03 September 2013

Kehidupan Baru - 9 Minggu

Alhamdulillah, bisa ngisi blog lagi. Setelah sekian lama :D

Ada yang pernah bilang ke saya, bahwa manusia tak kan selama menjadi kecil. Dalam artian, tidak selamanya manusia menjadi anak-anak yang masih menggelayuti orangtuanya. Saya menyetujuinya. Bahkan meskipun sekarang saya masih menumpang di rumah orangtua saya meski sudah mempunyai suami, mungkin saya akan tetap merasa menjadi seorang yang kecil (untuk urusan tertentu).

Waktu yang dulu, ketika saya telah lulus kuliah saya pergunakan untuk main-main di rumah, sekarang sudah berkurang. Waktu yang dulu, ketika saya masih single saya pergunakan untuk keluyuran gebet sana gebet sini, sekarang sudah tak ada :v (ini (tidak) bohong). Namun sekarang, tentu saja semuanya berubah. Bahkan ketika saya mulai merasakan ada kehidupan dalam Rahim saya, rasanya sungguh luar biasa :’)

Alhamdulillah, kata dokter umurnya 9 Minggu. Masih masa “rentan” kalau mereka bilang. Jadi, harus dijaga baik-baik. Bagi saya, tentunya menjadi pengalaman baru. Mual, muntah, pusing, males, baru gerak dikit kecape’an, manja sama suami, pengen ini itu, posisi tidur rasanya semua salah, baju rasanya sempit semua di perut padahal sudah longgar, dan masih banyak lagi. Untuk menulis ini saja saya perlu berganti posisi entah berapa kali, karena punggung tak bisa diajak kompromi duduk lesehan berlama-lama.


Awalnya saya panik, serba salah. Alhamdulillah, kalau semua dijalani dengan ikhlas rasanya sangat menyenangkan karena saya tidak pernah sendiri. Ada yang menemani saya di dalam tubuh saya. Semoga kamu baik-baik di sana ya, sayang :*

waiting you grow up ....

30 Juni 2013

Curahan "Nguawur"

Sudah lama ya, hmm iya sepertinya lama sekali tidak berbagi cerita di sini.

"Apa? Berbagi cerita katamu?"

"Iya  berbagi cerita," kataku sambil malu-malu.

Dan seperti kamu bisa menebak apa yang aku pikirkan kamu berkata kembali, "berbagi cerita apa curhat?"

Aku diam. Lantas menganggukkan kepala. *ngigau bersama bayangan--sekilas info

Aaaak bingung mau nulis dari mana. Gini ni kalau sudah lama gak ketak ketik panjang. Bisanya cuman buat status facebook dan twitter hehe.

Untuk permulaan, mungkin segini dulu ya :v saya bingung mau ketak ketik dari mana. Atau mungkin dari sini *nunjuk hati. Eit, hati saya ternyata sudah ada yang punya. Sudah ada yang mengisi. Terima kasih, suamiku :P

12 Juni 2013

Tentang Rasa yang (Mungkin) Ada

Aku belum pernah membicarakan cinta kepadamu. Aku juga belum pernah memintamu untuk mengisi hatiku. Tapi tanpa itu semua, kamu mestinya tau tentang rasaku padamu. Tentang rasa yang mungkin tak pernah nyata ada, yang tak pernah nyata terlontar dari mulutku. Tentang semua rasa yang kusimpan diam-diam meski aku tak pernah bisa untuk menahannya. Dan kamu mengamini. Lantas kita dengan pendirian yang sama, harus saling menjauh. Aku memberi batas maya demi lelaki penghidupan nyataku. Maafkan aku.

*thanks a lot to mr. f

22 Mei 2013

Mimpi yang Tertunda

Aku pernah menjanjikan akan menunjukkanmu foto daerah-daerah luar negeri yang elok, tentu saja dengan aku berpose di dalamnya. Aku pernah berkata bahwa suatu saat aku akan mengajakmu berkeliling dunia. Masih ingat, bukan?

Aku merasa berdosa jika aku tak bisa mewujudkan janjiku. Bukankah itu juga merupakan harapanmu. Mana mungkin aku bisa menolak harapanmu. Di hati ini sudah terpatri bahwa aku akan selalu membahagiakanmu, entah bagaimana caranya. Bahwa aku akan selalu memenuhi permintaanmu, entah berapa lama waktu yang aku butuhkan. Aku akan berusaha untuk mewujudkannya. Demi kebahagiaanmu. Demi senyum yang akan engkau sunggingkan untukku.

Lihat, ini! Aku membawakanmu melodi warna elok negara China. Aku mulai dari sini. Ini adalah tembok raksasa China. Panjangnya lebih dari dari 8000 km. Luar biasa bukan.

Oh ya, aku lupa. Mungkin lebih baik kita mulai dari negara kita sendiri. Oke! Ini Candi Borobudur. Candi ini dibangun sekitar abad ke-8. Ah, kamu menguap. Apa kamu mengantuk? Aku baru menceritakan dua melodi warna. Masih ada melodi-melodi warna yang lain yang perlu kamu lihat.

***

Ibunya melengos. Dalam hatinya dia sangat terharu karena anak satu-satunya telah membawakan postcard dengan berbagai gambar ke hadapannya. Meskipun dia pernah menjanjikan akan memberikan foto dengan pose dirinya di dalamnya, postcard ini sudah cukup membuatnya sangat bahagia. Ia tak perlu melihat foto anaknya dengan latar belakang luar negeri. Kegigihannya untuk membahagiakan Ibu sudah dirasa sudah cukup. "Tak perlu kau bawakan ibu fotomu, Nak atau postcard-postcard ini. Cukup kamu di samping Ibu, menemani Ibu. Ibu sudah sangat bahagia. Maafkan ibu, Nak. Karena ibu struk, kamu hanya bisa tertahan di sini."

Mimpi dalam Mimpi

"Jangan lupa kerjakan PR-nya, ya?"
Lantang suara Lusi memenuhi ruangan tak lebih dari 4 x 4 meter itu. Oh, bukan. Bukan ruangan. Ini hanyalah sebuah bilik dengan dinding dari anyaman bambu. Beralaskan tanah liat merah khas pegunungan. Tikar dari anyaman rotan mereka duduki dengan sangat nyaman meski sudah disulam beberapa kali di sana-sini. Di tengah-tengah mereka hanya ada sebuah meja persegi panjang yang terbuat dari triplek seadanya. Ada tiga belas anak di bilik tersebut. Bilik yang akan membawa perubahan besar bagi anak-anak tersebut.

Lusi menghela napas panjang. Sejenak matanya terpejam. Alangkah bahagianya dia telah menjadi panutan untuk anak-anak di daerah pelosok ini. Mendidik mereka dengan barang dan perlengkapan seadanya. Tanpa seragam dan sepatu yang cantik.

"Bu Guru," panggil Muis mengembalikan kesadaran Lusi, "Bu Guru kenapa matanya merem?"

Lusi hanya tersenyum, mengelus rambut Muis yang ikal.

"Tidak, Nak. Bu Guru hanya membayangkan kalian kelak pasti akan menjadi penerus bangsa yang hebat."

"Pasti, Bu Guru. Karena Bu Guru mendidik kami dengan sangattttttt baik. Dan Bu Guru juga pintar!" tutur Muis dengan pose kedua jempol yang diarahkan di hadapan Lusi.

Lusi terharu. Bocah usia 10 tahun itu tampak sangat bahagia meskipun dengan keadaan yang seperti sekarang ini.

"Iya, pasti!" jawab Lusi mantab.

Kringggg kringgggg!

Weker penunjuk waktu pukul 08.00 berbunyi gaduh di atas meja samping tempat tidur. Lusi gelagapan. Dia bangkit dari tempat tidur. Bengong. Lantas melotot. "Sial, aku ada pretest psikologi pendidikan pagi ini!" Lusi mengacak rambutnya.

17 Mei 2013

No Title Display


Gak terasa sudah hampir seperempat abad saya hadir di dunia ini, tepatnya di bumi pertiwi Indonesia. Tanya gimana rasanya? Alhamdulillah, saya bersyukur karena masih diberikan kemudahan selama menempuh kehidupan ini. Percaya gak percaya, ternyata saya sudah menua :v ah biarlah. Tua umurnya, muda jiwanya :D *ngeles

Apa ya, apa ya… Apaaa? :v Semoga semakin dewasa dalam berpikir dan semakin bijak. Amin :) 

Sepertinya semakin tua, tanggal ulang tahun hanya sebatas hiasan tanggal biasa. Nothing special. Entahlah mungkin bawaan galau karena harus melepas masa lajang, dan bahagia karena akan ada seseorang yang mendampingi dalam segala hal :3

Terima kasih untuk semua ucapan dan doa :*

27 April 2013

Cek Kadar Yodium Garam: 30--80 ppm (SNI)

CV. Dua Roda Transportation
Orang pecinta kuliner macam saya, tak bisa jauh-jauh dari yang namanya garam. Ditambah lagi daerah saya yang memang merupakan daerah pesisir pantai utara dengan mata pencaharian utama penduduknya nelayan/petani garam. Dan juga, rumah saya dekat sekali dengan pabrik garam.

Berhubung Ibu harus istirahat total, jadinya saya ikut ngerusuh di salah satu pabrik garam di desa Agung Mulyo, Juwana yaitu CV. Dua Roda. Karena saya baru di sini, saya pun harus banyak belajar, belajar, dan belajar. Salah satunya adalah cek kadar yodium dalam garam yang sudah siap edar.

Jujur, saya orangnya pelupa (ngaku), jadi saya mencatat cara kerja cairan-cairan tester ini ke dalam notes. Kenapa memindahkannya ke sini? Takut nanti lupa naruh notes, terus gak bisa ngapa-ngapain :D *alasan

Awal posting, saya mulai dari sini :p

Almari penyimpan
Beberapa bulan yang lalu, pemerintah mulai menggencarkan kembali garam dengan kadar yodium berSNI yaitu 30--80 ppm. Razia dikerahkan langsung ke pabrik-pabrik garam untuk dicek kadar yodium dalam garamnya. Sempat ada penyegelan beberapa pabrik karena kadar yodium garam siap edarnya kurang dari standar yang telah ditentukan.

timbangan, suntikan,
penumbuk, gelas ukur
Sebagai seorang yang baru dalam dunia pergaraman, saya pun hanya bisa melongo dengan pemerintah dan juga pengusaha garam. Oke, saya hanya sebagai warga Indonesia di sini. Saya tidak ingin membela siapa-siapa. Pemerintah menginginkan garam yang akan beredar mengandung yodium 30--80 ppm. Pun pengusaha garam juga ingin memenuhi SNI tersebut dengan menggunakan yodium sesuai dengan SNI. Akan tetapi, harga pasar yodium masih mahal. Hal ini berdampak pada harga jual garam yang harus dinaikkan untuk pemenuhan tersebut. Akan tetapi, ada kendala di sini. Tak sedikit pengusaha-pengusaha nakal yang menurunkan harga garam di pasaran lantaran yodium yang mereka gunakan di bawah SNI tapi berlabel SNI. Jadi, gimana ini pemerintah, tolong bantuannya :3

Oke kembali ke topik.

aquades  dan gelas ukur
Tak banyak dari pengusahan yodium yang mahfum dengan cara kerja pengecekan yodium dengan menggunakan alat sederhana yang diberikan oleh pemerintah. Pun kami, baru mengerti alat kerja ini setelah mengikuti seminar dan workshop yang diberikan oleh pemerintah di Salatiga beberapa tahun silam. Padahal peralatan ini sudah diberikan semenjak kami mendapat surat izin dari dinas perizinan.

Langsung aja dah!

Siapkan alat!
1. Timbangan tentu saja beserta bandulnya
2. Penumbuk/penghalus garam
3. Suntikan
bandul
4. Tabung reaksi
5. Gelas ukur

Siapkan bahan!
1. 25 gram garam beryodium yang sudah matang, haluskan
2. Aquades 100 ml
3. Regen A (Asam Phosfat)
4. Regen B (Indikator)
5. Larutan standar

Cara kerja:
1. Garam yang sudah dihaluskan di masukkan ke dalam tabung reaksi
2. Tuang aquades ke dalam tabung reaksi bercampur dengan garam beryodium yang sebelumnya sudah dimasukkan
3. Campur hingga garam larut
4. Teteskan regen A sebanyak 5 tetes ke dalam larutan di atas, campurkan sebentar
5. Teteskan regen B sebanyak 5 tetes ke dalam larutan di atas, campurkan sebentar (larutan akan berwarna kuning/biru tua)
6. Campurkan larutan standar ke dalam larutan, dan ukur berapa larutan yang dibutuhkan untuk menetralkan warna larutan tersebut.
7. Kalikan hasil ml larutan standa dengan 7,27
8. Hasil kali tersebut adalah kandungan yodium dalam garam beryodium tersebut.

Pengecekan dengan cara ini tentu saja belum valid karena akan lebih valid lagi dengan menggunakan peralatan laboratorium yang lebih canggih :)

Selamat mengecek kadar yodium dalam garam Anda :D

Nah, dibaca sendiri aja daftar isinya 
Regen A
Regen B




Larutan standar



14 April 2013

(Salah) Persepsi: Baik!


Dulu saya pernah membuat posting tentang Memberikan Kesan yang Baik Kepada Orang Lain. Ternyata hal ini berlaku atas persepsi kita sendiri bukan? Bahwa (sesuatu) hal ini baik menurut saya. Menurut saya, saya sudah memberikan kesan yang baik untuk orang lain. Tapi apakah orang lain tersebut menganggap kesan yang kita buat merupakan hal yang baik? Ternyata belum tentu. Orang lain belum tentu berpersepsi sama dengan kita. Bahkan terkadang menganggap hal yang kita lakukan ternyata buruk/salah di mata orang lain. Lantas saya harus bagaimana? Saya juga tidak tahu *lhohh? :D

Jujur saya bingung. Ternyata apa yang saya lakukan salah di mata mereka, padahal benar menurut saya. Apakah saya terlalu egois? Mungkin. Saya egois karena saya menganggap hal itu baik. Saya sudah dan masih mencari di mana letak keegoisan saya, menurut mereka tentunya. Apa yang harus saya ubah dari sikap saya yang menurut saya baik?

Kembali saya mengorek diri saya. Menyetel ulang memori, apa yang sudah saya perbuat kemarin? Saya akui memang ada beberapa yang agak lebay. Saya tahu. Tapi ternyata mereka (yang lain) terhibur dengan kelebay-an saya. Saya senang. Saya senang bisa membuat orang lain senang. Tapi ya itu, ternyata ada yang tidak menyenanginya :D

Berhubung saya sudah buntu, akhirnya saya tanya. Saya tanya kepada mereka di mana letak ke-aku-an saya. Sayangnya mereka bungkam. Mereka membiarkan saya menekuri sikap/pribadi saya sendiri. Mungkin mereka menganggap saya sudah dewasa sehingga saya harus mencarinya sendiri? Sayangnya, saya tidak dewasa dalam hal ini. Bahkan, saya berkali-kali mengatakan bahwa kritik dan saran pedas sekalipun akan saya terima dengan lapang dada. Justru saya berterima kasih karena telah diingatkan sehingga saya dapat memperbaiki sikap saya.

Apakah ini ada ujungnya? Saya tidak tahu. Apakah saya egois? Saya jawab, iya, saya egois. Bahkan di semua tulisan saya dalam blog ini, saya egois. Semua atas dasar pemikiran saya (meski mungkin terinspirasi dari orang lain--terima kasih). Apakah saya sedih? Iya, saya sedih. Saya sedih karena saya belum menemukan yang terbaik menurut mereka. Dan saya sedih karena mereka bungkam tak mengingatkan saya, padahal mereka tahu apa yang harus mereka perbuat. Iya kalau saya segera sadar, kalau ternyata tidak. Apakah tidak mungkin nantinya mereka akan membenci saya?

No body's is perfect, perfect only belongs to Allah :-)

02 April 2013

Pelangi Selepas Senja

Percakapanku dengan Surya, selepas hujan sore itu. 

"Surya, kenapa pelangi tak sll muncul selepas hujan. Bukankah itu tak adil krn dia tak ada di setiap usai hujan?" tanyaku menerawang langit yang masih menghitam meski hujan sdh mereda. Surya tetap tak menyahut. Aku masih sibuk memperhatikan langit. Mencoba mencari pelangi di sela2 awan hitam yang mulai kelabu. 

Seperti mengulang kembali pertanyaanku, aku bertanya pada diri sendiri. 

"Apakah karena belum tentu semua kejadian akan berakhir indah, Surya?" 

"Seperti selepas hujan yang belum tentu akan disambut mesra oleh pelangi?" 

Aku terpejam. Mencoba mensyukuri sgl hal yg terjadi. Tanpa kusadari, awan yg kelabu mulai putih dihiasi warna keemasan. Juga 
warna-warna lain yang sering kusebut pelangi. 

Perlahan kubuka mata. Sekarang aku mengerti Surya. Terima kasih Surya atas warna2 indah yg kau ciptakan. Terima kasih, Tuhan :) 

Solo, 1 April 2013

31 Maret 2013

#4

Selamat Tinggal

Seiring kepergiaanya, mata ini memanas.
Memproduksi bulir bening yang kutahu bernama air mata.
Yang tiap tetesnya mengandung milyaran rasa luka, duka, lara.
Mengalir begitu saja.
Seperti rasa yang dulu kupunya.
Yang tersemai apa adanya.
Lantas sekarang?
Selamat tinggal, cinta! 

310313

29 Maret 2013

#3

Rasa Cinta

Kunamai dia Cinta.
Yang datangnya perlahan.
Menggetarkan. 
Bahkan, terkadang tak kenal waktu maupun usia.
Yang jika dia datang bertubi-tubi, mampu membutakan pikiran.
Setiap orang pasti pernah merasakan.
Cinta datang di antara dua insan.
Bahkan lebih. 
Untuk yang terspesial.
Untuk yang teristimewa.
Untuk semua manusia.
Andai Cinta bernyawa, tak terhitung lagi banyaknya rasa yang berkeliaran di alam raya. 

29032013

13 Februari 2013

Software, Website, Rekaman, dan Video (Narsis)

Saya kepengin cerita mengenai kenarsisan saya. Ya, mumpung saya lagi pede (percaya diri). Sombong? Bukan bukan! Ini bukan sombong. Ini hanya sekedar pamer hmm bukan juga, sekedar sharing, ahh mungkin itu kata yang tepat :D

Saya memang suka nyanyi dan suka main alat musik. Meskipun ketika saya nyanyi, bahan-bahan yang terbuat dari kaca pasti akan pecah, dan ketika saya memainkan alat musik, pasti alat tersebut akan rusak. Tapi inilah saya. Yang penting hepiiii :)

Beberapa bulan yang lalu saya berkenalan dengan game online ShowTime Indonesia (pernah saya bahas di SINI). Dan semenjak itu kenarsisan saya semakin memanas. Iya, benar-benar memanas.

Sebelum saya mengenal game ini, saya memang sudah sering merekam suara saya dan gitar saya yang cempreng melalui rekam hape atau laptop. Hingga pada akhirnya ketika teman saya mengupload beberapa rekamannya di SounCloud.com saya penasaran bertanya, "ini rekamnya pakai apa? Suaranya bisa bagus begitu?" Dia menjawab, " pakai Audacity."

Yak, setelah itu saya mencari software rekaman tersebut. Audacity ini keren. Bisa dimiliki secara gratis dan editornya lengkap. Sayangnya, saya masih belum pandai mengoperasikan software ini :D Untuk download software ini bisa langsung didownload di website resminya AUDACITY.

Setelah memiliki audacity saya jadi rajin rekaman. Jadi sering genjreng dan ketawa-ketawa sendiri di kamar. Tingkat kenarsisan saya meningkat 1% Lhah! Emang dulunya berapa? Heheheh... entahlah.

Seperti yang sudah saya ketik di atas, saya mengetahui upload rekaman teman saya di soundcload.com. Kenapa saya memilih soundcloud? Jawabannya gampang! Karena itu yang saya tahu, dan teman-teman banyak menggunakan jasa web tersebut. Sehingga sayapun ngintil pakai jasa web tersebut untuk memajang rekaman-rekaman cempreng nan wagu saya di situ.

Apa! Penasaran? Oh, sebentar! :D
Di sana sudah ada 10 rekaman saya. Ahaha gak ada yang bener sebenarnya. Semuanya cempreng dan cacad. Tapi memang prinsip saya hanya satu, have fun. Yang penting hepi :D

Profil dan rekaman saya di soundcloud bisa dibuka di SINI.

Sudah cukup sampai di sini? Belum :D

Ternyata tingkat kenarsisan saya tidak hanya meningkat 1 % tapi lebih dari itu. Dengan pedenya saya membuat video rekaman saya pas nyanyi dan gitar. Tanpa ada rekayasa dan edit. Semuanya murni dan tentu saja hasilnya gak ada yang bener :D

Baru ada 2 video yang saya upload di Youtube.com. Sebenarnya masih ada banyak rekaman video di leptop, tapi cacadnya nauzubillah. Untuk rekaman videonya bisa dilihat di SINI. Dan ini salah satunya :D


Oke, sekian kepedean saya yang ingin saya ceritakan. Ini bukan sombong, hanya sekedar mengajak hepi temen-temen.

Terima kasih yang tak terhingga untuk pemilik software dan website yang saya cantumkan di sini :)

Berkat kalian, kenarsisan saya tersalurkan :D

07 Februari 2013

(Harus) Mandi!


Untung pas posting ini saya sudah mandi. Jadi, tidak ada alasan untuk tidak menyuruh pembaca blog ini untuk mandi :D

Kenapa topik kali ini mandi?

Pengalaman ketika ngekos membuat saya jarang mandi karena tidak ada kesadaran ataupun suruhan dari orang lain. Mandi tidak menjadi kebutuhan saya waktu itu. Mandi menjadi sangat dibutuhkan ketika akan kuliah atau pergi sama gebetan/pacar ahahahahah. Saya akui—berhubung sekarang bukan anak kuliahan lagi—saya pernah beberapa kali tidak mandi ketika kuliah. Kenapa? Alasan klasiknya sih karena TELAT atau buru-buru harus mengumpulkan tugas/UAS takehome karena baru dikerjakan satu malam menjelang pengumpulan tugas << jangan ditiru!

Bagi anak kos—khususnya saya dulu—, mandi 2x sehari itu tidak wajib.  Bahkan masih untung bagi anak kos yang lain bisa mandi sehari sekali :D

Tapi itu dulu, dulu ketika saya masih menjabat sebagai anak kos yang jarang mandi. Sekarang? Sekarang saya rajin mandi, 2x sehari tepat waktu. Bukan karena sadar sih, tapi lebih karena ingin menghargai orang lain. Ahahahha bayangkan kalau saya tidak mandi, keluarga di sekitar saya pasti sudah mencibir :D

Oke kembali ke topik.

Dulu saya memang mengabaikan mandi. Akan tetapi, ketika saya mulai mencari pengalaman di EO (event organizer) saya mendapat pencerahan akan hal ini. Dan sampai sekarang saya pun masih mengingatnya. Nasihat itu masih terpatri dalam memori #angel

Dulu saya wira-wiri ke luar kota 1-2 hari, menginap di tempat kerja cari pengalaman, wira-wiri sampai larut malam. Sehingga hal ini terkadang membuat saya malas mandi. Ketika senior (baca: atasan) saya tahu akan hal ini, senior mencibir saya dan menyuruh saya untuk mandi. Tidak hanya saya, juga beberapa teman lain yang kondisinya sepertinya saya—anak kos yang tidak butuh mandi.

Senior saya ini getol sekali menyuruh yuniornya untuk mandi. Bahkan senior saya ini bisa mandi 3x sehari, dan bisa lebih dari itu. Beliau bisa mandi kapan saja, di mana saja, semaunya.

Sulit bagi kami untuk menjalankan suruhan mandi itu :D tapi tetap saja kami kerjakan karena beliau memang dengan semangatnya menyuruh kami mandi. Sampai-sampai teman saya yang tidak bawa sikat gigi, dikasihnya sikat gigi baru, dipinjami handuk, dll. Niat banget!

Hingga suatu hari ketika kami agak dongkol karena selalu disuruh mandi, beliau bercerita.
Kenapa saya selalu menyuruh kalian mandi, ketika saya sudah mandi? Jawabannya simple: agar kondisi tubuh kita sama. Coba bayangkan. Kalau saya sudah mandi tapi kalian belum, padahal pekerjaan kita banyak? Kalau saya sudah merasa fresh, dan kalian suntuk (ditambah lagi belum mandi) karena kerjaan yang banyak? Bisa gak terjadi perpecahan?
Kami diam, saya pun diam. Iya betul. Mandi sama halnya dengan menyayangi tubuh kita sendiri. Apapun hal yang disayang, pasti akan memberikan efek yang baik juga untuk kita. Seperti halnya mandi. Mandi bukan hanya sekedar kebutuhan tetapi juga memberikan pemulihan kondisi tubuh kita. Memberikan kesegaran, kebersihan, kenyamanan dan tentu saja baik bagi kesehatan.

So, jangan lagi takut sama mandi. Jangan lagi malas untuk mandi. Karena mandi juga berfungsi juga untuk menarik perhatian lawan jenis << ini apa hubungannya!

Selamat mandi: SHOWER TIME!

31 Januari 2013

Kehormatan

Seperti biasa di musim penghujan, seharian terkadang hanya melihat tangisan langit mengaliri jalan-jalan setapak di sekitar rumah. Untungnya hari ini cerah. Pakaian-pakaian sisa kemarin yang masih basah, akhirnya kering juga hari ini << penting gak sih?

Sore yang lalu--entah sore ditanggal berapa--saya masih enak di rumah memainkan game online pujaan hati saat ini (read: Showtime Indonesia). Ditemani riuh dari seberang jalan depan rumah yang memang warung kopi. Sore itu ramai akan pemuda-pemuda yang sedang nongkrong. Tentu saja untuk menghabiskan sore indah itu.

Obrolan-obrolan mereka kadang timbul tenggelam sampai di telinga saya. Kadang tertawa, terbahak, teriak, saling caci meski dalam konteks gurauan, dan terkadang juga senyap. Di antara kegaduhan yang terjadi tersebut, ada satu lontaran pernyataan yang diucapkan dengan keras yang membuat saya serta merta berhenti bermain.

Pernyataan asli >> Mbak tiiiiiiiiiiiiiittt (sensor) bok*ngem gedine lehh!

Terjemahan >> Mbak tiiiiiiiiiiiiiiitt (sensor) pant*tnya kok besar sih!

Saya bengong >.<

Gimana gak bengong? Itu si mbak tiiiit sudah punya suami dan tiga anak. Ditambah lagi, ketika lewat, dia sedang boncengan bersama dengan suaminya. Saya hanya bisa heran.

Setelah kejadian itu, saya cerita ke Ibu saya. Tentang mbak tiiiiiit yang digoda pemuda-pemuda yang nongkrong di warung depan seberang rumah. Ibu cuman bisa ngasih petuah gini,
"Itulah pentingnya kehormatan. Jagalah kehormatanmu. Sekali kena, pasti membekas dan susah hilangnya"

Memang sebelum kejadian itu, saya mendengar desas desus tak sedap mengenai tingkah laku mbak tiiittttt. Yah, kita yang mendengar cukup bisa mengambil hikmah atas kejadian tersebut.

Ahh, selamat sore dan selamat menikmati senja :)

01 Januari 2013