19 Desember 2010

Dampak Perkembangan Seni Wisata Terhadap Kebudayaan "Mahakarya Borobudur"


8 MAret 2009

Dewasa ini perkembangan seni di Indonesia sangat variatif. Banyak budaya yang masuk di Indonesia dan berkembang sehingga terkadang muncul kebudayaan baru akibat dari perkembangan pola pikir masyarakat. Salah satunya adalah pertunjukan Sendratari ‘Mahakarya Borobudur’ yang lebih digiatkan lagi untuk menghidupkan suasana malam candi Borobudur, Jawa Tengah. Ini dilakukan karena biasanya setelah pukul 18.00 WIB Borobudur telah ‘habis’, dan untuk menghidupkan wisata malam yang menakjubkan maka diselenggarakanlah Sendratari tersebut.


Sendratari ‘Mahakarya Borobudur’ berkisah tentang sejarah pembangunan candi Borobudur di antara kali Elo dan Progo (Magelang), sekitar abad delapan, masa pemerintahan dinasti Syailendra yang dipentaskan selama kurang lebih dua jam. Sedangkan pementasannya di panggung Aksobya, timur kaki candi Borobudur. Pada tahun 2007 pemain terdiri dari 160 orang gabungan seniman Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta dan Magelang, serta kursi/ tiket yang disediakan oleh penyelenggara adalah 500 tiket dan terjual habis. Tiket tidak hanya terjual untuk kalangan masyarakat Indonesia tapi juga luar negeri, antara lain Jepang dan Malaysia.

Seni wisata candi Borobudur sejatinya tidak merugikan siapapun justru semakin memberi keuntungan (bukan hanya dari segi materi) bagi berbagai pihak. Dengan diselenggarakannya Sendratari ‘Mahakarya Borobudur’, Candi Borobudur akan semakin terkenal dengan budayanya dan bukan hanya Borobudur namun seluruh masyarakatnya sebagai bagian dari empunya candi Borobudur. Selain itu masyarakat juga akan semakin mengilhami dan menyukai budaya dahulu yang sekarang mulai memudar karena berkembangnya budaya barat/ modern yang masuk ke Indonesia. Dengan adanya Sendratari ‘Mahakarya Borobudur’ diharapkan seni budaya di Indonesia semakin berkembang dan disukai khalayak masyarakat.

2 komentar:

Pakeko mengatakan...

Semoga kebudayaan Indonesia tetap lestari. Salam Kenal!

Suntea mengatakan...

terima kasih pak eko, atas kunjungan dan partisipasinya :)