29 Juli 2010

Hujan Kangen

Sungguh ingin kuurai rasa rindu ini seperti amoeba mengurai bahan organik

Lautan rindu telah menjadikan gelombang besar nan kuat sehingga tanggul pun tak bisa menahannya lagi

Telah lelah oleh ku mengungkap hasrat rindu yang tersimpan di dada, hanya dengan lewat kata-kata

Seperti gunung berapi yang ingin menyemburkan laharnya, begitu pun denganku. Rindu itu telah membeludak seperti lahar yang panas

Aku ingin menemuimu, menatap kedua matamu, agar kamu bisa merasakan pancaran rindu yang tersirat dari tetesan air mataku

11 Juli 2010, 01:03 pm

Pernah mejeng di Kaskus

Aku, Kamu, Kita

(dalam cinta)

aku menghormatimu ketika orang lain mencemoohmu
aku hadir di saat kamu terluka, dan kamu hadir di saat aku membutuhkan cinta
aku dibohongi dan kamu dikhianati

aku, kamu
biarkan kubersandar di pundakmu
dan aku akan berkisah tentang diriku

kamu, aku
beristirahatlah di pangkuanku
dan aku akan selalu setia menungguimu

kita...
selalu bersama dalam asa
selalu bersama dalam cita

semoga selamanya

11 Juli 2010 09:51 PM


28 Juli 2010

ANAK SETAN

Aku masih tetap berjalan meskipun mendung senantiasa menenggelamkan angan yang melambung. Aku masih tetap bermimpi meskipun hanya menjadi sebuah bualan orang-orang syirik yang tak berhati. Ya, aku akan tetap bertahan meskipun masih bisa kudengar teriakan manja kucing jalang sialan. Kucing jalang yang telah membawaku ke alam fana, yang telah memberiku kehidupan yang tak pernah terduga.

“Anak Setan! Ngapain di situ, nguping?” katanya berlalu dengan kibasan muka membelakangiku. Aku yang masih terduduk di samping kamar hanya memandang perempuan yang masih kelihatan sangat muda itu. Dengan balutan lisptik merah yang telah memudar, perempuan itu kembali mengambil cermin dan menambahkan beberapa poles lipstik merah kesayangannya. Aku masih tetap terduduk, terdiam, dan tak mengerti dengan semua tingkahnya, juga dengan semua sebutan-sebutan yang sering ia tujukan untukku. Akan tetapi, aku juga punya sebutan untuknya. Aku senang menyebutnya mama Setan tetapi teman-teman, kenalan-kenalan, dan semua yang mengenal mama Setan memanggilnya hanya dengan sebutan mama. Menurutku, mama senang dengan sebutan yang aku berikan. Awalnya, aku hanya iseng memanggilnya dengan sebutan mama Setan karena aku sering dipanggil anak Setan. Dan terbukti, aku langsung dipanggilnya dengan anak Setan berkali-kali.