bilang, saya tidak tahu apa-apa.

Saya: Bapak, saya ingin meminta tanda tangan untuk surat pengajuan skripsi saya.


Dosen: O..iya, silakan duduk! Anda semester berapa?


Saya: (hening) ....

Dosen membaca NIM saya, dan manggut-manggut.

Dosen: Jadi, Anda ingin membahas tentang apa?


Saya: (hening) ....

Arghhh... begitulah kira-kira pertemuan singkat saya dengan dosen ketua jurusan saya. Akhirnya, Beliau menyarankan DPS untuk saya. Dan, diharapkan untuk segera menemuinya.

Berdoa: semoga, besok Senin, saya siap untuk bertemu DPS saya. Dan, dua hari ke depan saya akan menyepi dulu, mencari wangsit. Semoga mendapatkan pencerahan *otw minggat ke lereng gunung Merapi*

Salam....skripsweet!

06 September 2011

Prahara Identitas Seikat @poconggg

Oke, mari membicarakan yang masih hangat *mendekat ke perapian*

Dunia per-twitter-an Indonesia telah digegerkan oleh seikat @poconggg. Bagaimana bisa? Mari disimak posting ini :')

Semalam, saya mendapatkan berita dari Diskusi Fiksi.Menulis Fiksi.Membaca Fiksi (Universal Nikko+mayokO aikO) menuliskan bahwa identitas @poconggg telah terungkap. Saya sempat terkejut dan langsung kroscek ke twitter. Dan, ternyata benar. Di twitter sedang rame membicarakan @poconggg dan sebuah alamat web yang membuat pernyataan mengenai "siapa @poconggg sebenarnya.

Hmmm...sebentar, apakah Anda tidak mengenal @poconggg? Oke, saya ceritakan sedikit memori saya tentang @poconggg.

@poconggg adalah sebuah akun twitter *chek @poconggg*. Akun tersebut merupakan akun buatan. Jadi, ada seseorang dibalik akun tersebut. Akan tetapi, si seseorang tersebut menyembunyikan identitasnya. Sehingga, para manusia di per-twitter-an Indonesia tidak mengenalinya. Si @poconggg ini terkenal lewat kicauannya yang kreatif dan berunsur komedi. Jadi, banyak sekali followers yang kemudian mengikuti akun tersebut.

05 September 2011

Ekspedisi: Pantai Wediombo, Gunung Kidul, Yogyakarta

Penampakan Pantai Wediombo

Hmm... sudah beberapa minggu yang lalu, ketika saya masih ber-KKN-ria di Patuk, Gunung Kidul, saya dan teman-teman juga menyempatkan diri untuk sekedar survei tempat wisata di Pantai Wediombo, Wonosari, Gunung Kidul. *surveeeei??*

Yak, dari Patuk, kami berangkat pukul 13.30 WIB dan sampai sekitar pukul 15.30 WIB. Yak, kami menempuh perjalanan selama 2 jam. Lumayan bikin ekor saya tepos. *ini belum seberapa dari perjalanan saya mudik :D tunggu posting selanjutnya*

Dengan jalan yang naik-turun itu, saya boncengan bersama teman saya menaiki motor Honda Astrea. Ini penampakan motornya :D


Dan, motor tersebut pulalah yang telah membawa saya mudik dari Jogja--Juwana, Pati, Jateng.

Oke, lanjut.

Pantai Wediombo terletak di desa Jepitu, Kecamatan Giri Subo, sekitar 40 km arah tenggara kota Wonosari dan dapat ditempuh dalam waktu 1 jam perjalanan. Bagi yang ingin ke sana, sila cek dulu di sini Website Wediombo. Dengan begitu, saya tidak perlu berpanjang kali lebar, kali tinggi sama dengan volume untuk menjelaskan Pantai Wediombo :D

04 September 2011

Hikayat Abu Nawas

Hayoo hayoo...siapa yang tak kenal dengan Abu Nawas? Untuk yang belum kenal, sila cari sendiri tentangnya, di buyut google hehe :D

Oke, berikut akan saya paparkan esai mengenai Abu Nawas. Sebenarnya, esai ini saya kumpulkan untuk salah satu tugas matakuliah saya *ini bukan alibi untuk tidak kreatif ngepost*

Ceekkiiidooot!!!!

Hikayat Abu Nawas (AN) merupakan salah satu jenis kesusastraan rakyat yaitu cerita jenaka. Cerita jenaka adalah cerita tentang tokoh yang lucu, menggelikan, atau licik dan licin (Fang, 1991:14). Lahirnya cerita jenaka dilatarbelakangi oleh kecenderungan masyarakat terdahulu yang suka melebih-lebihkan sesuatu hal.

Hikayat AN merupakan satu kumpulan cerita jenaka yang berasal dari luar Parsi/Arab, tetapi populer sampai ke Madagaskar, Afrika, Turki, Arab, dan Indonesia. Tokoh Abu Nawas memang terkenal dalam peradaban Islam sebagai seseorang yang cerdik dan pintar dalam era kegemilangan dinasti Abbasiyah di Baghdad di bawah pemerintahan Sultan Harun Ar-Rasyid.