13 February 2013

Software, Website, Rekaman, dan Video (Narsis)

Saya kepengin cerita mengenai kenarsisan saya. Ya, mumpung saya lagi pede (percaya diri). Sombong? Bukan bukan! Ini bukan sombong. Ini hanya sekedar pamer hmm bukan juga, sekedar sharing, ahh mungkin itu kata yang tepat :D

Saya memang suka nyanyi dan suka main alat musik. Meskipun ketika saya nyanyi, bahan-bahan yang terbuat dari kaca pasti akan pecah, dan ketika saya memainkan alat musik, pasti alat tersebut akan rusak. Tapi inilah saya. Yang penting hepiiii :)

Beberapa bulan yang lalu saya berkenalan dengan game online ShowTime Indonesia (pernah saya bahas di SINI). Dan semenjak itu kenarsisan saya semakin memanas. Iya, benar-benar memanas.

Sebelum saya mengenal game ini, saya memang sudah sering merekam suara saya dan gitar saya yang cempreng melalui rekam hape atau laptop. Hingga pada akhirnya ketika teman saya mengupload beberapa rekamannya di SounCloud.com saya penasaran bertanya, "ini rekamnya pakai apa? Suaranya bisa bagus begitu?" Dia menjawab, " pakai Audacity."

Yak, setelah itu saya mencari software rekaman tersebut. Audacity ini keren. Bisa dimiliki secara gratis dan editornya lengkap. Sayangnya, saya masih belum pandai mengoperasikan software ini :D Untuk download software ini bisa langsung didownload di website resminya AUDACITY.

Setelah memiliki audacity saya jadi rajin rekaman. Jadi sering genjreng dan ketawa-ketawa sendiri di kamar. Tingkat kenarsisan saya meningkat 1% Lhah! Emang dulunya berapa? Heheheh... entahlah.

Seperti yang sudah saya ketik di atas, saya mengetahui upload rekaman teman saya di soundcload.com. Kenapa saya memilih soundcloud? Jawabannya gampang! Karena itu yang saya tahu, dan teman-teman banyak menggunakan jasa web tersebut. Sehingga sayapun ngintil pakai jasa web tersebut untuk memajang rekaman-rekaman cempreng nan wagu saya di situ.

Apa! Penasaran? Oh, sebentar! :D
Di sana sudah ada 10 rekaman saya. Ahaha gak ada yang bener sebenarnya. Semuanya cempreng dan cacad. Tapi memang prinsip saya hanya satu, have fun. Yang penting hepi :D

Profil dan rekaman saya di soundcloud bisa dibuka di SINI.

Sudah cukup sampai di sini? Belum :D

Ternyata tingkat kenarsisan saya tidak hanya meningkat 1 % tapi lebih dari itu. Dengan pedenya saya membuat video rekaman saya pas nyanyi dan gitar. Tanpa ada rekayasa dan edit. Semuanya murni dan tentu saja hasilnya gak ada yang bener :D

Baru ada 2 video yang saya upload di Youtube.com. Sebenarnya masih ada banyak rekaman video di leptop, tapi cacadnya nauzubillah. Untuk rekaman videonya bisa dilihat di SINI. Dan ini salah satunya :D


Oke, sekian kepedean saya yang ingin saya ceritakan. Ini bukan sombong, hanya sekedar mengajak hepi temen-temen.

Terima kasih yang tak terhingga untuk pemilik software dan website yang saya cantumkan di sini :)

Berkat kalian, kenarsisan saya tersalurkan :D

07 February 2013

(Harus) Mandi!


Untung pas posting ini saya sudah mandi. Jadi, tidak ada alasan untuk tidak menyuruh pembaca blog ini untuk mandi :D

Kenapa topik kali ini mandi?

Pengalaman ketika ngekos membuat saya jarang mandi karena tidak ada kesadaran ataupun suruhan dari orang lain. Mandi tidak menjadi kebutuhan saya waktu itu. Mandi menjadi sangat dibutuhkan ketika akan kuliah atau pergi sama gebetan/pacar ahahahahah. Saya akui—berhubung sekarang bukan anak kuliahan lagi—saya pernah beberapa kali tidak mandi ketika kuliah. Kenapa? Alasan klasiknya sih karena TELAT atau buru-buru harus mengumpulkan tugas/UAS takehome karena baru dikerjakan satu malam menjelang pengumpulan tugas << jangan ditiru!

Bagi anak kos—khususnya saya dulu—, mandi 2x sehari itu tidak wajib.  Bahkan masih untung bagi anak kos yang lain bisa mandi sehari sekali :D

Tapi itu dulu, dulu ketika saya masih menjabat sebagai anak kos yang jarang mandi. Sekarang? Sekarang saya rajin mandi, 2x sehari tepat waktu. Bukan karena sadar sih, tapi lebih karena ingin menghargai orang lain. Ahahahha bayangkan kalau saya tidak mandi, keluarga di sekitar saya pasti sudah mencibir :D

Oke kembali ke topik.

Dulu saya memang mengabaikan mandi. Akan tetapi, ketika saya mulai mencari pengalaman di EO (event organizer) saya mendapat pencerahan akan hal ini. Dan sampai sekarang saya pun masih mengingatnya. Nasihat itu masih terpatri dalam memori #angel

Dulu saya wira-wiri ke luar kota 1-2 hari, menginap di tempat kerja cari pengalaman, wira-wiri sampai larut malam. Sehingga hal ini terkadang membuat saya malas mandi. Ketika senior (baca: atasan) saya tahu akan hal ini, senior mencibir saya dan menyuruh saya untuk mandi. Tidak hanya saya, juga beberapa teman lain yang kondisinya sepertinya saya—anak kos yang tidak butuh mandi.

Senior saya ini getol sekali menyuruh yuniornya untuk mandi. Bahkan senior saya ini bisa mandi 3x sehari, dan bisa lebih dari itu. Beliau bisa mandi kapan saja, di mana saja, semaunya.

Sulit bagi kami untuk menjalankan suruhan mandi itu :D tapi tetap saja kami kerjakan karena beliau memang dengan semangatnya menyuruh kami mandi. Sampai-sampai teman saya yang tidak bawa sikat gigi, dikasihnya sikat gigi baru, dipinjami handuk, dll. Niat banget!

Hingga suatu hari ketika kami agak dongkol karena selalu disuruh mandi, beliau bercerita.
Kenapa saya selalu menyuruh kalian mandi, ketika saya sudah mandi? Jawabannya simple: agar kondisi tubuh kita sama. Coba bayangkan. Kalau saya sudah mandi tapi kalian belum, padahal pekerjaan kita banyak? Kalau saya sudah merasa fresh, dan kalian suntuk (ditambah lagi belum mandi) karena kerjaan yang banyak? Bisa gak terjadi perpecahan?
Kami diam, saya pun diam. Iya betul. Mandi sama halnya dengan menyayangi tubuh kita sendiri. Apapun hal yang disayang, pasti akan memberikan efek yang baik juga untuk kita. Seperti halnya mandi. Mandi bukan hanya sekedar kebutuhan tetapi juga memberikan pemulihan kondisi tubuh kita. Memberikan kesegaran, kebersihan, kenyamanan dan tentu saja baik bagi kesehatan.

So, jangan lagi takut sama mandi. Jangan lagi malas untuk mandi. Karena mandi juga berfungsi juga untuk menarik perhatian lawan jenis << ini apa hubungannya!

Selamat mandi: SHOWER TIME!