31 Desember 2010

Ekspedisi: Telaga Sarangan dan Air Terjun Tirtosari

Acara tahun baru 2010 di Madiun
Tahun baru masehi?
ya, sebenarnya saya seorang muslim. tapi ndak tahu kenpa kemarin ketika tahun baru hijriyah, tidak terlalu ramai orang mempersoalkannya. PAdahal mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam.. Hmmm... #mikir

Tapi, post ini tidak akan membahas hal itu.. hehe

Saya hanya ingin bersenandung. YA, menyenandungkan hal-hal yang telah terjadi di tahun 2010 dan tahun-tahun sebelumnya. Adakah perubahan? pasti ada tentunya... MAri, amati dulu diri sendiri: ya, tambah gendut, tambah tua, dan tambah-tambah yang lain.. hahaha hanya saya sendiri yang tahu :D

23 Desember 2010

Burjo, Anak kecil, dan Ngompol


Saya memang pecinta warung burjo (begitu kebanyakan mahasiswa menyebutnya. Terkadang malah hanya menyebut BURJO, tanpa kata WARUNG). TEtapi dalam posting ini saya tidak akan bercerita tentang warung burjo.. wkwk *piye to iki?

Posting ini akan di awali dengan cerita di warung burjo :)

Tadi sepulang kuliah, saya mampir ke warung burjo (kepanjangan deh nyebut warung burjo. hmm.. burjo tok aja de) untuk memenuhi hasrat lapar saya. Burjo ini tergolong murah jika dibandingkan dengan burjo-burjo yang lain karena, harga nasi telor dan harga nasi sarden sama2 Rp3.000,00. murah to, dan rasanya tak kalah bersaing (biasanya di burjo lain mencapai kisaran Rp3.500,00 ke atas) *bilang aja bisa ngirit sampe bertahun-tahun haha #ketawa setan

BAHASA GAUL ‘SLANG’ INDONESIA


Posting ini kurang lebih memaparkan posting sebelumnya :D

Bahasa gaul atau biasa disebut dengan slang (bahasa prokem) merupakan ragam bahasa tidak resmi, tidak baku dan  bersifat musiman. Akar dari bahasa gaul adalah bahasa prokem. Bahasa prokem merupakan bahasa preman. Preman biasanya memakai bahasa prokem untuk berkomunikasi agar tidak diketahui oleh orang lain yang bukan  komunitas preman tersebut. Dewasa ini, bahasa prokem tidak lagi menjadi bahasa “rahasia” melainkan menjadi bahasa gaul di suatu daerah atau komunitas tertentu. Berikut beberapa bentuk bahasa gaul yang sering ditemukan dalam percakapan sehari-hari;

21 Desember 2010

‘Kemurnian’ Bahasa Indonesia vs Bahasa Slang


fotonya agak gak nyambung kayaknya :p
Bahasa Indonesia. Hmmm, selayaknya kita bisa dong berbahasa Indonesia dengan baik dan benar. Tapi, menurut pengamatan saya, penutur bahasa Indonesia (ragam bahasa baku) kalah jika dibandingkan dengan penutur asing yang belajar bahasa Indonesia. Penutur asing yang belajar berbahasa Indonesia lebih bagus bahasa Indonesianya dari pada penutur aslinya.

Saya heraan, banyak orang yang berkata bahwa bahasa Indonesia itu mudah (dulupun saya juga berpikiran seperti itu) tetapi semenjak menekuini bahasa Indonesia, oke! saya putuskan kl berlajar bahasa Indonesia itu gampang-gampang susah. :D hehe.. Apalagi kalau mengajarkan bahasa Indonesia kepada mahasiswa asing.

PErnah teman sekelas saya bertanya kepada saya. "APa beda mengerjakan dengan melakukan?"
Teman saya itu, bingung menjawab ketika ditanyai seorang mahasiswi asing yang sedang belajar bahasa Indonesia. Kasusnya itu: Si mahasiswi asing disalahkan ketika membuat kalimat melakukan pekerjaan rumah (PR). yang bener kan mengerjakan PR to? hehe

19 Desember 2010

Dampak Perkembangan Seni Wisata Terhadap Kebudayaan "Mahakarya Borobudur"


8 MAret 2009

Dewasa ini perkembangan seni di Indonesia sangat variatif. Banyak budaya yang masuk di Indonesia dan berkembang sehingga terkadang muncul kebudayaan baru akibat dari perkembangan pola pikir masyarakat. Salah satunya adalah pertunjukan Sendratari ‘Mahakarya Borobudur’ yang lebih digiatkan lagi untuk menghidupkan suasana malam candi Borobudur, Jawa Tengah. Ini dilakukan karena biasanya setelah pukul 18.00 WIB Borobudur telah ‘habis’, dan untuk menghidupkan wisata malam yang menakjubkan maka diselenggarakanlah Sendratari tersebut.

11 Desember 2010

Malam-malam, ngapain?

kamar saya yg setia menemani malam-malam saya
Tiap malam apa yang kalian lakukan guys? Langsung pelukan sama guling? ngelamunin pacar? ato keingetan sama suatu barang yang akhirnya ketemu juga setelah berbulan-bulan hilang? ato mungkin keingetan utang sama aa' burjo? wkwkwk #mahasiswa bangettt

Ha!!! :) hehe... Setiap orang pasti mengalami hal tersebut. Begitu juga dengan saya. Sering kali saya susah tidur karena entahlah--memikirkan suatu hal. Ya, banyak hal. Mungkin salah satunya ada di pertanyaan di paragraf pertama itu :D hehe #curcol

Novel Garis Tepi Seorang Lesbian (karya Herlinatiens)

Agak narsis sama bukunya, ndak papa :p
Setelah saya menamatkan Garis Tepi Seorang Lesbian (GTSL) maka inilah saat yang tepat untuk mereview hehe... mumpung masih anget-anget. Dan yang saya suka dari seorang Herlinatiens, ramah :D
Abisnya aku nulis di dindingnya dicoment ahahaahhah #lebay Ini buktinya
Saya dan Herlinatiens
Bagi yang belum mengenal Herlinatiens, sila kunjungi FB-nya Herlinatiens
Herlinatiens yang akrab dipanggil Lina ini mengawali karier kepenulisannya dengan novel pertamanya GTSL. GTSL ini, sesuai dengan judulnya, memang mengisahkan tentang seorang lesbian. Apakah ada yg tak tahu lesbian itu apa? Sila cari sendiri infonya di searching web #sukurin.

06 Desember 2010

Relasi Makna: Homonimi dan Hiponimi

1. Pemetaan Materi Diskusi

2. Rumusan Hasil Diskusi
2.1. Homonimi
Homonimi (Inggris: homonymy) berasal dari bahasa Yunani Kuno,
onoma = nama
homos = sama
Secara harfiah homonimi bermakna nama sama untuk benda yang berlainan. Jadi, homonimi merupakan hubungan dua kata atau lebih yang secara kebetulan memiliki pola bunyi yang sama, tetapi maknanya berbeda. Hubungan homonimi berlaku timbal balik.

04 Desember 2010

Sepenggal kisah hidup saya dengan "KUCING" meong

Kucing yg sekarang masih menghuni di rumah
Saya termasuk dalam golongan orang yang fanatik dengan kucing. Tapi, agaknya, saya memang terlalu berat di harga apabila ada yang menawarkan kucing persia atau sejenisnya (secara masih nodong sama ortu). Kecintaan saya terhadap kucing tak mengikat saya untuk mencari kucing yg semahal itu. (bilang aja ngirit, gak punya duit #nyindir)

Ya, namanya juga hidup di desa #katrok. Banyak yang membuang kucing sembarangan. Dan, yang saya suka, beberapa dari mereka selalu ada yang tinggal di rumah saya. (nebeng idup). Kebetulan, dulu saya tinggal bersama dengan alm kakek dan alm nenek saya. Mereka tidak terlalu suka dengan kucing. Mereka hanya suka kucing apabila kucing tersebut bisa menangkap tikus (ya, tau sendiri, secara di desa, masih banyak tikus berkeliaran). Untung saja, berkat kegigihan saya yg selalu membelai kucing, alm nenek akhirnya selalu memberi mereka makan. (makan ala kadarnya, pastinya). Berikut salah dua kucing yg bisa diabadikan.

02 Desember 2010

Harap

mendung menutupi tudung matahari yang megah
burung-burung mencari perlindungan dengan lincah
ranting tertiup angin dan membuatnya goyah

aku tak mau seperti mendung itu
aku tak mau seperti burung-burung itu
aku tak mau seperti ranting itu

biar aku hidup dengan caraku
biar aku hidup dengan jalanku
biar aku hidup dengan pilihanku

menjadi akar pohon yang kuat
menjadi bangunan megah
menjadi intan dan permata

30 November 2010

Saya sendirian. So? (part. 2)

Kita lanjutkan posting yang kemarin sempat tertunda. Hehe (harap maklum)

Masih ingat percakapan Tukiman dan Paijo, serta ucapan Nunung to? Nah, dari situ dapat ditarik kesimpulan bahwasanya seorang sahabat atau teman tidak menolak permintaan yang sebenarnya bisa dilakukan sendiri tersebut atas dasar rasa setia kawan dan atau sungkan.

Nah dalam posting ini, tergugah keinginan saya untuk memotivasi orang-orang yang tidak bisa hidup mandiri :D #sotoy bener

Mandiri yang saya maksudkan di sini ialah -->

29 November 2010

Saya sendirian. So? (part. 1)

Sial! Malam ini saya ndak bisa tidur. Entah karena minum kopi tadi, atau karena kepikiran posting yang akan saya jabarkan kali ini. Atau, jangan-jangan gara-gara kelaparan karena sekarang menunjukkan pukul 00.42 dan saya sedang ngemil mie sedap rasa kari ayam tanpa direbus. Hehe. Jangan ditiru kelakuan buruk ini, jika Anda tidak ingin gendut! (sebenarnya saya juga ndak ingin tambah gendut. Kepepet ini ndak ada cemilan lain #ngeles #tanggal tua)

Dalam keadaan sepi, pagi buta, gerimis, dan ditemani suara penyiar radio stasiun rakosa radio, saya akan menguraikan pikiran yang hampir tak bisa membuat saya tidur. (gak penting banget deh)

Terinspirasi dari artikel di detik.com tentang #lupa (intinya ngapain takut atau malu makan sendiri di tempat makan?), mengingatkan saya kepada seseorang yang familiar sekali mukanya. Dia ini ke mana-mana sendirian mirip orang ilang. Sebut saja dia Suntea, dan ini merupakan nama sebenarnya. #curcol. Ya, sebenarnya, tak lain, dan tak bukan, adalah diri saya sendiri. #narsis

27 November 2010

Filosofi BERCINTA/ORGASME dalam MENULIS #khusus 17+

Jika Anda, para pembaca sekalian, menginginkan hal yang porno di sini maka Anda tidak akan mendapatkannya. #ketawa setan

Seperti yang pernah saya singgung di twitter, tentang filosofi bercinta/orgasme untuk penulis , kali ini (mumpung lagi musim ujan. Hah, apa hubungannya?) akan saya bahas. #gunting pita merah

Menulis merupakan pekerjaan menuangkan atau melahirkan suatu pikiran dan kemudian diterangkan dalam bentuk tulisan. Penulis adalah orang yang menulis, yakni yang melahirkan suatu pikiran dan kemudian diterangkan dalam bentuk tulisan (jadi, semua orang yang menulis disebut sebagai penulis) #applause.

Sebagai seorang penulis yang harus produktif (baca: mahasiswa pun bisa dimasukkan dalam golongan penulis karena suka mengarang tugasnya), penulis diharapkan selalu memiliki ide-ide cerita untuk dituangkan dalam bentuk naskah. Proses menulis ini dapat dianalogikan dengan bercinta/orgasme. Apakah bisa? Check it out (baca: CEKIDOOOTTT!!!).

26 November 2010

KEARIFAN LOKAL: TENGGANG RASA MASYARAKAT DESA

Rasa kepedulian di daerah pedesaan memang sangat tinggi. Berbeda dengan masyarakat kota yang kebanyakan lebih mementingkan kehidupan pribadinya dari pada kehidupan para tetangganya. Kehidupan desa yang selaras dan harmonis didukung dengan adanya rasa kekeluargaan di setiap masyarakatnya. Hal ini terwujud dalam prosesi setelah adanya kematian (yang meninggal muslim).

Adanya kematian dalam masyarakat desa menjadi ajang rasa kekeluargaan dan tenggang rasa yang sangat tinggi. Selama tujuh hari, penduduk dalam suatu desa akan berbondong-bondong menyatakan bela sungkawa dan duka cita (ta’jiyah) dengan membawa bahan makanan pokok atau uang. Kebiasaan ini sudah terjadi secara turun-temurun dan menjadi konvensi tersendiri dalam suatu kelompok masyarakat. Sehingga, konvensi ini telah menjadi kebudayaan yang telah menyatu di dalam sanubari masyarakat tersebut.

19 November 2010

Penggunaan Emotion pada SMS dan Chatting

Perkembangan kecanggihan teknologi dalam penyampaian pesan lewat SMS atau chatting memungkinkan munculnya bahasa baru untuk menyampaikan maksud pesan tersebut salah satunya dengan menggunakan emotion. Pemakaian emotion untuk menyampaikan pesan, dewasa ini semakin marak dan mengglobal di seluruh masyarakat dari seluruh lapisan, sehingga munculnya emotion dalam bahasa penyampaian pesan mempengaruhi pola pikir masyarakat pemakainya.


Gambar Scott E. Fahlman dengan emoticon-nya
Emotion yang diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi ‘emosi’ merupakan luapan perasaan yang berkembang dan surut dalam waktu singkat; atau keadaan dan reaksi psikologis dan fisiologis (seperti kegembiraan, kesedihan, keharuan, dan lain- lain) (KBBI, 1994). Bahasa emosi yang dipergunakan ini berupa simbol- simbol ‘emotion’ yang disebut smileys (berasal dari kata smile yang berarti senyum) atau sering juga disebut sebagai emoticon (berasal dari kata emote ‘emosi’ dan icon ‘ikon/ lambang’). Emoticon adalah simbol, atau kombinasi dari simbol- simbol berbentuk teks tertulis yang disusun dari karakter ASCII. Untuk memahami emoticon ini cara yang digunakan sangat unik yaitu dengan melihat sambil memiringkan kepala sekitar 90 derajat penerima pesan akan bisa menikmati lambang wajah :-).

Cermin

Siapa yang tidak mengenal cermin? Setiap harinya manusia selalu bercermin dengan segala rupa yang melekat pada tubuhnya. Apalagi bagi seorang wanita, cermin bagaikan jati diri yang apabila ditinggalkan akan menjadi suatu malapetaka. Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) cermin memiliki banyak makna. Makna yang pertama (merupakan makna leksikal), cermin merupakan kaca bening yang salah satu mukanya dicat dengan air raksa dan sebagainya sehingga dapat memperlihatkan bayangan benda yang ada di depannya, biasanya untuk melihat wajah kita bersolek dan sebagainya. Makna yang kedua (merupakan makna gramatikal), cermin adalah sesuatu yang menjadi teladan atau pelajaran; sesuatu yang membayangkan perasaan (isi hati, keadaan batin, dan sebagainya).

18 November 2010

Novel Kapitan Pedang Panjang (karya Fira Basuki)

Kapitan Pedang Panjang (KPP)
Karya Fira Basuki

Buku Fira yang ke-23, dan termasuk novel karangan Fira yang ke delapan.

Buku ini menceritakan kisah perjalanan sebuah pedang yang memilih takdirnya sendiri. Pedang tersebut telah berkali-kali berpindah tangan, dan orang-orang yang dipilihnya untuk menjaga ataupun hanya untuk menjadi perantara agar tersampaikan kepada si penjaga, bukanlah sembarang orang. Tersebut Lelananging Djagad (Djagad) dan Laras Maharani (Laras) yang menjadi tokoh sentral, yang menjadi perantara, bukanlah orang-orang biasa. Laras merupakan cucu dari Djagad.



Berikut silsilah beberapa tokoh yang terdapat dalam novel KPP.

Pertunjukan Barongsai dan Elemen-elemen Pembangunnya

Kebudayaan sifatnya bermacam-macam, akan tetapi oleh karena semuanya adalah buah adab (keluhuran budi), maka semua kebudayaan selalu bersifat tertib, indah berfaedah, luhur, memberi rasa damai, senang, bahagia, dan sebagainya. Sifat kebudayaan menjadi tanda dan ukuran tentang rendah-tingginya keadaban dari masing-masing bangsa (Dewantara; 1994). Kebudayaan Indonesia beraneka ragam, namun pada dasarnya terbentuk dan dipengaruhi oleh kebudayaan besar lainnya seperti kebudayaan Tionghoa, kebudayaan India dan kebudayaan Arab. Kebudayaan Tionghoa masuk dan mempengaruhi kebudayaan Indonesia karena interaksi perdagangan yang intensif antara pedagang-pedagang Tionghoa dan Nusantara (Sriwijaya). Selain itu, banyak pula yang masuk bersama perantau-perantau Tionghoa yang datang dari daerah selatan Tiongkok dan menetap di Nusantara (Indonesia).

TIONGHOA ISLAM, LAKSAMANA CHENG HO

Cheng Ho yang nama aslinya Ma He atau dikenal juga dengan sebutan Ma Sanbao adalah seorang keturunan suku Hui yang beragama islam dan hidup dengan keluarganya di bagian K’un yang terletak di ujung baratdaya danau Tien Chih di provinsi Yun-nan. Cheng Ho dilahirkan sekitar tahun 1371, putra kedua dari Ma Hazhi (Haji Ma) dan Wen. Tahun 1382 ketika Cheng Ho berusia 11 tahun Yun-an yang dikuasai Dinasti Yuan direbut oleh Dinasti Ming. Para pemuda ditawan, bahkan dikebiri, lalu dibawa ke Nanjing untuk dijadikan kasim istana. Termasuk juga Cheng Ho yang diabdikan kepada Raja Zhu Di di istana Beiping (sekarang Beijing).

Ma He termasuk orang yang berpendidikan, ia mempelajari seni-perang dan mempunyai disiplin yang tinggi. Tahun 1403, ketika putra mahkota Yen yaitu Chuti (putra keempat Kaisar Hung-wu) menjadi kaisar Ch’eng-tsu, Ma He diangkat menjadi pembantu terdekatnya. Pada tahun 1404 ia mendapatkan perhatian Kaisar sehingga diberikanlah julukan Cheng, dan diangkat sebagai Laksama Besar yang bertugas membawahi para laksamana. Pada suatu ketika Raja Yen berhasil mengalahkan musuh-musuhnya dan naik tahta di Kekaisaran Ming dengan menggunakan gelar Zhu Di.

29 Oktober 2010

Curcol -curhat colongan-

Hmmm, sudah lama saya tidak mengupdate blog saya. Ada perasaan kangen tentu saja. Saya memang perlu mencurahkan kegalauan dan keresahan hati saya ini di blog, dalam bentuk apapun tentu saja. Tidak harus melulu cerpen atau puisi, tetapi juga bisa sebuah percakapan. Ya, percakapan dengan Anda, atau juga boleh bercakap-cakap dengan diri saya sendiri. Biarlah Anda menyebut saya orang gila, saya tidak peduli. Kebanyakan orang sukses, memang berawal dari kegilaan :) *sangat suka dengan ayah Alice ketika mengucapkan kalimat tersebut kepada Alice ketika bertanya tentang kegilaan--film Alice in Wonderland*

Untuk posting kali ini, saya tidak ingin berkata apa-apa. Saya hanya ingin mendeskripsikan kegalauan hati saya sekarang. Argghh....bimbang :(

Mentawai yang diterjang tsunami dan gempa, Merapi yang telah siap untuk memuntahkan lahar, Jakarta yang tetap banjir, Wasior yang belum jelas keadaannya, Anak krakatau dan beberapa gunung aktif yang lain banyak yang dinyatakan waspada... Saya galau harus di Yogyakarta, jauh dengan keluarga. *semoga saya tak jauh dari Tuhan saya*

Saya tahu, semua permasalahan hadir karena ada sebab-akibat, atapun sebaliknya ada akibat pasti ada sebabnya. Begitu juga dengan tragedi-tragedi yang telah beredar di Indonesia, tanah air tercinta.

Saya sedih, saya murung, saya tak tahu harus berbuat apa.....

27 Agustus 2010

KEMBALI


Aku termenung dalam sepertiga malam
Senyap ini telah menggugah ketakutanku
Menyeruak menerjang segala kehidupan yang ada

Kasihani aku,
Ya Penguasa langit dan bumi

Hati perih tlah teriris pedang berkarat
Hujaman itu tlah tepat menyarang
Memenuhi kepala dan pikiran
Dan aku tahu,
Hujaman itu tlah terpompa dalam aliran darahku

Ya Allah,
Tolong ridhai aku mensucikan jantungku,
Agar darah yang terpompa selalu terhias dengan nama-Mu

Ya… Allah,
Ya… Rabbi,
Mohon ampuni hamba-Mu ini,
Yang sejenak ingin terbebas dari kehidupan duniawi


3 Desember 2009

DO’A SEORANG PENDOSA

entahlah….
di mana sekarang jiwa yang dulu telah Kau tiup arwah
ibuku pun tak mengenaliku lagi

jika sampainya nanti Kau memanggilku,
tolong sampaikan ibuku bahwa anaknya telah mati
anak yang telah mendurhakainya
anak yang tak berbakti kepadanya
anak yang tak menjalankan perintahnya
apalagi perintahMu?
tak pernah kusinggung-singgung

sampaikan pula kepadanya, aku meminta maaf

aku percaya Kamu ada
aku ada juga karena Kamu

Kamu….
Kamu yang telah menentukan takdirku
Kamu yang telah membuka pilihan untukku
tapi aku telah salah menentukan langkahku

apakah Kamu akan memaafkanku?
adakah Kamu akan membuka pintu taubat untukku?

sekarang aku telah menyadari kesalahanku
menyesali semua tingkahku yang tak menjadi kehendakMu
aku ingin kembali ke jalanMu
kembali menekuni agamaMu
agar jantung ciptaanMu,
disetiap detakannya terdengar namaMu

teruntuk ibu,
aku malu kepadamu
harusnya aku meneruskan perjuanganmu

7 Desember 2009

25 Agustus 2010

SAKSI NYATA

Saya masih tetap berjalan meskipun mendung senantiasa menenggelamkan angan yang melambung. Saya masih tetap bermimpi meskipun hanya menjadi sebuah bualan orang-orang syirik yang tak berhati. Ya, saya akan tetap bertahan meskipun masih bisa mendengar teriakan manja kucing jalang sialan. Kucing jalang yang telah membawa saya ke alam fana, yang telah memberi saya kehidupan yang tak pernah terduga.
“Mas, ini bagaimana? Kamu harus tanggung jawab,” katanya memaksa. Si Mas yang diajak bicara hanya tertegun dan selang kemudian ia berucap, “ini ada nomor telepon. Kamu bisa menghubunginya, dan pasti ditanggung beres.” Si Mas terlihat santai dengan sarannya itu. “Ah, sudah biasa dia!” cerocos saya, yang tak pernah di dengarnya. Ia yang juga saya ketahui telah beberapa kali mengalami hal itu, langsung meminta nomor telepon berserta uang. “Yang ini juga sudah biasa,” kata saya kepadanya, dan juga tak akan pernah terdengar olehnya.

Pengakuan Bilik Termenung

Aku telah lama berdiri kokoh di sini, menjadi hunian sementara oleh orang-orang yang ingin menyalurkan hasrat diri. Aku bukanlah tempat suci. Akan tetapi, tak sedikit orang yang mengagumi. Bahkan, mereka menganggapku sebagai tempat terindah untuk inspirasi, memberi rasa nyaman, dan kepuasaan hati yang tak terperi. Tanpa disadari, kejujuran akan selalu terungkap di sini, di tempat ini.
***

“Fa, gua duluan ya yang mandi. Sekalian ni. Uda kebelet gua!” pinta seorang wanita berumur sekitar 21 tahun kepada temannya, Zulfa. Segera, ia melucuti pakaiannya, dan serta merta mendudukkan pantatnya ke koslet. Sejurus ia termenung, sedih. Bisa terlihat kesedihan itu dari titik air mata yang telah meluncur, menyatu dalam genangan air di lantai. Makin lama kian menjadi. Ia tengah menikmati keadaannya dengan terisak. “Gua uda nggak perawan,” rintihnya, seirama dengan bunyi ingus yang dia semprotkan, dan bunyi “plung” di bawah sana. “Cha, lu uda selesai belum? Cowok gua mau numpang ke belakang ni,” teriak Putri, membuyarkan renungan Rossa yang biasa dipanggil Ocha itu. “Bentar lagi Put,” kata Chaca menimpali.

Nasib Seekor Ulat Bulu

Di sebuah taman bunga nan indah hiduplah seekor ulat bulu yang gendut. Matanya bulat, tubuhnya berwarna hijau, jalannya sangat lambat, dan tentunya memiliki bulu-bulu halus di seluruh permukaan kulitnya. Di taman bunga, ulat memakan dedaunan yang berasal dari bunga-bunga cantik di taman itu. Hingga pada suatu hari terdengarlah perbincangan antara bunga yang satu dengan bunga yang lain.
“Bagaimana ini, ulat bulu yang gendut itu memakan daun kita terus-menerus,” kata bunga berwarna kuning.
“Daun kita menjadi berlubang-lubang gara-gara dimakan ulat jelek itu,” kata bunga berwarna oranye melanjutkan.
“Bagaimana kalau kita musuhi saja ulat gendut itu? Biar daun-daun kita tidak dimakan lagi,” usul bunga berwarna merah muda.

02 Agustus 2010

Lika-Liku “Garam”

Garam (garam dapur dan garam makan) di Jawa kebanyakan diproduksi di daerah pesisir pantai utara Jawa. Garam merupakan senyawa kristalin NaCl yang merupakan klorida dan sodium, dapat larut dalam air, dan asin rasanya. Dalam pengertian kimia, garam adalah hasil reaksi asam dengan basa, yaitu satu atau lebih atom hidrogen pada asam diganti oleh satu atau lebih kation suatu basa.

menggaruk garam kristal
Di daerah Pati, khusunya Juwana di desa Agung Mulyo, banyak terdapat petani garam tradisional. Hal ini dikarenakan daerahnya yang dekat dengan laut (fungsinya untuk mempermudah suplai air laut dan pembuangannya), tanahnya yang landai, merupakan tanah liat sehingga daya retaknya rendah. Biasanya tanah yang dipergunakan untuk lahan pembuatan garam kristal (koen) merupakan bekas lahan tambak. Ketika musim kemarau, lahan tambak yang banyak airnya itu dikeringkan. Lahan yang sudah kering tersebut kemudian diratakan sehingga merata. Lahan yang permukaannya rata itu kemudian diberi air laut hingga lebih kurang 8 cm. Setiap 10—15 hari, garam yang telah mengkristal di atas lahan padat tersebut dipungut dengan menggunakan garuk khusus garam.

01 Agustus 2010

Hasrat Imajiner

“Selamat pagi!” katanya.
“Selamat pagi, duniaku,” jawabku sambil menggeliatkan badan yang masih menempel di tempat tidur. Aku usap-usap dia yang senantiasa menemaniku. Pagi yang cerah kurasa, dan aku telah siap untuk menjalani aktivitas hari ini.

Seperti biasa, rutinitas pagi hari yang aku kerjakan hanyalah mandi, sarapan, dan kerja. Aku masih lajang. Meskipun usiaku menginjak kepala tiga, akan tetapi aku bahagia dengan hidupku yang seperti ini. Mungkin Tuhan belum mempertemukan aku dengan patahan tulang rusukku. Suatu saat, aku yakin, aku pasti akan menemukannya.

29 Juli 2010

Hujan Kangen

Sungguh ingin kuurai rasa rindu ini seperti amoeba mengurai bahan organik

Lautan rindu telah menjadikan gelombang besar nan kuat sehingga tanggul pun tak bisa menahannya lagi

Telah lelah oleh ku mengungkap hasrat rindu yang tersimpan di dada, hanya dengan lewat kata-kata

Seperti gunung berapi yang ingin menyemburkan laharnya, begitu pun denganku. Rindu itu telah membeludak seperti lahar yang panas

Aku ingin menemuimu, menatap kedua matamu, agar kamu bisa merasakan pancaran rindu yang tersirat dari tetesan air mataku

11 Juli 2010, 01:03 pm

Pernah mejeng di Kaskus

Aku, Kamu, Kita

(dalam cinta)

aku menghormatimu ketika orang lain mencemoohmu
aku hadir di saat kamu terluka, dan kamu hadir di saat aku membutuhkan cinta
aku dibohongi dan kamu dikhianati

aku, kamu
biarkan kubersandar di pundakmu
dan aku akan berkisah tentang diriku

kamu, aku
beristirahatlah di pangkuanku
dan aku akan selalu setia menungguimu

kita...
selalu bersama dalam asa
selalu bersama dalam cita

semoga selamanya

11 Juli 2010 09:51 PM


28 Juli 2010

ANAK SETAN

Aku masih tetap berjalan meskipun mendung senantiasa menenggelamkan angan yang melambung. Aku masih tetap bermimpi meskipun hanya menjadi sebuah bualan orang-orang syirik yang tak berhati. Ya, aku akan tetap bertahan meskipun masih bisa kudengar teriakan manja kucing jalang sialan. Kucing jalang yang telah membawaku ke alam fana, yang telah memberiku kehidupan yang tak pernah terduga.

“Anak Setan! Ngapain di situ, nguping?” katanya berlalu dengan kibasan muka membelakangiku. Aku yang masih terduduk di samping kamar hanya memandang perempuan yang masih kelihatan sangat muda itu. Dengan balutan lisptik merah yang telah memudar, perempuan itu kembali mengambil cermin dan menambahkan beberapa poles lipstik merah kesayangannya. Aku masih tetap terduduk, terdiam, dan tak mengerti dengan semua tingkahnya, juga dengan semua sebutan-sebutan yang sering ia tujukan untukku. Akan tetapi, aku juga punya sebutan untuknya. Aku senang menyebutnya mama Setan tetapi teman-teman, kenalan-kenalan, dan semua yang mengenal mama Setan memanggilnya hanya dengan sebutan mama. Menurutku, mama senang dengan sebutan yang aku berikan. Awalnya, aku hanya iseng memanggilnya dengan sebutan mama Setan karena aku sering dipanggil anak Setan. Dan terbukti, aku langsung dipanggilnya dengan anak Setan berkali-kali.

02 Juni 2010

Homoseksual: Kelainan atau Kesenjangan?

Kelainan seksual pada manusia memang beragam jenisnya. Salah satunya adalah homoseksual. Homoseksual merupakan keadaan tertarik terhadap orang dari jenis kelamin yang sama. Termasuk di dalamnya yaitu gay, lesbian, dan waria. Gay adalah istilah untuk laki-laki yang mengarahkan orientasi seksualnya kepada sesama laki-laki. Lesbian merupakan istilah untuk perempuan yang mengarahkan orientasi seksualnya kepada sesama perempuan. Sedangkan, waria, istilah untuk laki-laki yang lebih suka berperan sebagai wanita (waria: wanita-pria; wadam: hawa-adam).

Seorang gay ataupun lesbian akan menyayangi dan mencintai pasangannya, baik secara fisik, seksual, emosional, bahkan spiritual. Seorang gay akan lebih mengutamakan penampilan, dan sangat memperhatikan apapun yang terjadi pada pasangannya. Berbeda dengan lesbian, sepasang lesbian biasanya berperilaku berbanding terbalik dari salah satu di antara mereka. Sedangkan, seorang waria akan terlihat sebagai seorang penyayang yang berperilaku seperti wanita. Tidak tanggung-tanggung, banyak di antara waria yang benar-benar mengilhami perannya dengan mengenakan kostum wanita dan berupaya mengubah tubuhnya yang dulunya laki-laki agar tampak seperti wanita.

28 Mei 2010

SEJUTA TOPENG SEORANG PENIPU

Penipuan memang selalu menjadi trend. Meskipun hanya sedikit kerugian yang diterima oleh si korban, akan tetapi tetap saja hal itu disebut melanggar hukum karena merugikan orang lain. Motif penipuan yang sering dijumpai adalah meminta tolong. Meminta tolong dengan wajah memelas memang membuat orang yang meluhat akan merasa kasihan dan akhirnya akan membantu. Berikut beberapa peristiwa yang dapat dijadikan pelajaran.

“Maaf Mbak, mau minta tolong. Kalau mau ke terminal naik jalur berapa ya? Ini saya mau ke Jombang lewat Solo mampir dulu ke tempat saudara di Jogja, naik bus lagi tahu-tahu dompet saya hilang. Hilang semuanya,” kata seorang Bapak yang kira-kira berusia lima puluhan dengan ekspresi mimik wajah memelas. Bapak tersebut tidak sengaja diketemui di depan fakultas perikanan UGM Jogjakarta (4/10), sekitar pukul 08.30 WIB ketika berjalan menuju ke sunmor (Sunday morning). Lawan yang dimintai pertolongan, atas dasar belas kasihan memberi ongkos Rp10.000,00 kepada bapak tersebut, serta memberitahu jalur bus, dan bus apakah yang menuju ke Solo. Akan tetapi, ada sesuatu yang aneh. Ketika ada seorang anak laki-laki (12 tahun) melewati bapak dan orang yang dimintai tolong itu, anak laki-laki tersebut turun dari sepedanya dan memandang mereka dengan raut muka menyelidik. Anehnya, bapak teesebut melihat anak laki-laki itu dan mengusirnya dengan isyarat tangan yang dihempaskan ke arah anak laki-laki itu. Anak laki-laki itu kemudian pergi meninggalkan mereka.

07 Mei 2010

Pengarang Pelestari Tradisi dan Budaya Jawa (Novel Astral Astria)

Judul buku : Astral Astria
Penulis : Fira Basuki
Penerbit : PT Grasindo, Jakarta
Cetakan : kedua, Juni 2008
Tebal buku : 342 halaman
Harga : Rp39.270,00

Pengarang yang berkerja sebagai Pemimpin Redaksi Majalah Cosmopolitan (MRA Media) ini telah menghasilkan banyak tulisan di ranah fiksi. Fiksi yang telah dihasilkannya bergenre sastra novel. Novel yang sudah diterbitkan antara lain: trilogi (Jendela-Jendela, Pintu, Atap), Biru, Rojak, dwilogi (Astral Astria dan Paris Pandora). Astral Astria dikemas kover yang menarik yaitu seorang wanita dalam keadaan menari (ritual), dan didominasi warna cokelat dan merah tua. Berikut sinopsisnya:

29 April 2010

Pudarnya Tata Krama Bahasa Jawa

Masyarakat Jawa memiliki bahasa daerah yaitu bahasa Jawa. Bahasa Jawa yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakatnya, telah menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan. Bahasa Jawa telah menjadi pengikat kebudayaan. Akan tetapi, agaknya pengikat tersebut telah terabaikan dan menjadi hal yang sulit untuk dicari. Masyarakat Jawa telah kehilangan identitasnya sebagai penyandang bahasa ibu, yaitu bahasa Jawa.

Bahasa Jawa memiliki tata krama bahasa, atau istilah dalam bahasa Jawanya adalah unggah-ungguh bahasa. Tata krama bahasa Jawa ini dibagi menjadi tiga jenis yaitu

23 April 2010

DEWIKU

Aku jatuh cinta pada pandangan pertama – ketika itu usiaku 29 tahun. Aku mengenalnya dari pertemuan singkat bersama seorang sepupu. Mereka berteman. Beberapa bulan mengenalnya, aku beranikan diri untuk meminang. Aku temui orangtuanya dengan keyakinan, aku pasti bisa memberi nafkah lahir-batin walaupun hanya seorang tukang kayu yang tidak tentu kerjanya. Mereka menyetujui, begitu juga dengan dia. Aku gembira, gembira sekali. Tentunya orangtuaku juga sudah menyetujui. Mereka yakin gadis yang akan menjadi ibu dari anak-anakku adalah seorang yang baik dan berbakti kepada suami.

Menjelang hari pernikahan, semua sanak-saudara hadir memeriahkan hari jadi kita dengan berbahagia meskipun pesta hanya alakadarnya saja. Apalagi aku?

01 April 2010

FILOSOFI KACAMATA (KUDA)

Lagi......^^ salah satu tugas esei di perkuliahan :) patut dibaca! hehe

Berkacamata (Kuda)

Kacamata telah berkembang menjadi beragam bentuknya. Dari yang jadul (zaman dulu), modern, dan unik masih tetap dipakai sebagai pelengkap pandangan mata. Terlebih sekarang ini, kacamata menjadi trend gaya model tersendiri. Banyak orang pun lebih senang memakai kacamata karena kenyamanan yang diberikan oleh kacamata. Mari coba ditilik, apa arti leksikal dari kacamata ini?

Kacamata adalah lensa tipis untuk mata guna menormalkan dan mempertajam penglihatan (ada yang berangka dan ada yang tidak). Jenis kacamata ini diperuntukkan bagi mereka yang mengalami kelainan lensa mata seperti rabun jauh (miopi), harus menggunakan kacamata minus; rabun dekat (hipermetropi), harus menggunakan kacamata plus; ataupun rabun jauh-dekat yang kebanyakan diderita oleh orang tua. Pengindap rabun jauh-dekat ini harus memakai kacamata plus-minus. Kacamata ini memang digunakan seseorang untuk menormalkan dan memperjelas penglihatan. Kacamata ini jelas sangat dibutuhkan dan menjadi suatu kewajiban bagi mereka yang mengalami kelainan lensa mata untuk memakainya.

Selain berfungsi untuk menormalkan dan mempertajam pandangan, kacamata juga berfungsi sebagai pelindung lensa mata. Kebanyakan orang telah mempergunakan fungsi yang kedua ini. Inilah yang dimaksud kacamata menjadi trend gaya model masa kini. Kacamata riben (kacamata yang berwarna gelap) misalnya, berfungsi untuk melindungi mata dari sinar matahari. Mata akan terlindung dari sinar ultraviolet (uv) yang dipancarkan oleh matahari langsung. Kacamata ini akan mencegah penerimaan langsung sinar uv pada lensa mata. Namun tidak semua orang memakai kacamata untuk alasan melindungi lensa mata, tetapi juga untuk alasan trend model.

Lalu, bagaimana dengan kacamata kuda? Apakah kuda memiliki kelainan lensa mata sehingga mempergunakan kacamata?

06 Maret 2010

Monolog Jiwa

Sepi..., aku akan berdialog
Tolong jangan anggap aku terkena gangguan jiwa

"Aku ingin lupakan pilihan yang dulu memusingkanku!"

Biarkan aku berdialog lagi
Lepaskan jiwaku untuk terbang menikmati kebebasan berdialog tanpa batasan

Aku ingin berpantomim atau bermonolog
Karena semua akan terdiam.

Aku ingin semua memahaminya
Bukan dari mulutku, tapi dari caraku
Bukan dari diriku, tapi dari dirinya sendiri

"Biarkan aku tertidur sekarang!"

25 Februari 2010

Diklat Jurnalistik (DJ) 2010 -hari pertama-

Diklat Jurnalistik (DJ) 2010
Oleh HMTI (Himpunan Mahasiswa Teknik Industri) UGM yang didukung oleh Tim Diklat Kompas

Diklat jurnalistik yang dilaksanakan tanggal 3-6 Februari 2010 di ruang KPTU lantai dua diikuti oleh 61 peserta. Peserta tidak hanya dari golongan mahasiswa tetapi juga terbuka oleh umum.

Berikut ceritaku sebagai seorang peserta DJ 2010 ^^

Hari pertama/ Rabu, 3 Februari 2010/ pukul 08.00-16.00
Peserta diberi materi oleh tim diklat Kompas. Pematerinya yaitu Mas Luwi, Mas Pepih, Mas Wisnu, Mas Cahyono, Mas Pudjo, dan Mas Santoso. Perlu diketahui bahwa panggilan Mas tidak merujuk kepada usia, tetapi lebih merujuk kekerabatan (lebih terasa kekeluargaannya).

Materi yang diberikan oleh Tim juga bervariasi. Tentang peranan media dan lembar daerah oleh Mas Pudjo, kewartawanan oleh Mas Luwi, nilai berita dan jenis berita oleh Mas Wisnu, menulis cepat oleh Mas Pepih, selukbeluk wartawan beserta tetekmbengek-nya oleh Mas Santoso serta merangkap sebagai moderator dalam diskusi, juga desain grafis koran (pada hari ketiga) oleh Mas Cahyono.

Hari pertama dibentuk sepuluh kelompok untuk menjalankan tugas yang akan diberikan oleh Tim. Kelompok sudah ditentukan oleh Panitia. Saya ada pada kelompok tujuh yang terdiri dari enam orang. Mereka adalah: saya, Riesa (mahasiswi Teknik Industri UGM ‘08), Aga (siswa kelas 2 SMA N 3 Jogjakarta), Sisca (Mahasiswi Atmajaya Jogjakarta ‘09), Rizki (mahasiswa UIN Jogjakarta ‘06), dan Diansuci (umum, sudah lulus kuliah).

Tugas yang diberikan adalah peliputan/praktik lapangan dan pencarian data oleh tiap-tiap peserta. Jadi, satu kelompok akan menghasilkan enam berita/artikel.

Usai diklat hari pertama, kelompok tujuh mulai berkumpul mendiskusikan topik berita atau artikel yang akan ditulis. Untuk tulisan ini, para peserta agaknya diwajibkan untuk bisa bekerja sendiri.

SAya heheheh.. saya mengambil topik tentang Portal semi-otomatis UGM. Betapa semangatnya saya. Cerita lebih lanjutnya akan saya tulis di hari berikutnya.... tunggu kelanjutannya :)

Maaf, foto Riesa tidak ada... Foto yang saya dapat cuma itu.

24 Februari 2010

Nasi Gandul: Kuliner Khas Pati, di Jogja?

Feature ini saya buat semata-mata karena tugas perkuliahan MEnulis Kreatif. Dari pada hanya menjadi bacaan sendiri, lebih baik aku share ke blog. hehe

SEdikit cerita. Mahasiswa yang mengikuti kuliah ini kira-kira empat puluh orang. Nah dari ke-40 feature itu, oleh Bapak Aprinus Salam (dosen pengampu) menyeleksi menjadi sepuluh feature. Hihihi, walaupun hanya sebatas latihan, tapi saya senang karena bisa masuk kesepuluh feature tersebut. HAnya sayangnya, belum bisa menjadi yang terbaik dari feature2 teman2 yang juga baik dan sangat menarik.

Hihi, dosen pengampu mata kuliah ini memang unik. Beliau tidak segan mencaci karangan kita apabila memang tidak sesuai dengan keinginannya. TApi menurut saya, hal itu justru memacu semangat untuk lebih baik lagi. Yang terbaik dapat duit 50rb (uang yang terkumpul dari mahasiswa yg mengikuti kuliah @ Rp1.000,- kalau kurang dari 50rb, Bpk Aprinus akan menambahi)...hahahahha tapi kalau yang terbaiknya dua, 50rb-nya juga dibagi dua. Hehehehe... Lumayanlah, sebagai anak kos.

Berikut feature saya ^^

Apa yang akan terlintas di benak Anda jika Anda mendengar sebutan “nasi gandul”? Mungkin Anda akan mengira bahwasanya itu adalah nasi yang bergelantung, atau nasi yang digantungkan, atau mungkin hal-hal lain yang berkaitan dengan hal “gandul” tergantung dari imajinasi seseorang. “Pertama kali saya mendengar nasi gandul, yang saya pikirkan, apakah nasinya itu digantung? Namanya gondal-gandul?” tutur Tina (24) mahasiswi asal Palembang. Berbeda lagi dengan penuturan Denta (22), mahasiswi asal Tulungagung, “saya penasaran, apa artinya ‘gandul’?” Akan tetapi, hal itu tidak akan terjadi apabila yang mendengar sebutan tersebut adalah masyarakat Pati (Jawa Tengah) dan sekitarnya.

17 Februari 2010

LYK (episode terakhir) hehe

Lintang

Dan ternyata kenyataan berkehendak lain. Ketika aku tak dekat dengan Dimas (berada dalam kota yang berbeda), Gina meneleponku. Ahhh...seandainya kita semua dalam satu kota, pasti tidak seperti ini ceritanya.
"Hallo," sapanya ketus.
"Iya hallo," kujawab ragu-ragu. Antara sedih dan kalut beradu menjadi satu.
"Lintang, kamu tahu kan kalau Dimas itu pacar aku! Dan kamu tahu gak sih, Dimas itu main-main nembak kamu! Kalau gak percaya, kita conference bertiga," kata Gina menggebu-gebu, seakan tak sabar membuatku terkejut dengan apa yang dikatakannya.

15 Januari 2010

LYK (dua episode terakhir ^^)

(KELANJUTAN DIMAS)
….
Gina bertanya menyelidik kepadaku, “Lintang itu siapa?”.
“Ooo, teman di kampung,” jawabku. Aku tidak berbohong. Aku mengenal Lintang di kota tempat tinggal aku dulu.
“Tapi kenapa SMS dia seperti itu?” tanyanya.
“Cemburu ya…,” rajukku, mengalihkan pembicaraan.
“Kalau kamu gak mau ngaku, aku telepon dia sekarang,” ancam Gina kepadaku. Aku tidak bisa berkata apa-apa lagi. Tidak lama kemudian, Gina sudah siap dengan HP di telinganya.

“Hallo,” Gina memulai pembicaraan lewat telepon selular itu. Aku hanya terdiam. Aku tak tahu harus berbuat apa. “Biarlah mereka menyelesaikannya sendiri!” kataku dalam hati. Aku tahu, Lintang tak akan bicara sesuatu yang aneh, Lintang pasti akan membela hubunganku dengan Gina, walaupun sebenarnya ada yang bergemuruh dalam dadaku.

Seusai telepon, Gina hanya terdiam. Aku bingung, aku tidak tahu apa yang mereka bicarakan, dan bagaimana jawaban Lintang. Aku hanya berdoa, mereka berdua baik-baik saja.




GINA

“Aku gak bisa maafin kamu Dim! Sudah beberapa kali kamu seperti ini kepadaku,” itu adalah kalimat yang kulontarkan kepada Dimas, beberapa hari yang lalu sejak kejadian bersama dengan Lintang.

Aku tidak habis pikir, bagaimana bisa Dimas melakukan ini semua kepadaku. Dia bersumpah demi nama Tuhan-nya. Demi Lintang, Dimas membodohiku dan membohongi Tuhan-nya. Setega itukah kamu Dim? Telah berulang kali kamu seperti ini, dan kamu tidak pernah jera?

Aku sakit Dim. Aku tulus mencintai kamu. Senantiasa selalu berada di sampingmu, tapi seperti inikah balasanmu kepadaku? Terlebih lagi, kau membohongi Tuhan-mu demi seorang yang bernama Lintang? Kamu jahat Dimas. Kamu tak menghargai semua yang kulakukan untukmu selama ini.

“SMS dari siapa sayang?” tanyaku kepada Dimas.
“Bukan siapa-siapa, cuma teman SMS nanya tugas kok,” jawabnya.
Hp-nya berdering kembali. Ketika itu, Dimas lagi ke belakang. Aku baca SMS yang baru masuk itu.
“Lagi apa Dim? Sudah makan belum? Aku kangen kamu.”
“Siapa ini? Kenapa dia begitu perhatian sama Dimas?” tanyaku dalam hati.

Lintang yang telah merusak keharmonisan hubunganku dengan Dimas.