15 Oktober 2011

Malam Minggu atau Sabtu Malam (?)

Hari ini adalah hari Sabtu, pukul 19.56 WIB. Yang lagi pacaran dan sudah punya pasangan menyebut malam ini sebagai malam Minggu. Tapi bagi yang jomblo ngenes, menganggap bahwa malam ini adalah Sabtu malam. Kenapa?

Gosip yang beredar di pasaran dan masyarakat sepertinya telah membuat para jomblo ngenes menjadi senewen. Malam Minggu yang identik dengan PACARAN, membuat para jomblo ngenes berduka *saya ikut berduka cita, semoga amal ibadah kalian diterima di sisi-Nya*.

Kebiasaan yang terjadi setiap malam Minggu ini telah menjadi budaya tersendiri di benak masyarakat. Mereka selalu mengaitkan antara malam Minggu dengan pacaran. Dan, hal ini rupanya telah mengakar. SEhingga, terjadilah apa yang disebut dengan pergeseran makna malam Minggu :D *iya nggak sih?*

11 Oktober 2011

Gudeg: Makanan Khas Yogyakarta

sebungkus gudeg dengan lauk suwir ayam
Lapar.

Saya ingin memakan sesuatu. Yang manis, dan kuliner khas Jogja. Ialah TADAAAAA: GUDEG.

Yeah, pagi ini saya mau sarapan gudeg. Ada yang mau? Angkat tangan!

Sebungkus gudeg sudah saya telan. Rasanya: enak. Bagi pecinta makanan pedas-asin, mungkin tidak akan menyukai gudeg karena makanan gudeg ini adalah makanan yang manis.

Gudeg dari Jogja tidak sama dengan gudeg yang dijual di tempat (kota) lain. Pernah saya beli gudeg di tempat asal saya, rasanya tak seperti gudeg di Jogja. Beda taste-nya. Oleh karena itu, jika Anda berpergian ke Jogja, singgahlah sejenak ke warung makan yang menyediakan makanan Gudeg. Karena gudeg yang asli hanya ada di JOgja.

09 Oktober 2011

Pakai Kaos Kaki Saja!

Waktu menunjukkan pukul 06.30 WIB, dan saya sudah siap untuk melakukan senam aerobic ^^ *sebenarnya ini saya juga ndak ngerti apa beda senam sama aerobic*

Sebenarnya enakan tidur dari pada aerobic (selanjutnya akan disebut erobik, biar ndak kesulitan ngetik). Tapi apa daya. Dari pada saya tidur dan semakin menimbun lemak yang semakin berlimpah, saya memilih erobik saja. SEtengah sadar, saya menaiki si BH dan segera ke tempat erobik.

Musik bergema. And one, and two, and three....susanti :D *bukan ding* hehe mentang-mentang namanya tri susanti....

07 Oktober 2011

Selamat Tinggal, Sepatu!

HEADLINE berita personal hari ini: Hilangnya sepatu saya di depan kos!

Pagi tadi, pukul 05.30 saya telah bangun. Masih antara sadar dan tidak sadar, saya membuka pintu dan segera ke belakang. Antara ragu dan tidak percaya, saya menilik ke tempat saya biasa naruh sepatu di depan pintu. Tidak ada. Lalu saya berpikir, mungkin saya taruh di belakang. Tidak ada.

Langsung histeris!
Nyamperin mba kos yang lagi nyuci di belakang.

Saya: Mba, sepatuku ilang!!!!

Si Mba: wallohi??? *serius dengan nada yang benar-benar tinggi*

Saya: beneran, mba.

Si Mba: mungkin dipinjem temenmu terus belum sempet bilang....

Saya: .... *hening*

Dalam hati saya berteriak, "iya dipinjem dan tidak akan pernah dikembalikan!!!" *nangis di pojokan kamar mandi*

06 Oktober 2011

Cantik Itu Luka

Adakah yang pernah mendengar atau membaca judul posting di atas?

Yap, itu adalah judul sebuah novel karya Eka Kurniawan. Saya pinjem ya mas, buat judul posting. Tapi maaf, saya tidak akan membahasa tentang novel tersebut. Baca aja belum :D

Setiap perempuan menginginkan dirinya selalu tampil cantik, tak terkecuali saya pribadi. Tapi bahwasanya semua perempuan itu pada dasarnya cantik memang benar adanya. Tidak ada perempuan tak cantik di dunia ini. Yang ada hanya perempuan baik, dan tidak baik *pinjem kata-kata ibunya Khan, dalam film My Name is Khan*.

Lalu bagaimana dengan pandangan orang lain akan hal ini?

Itulah masalahnya. Manusia telah dicekoki kebudayaan tentang perempuan yang cantik sewajarnya. Sewajarnya dalam tanda kutip. Artinya, kata wajar di sini adalah wajar menurut pandangan dan trend kecantikan pada waktu tersebut.

Ini ketika saya ultah dan dikerjai untuk dandan
Misalnya, pada tahun 50-an, perempuan yang dianggap cantik pada waktu itu adalah perempuan yang bersanggul, yang bahenol (gemuk), berkebaya. Bayangan saya yang terlihat untuk mendeskripsikan cantik ini adalah Mrs. Waljinah. Yak! Beliau adalah penyanyi keroncong yang sangat disukai oleh alm. Simbah saya.

Lalu, ketika masuk di tahun 2000-an, banyak model bermunculan dan terkenal di Indonesia. Representasi cantik berubah lagi. Cantik itu adalah kurus-tinggi, kaki jenjang, tidak semok, rambut kecokelatan, dan (maaf) dada yang pas-pasan dan atau rata. Deskripsi ini dapat dilihat pada sosok model cantik Chaterin Wilson, atau Davina.

Jika ditilik dari mode di atas, maka saya dikatakan cantik pada tahun 50-an :D

05 Oktober 2011

FILM terbaru 2011

Hmm.. yeah, akhirnya domain saya aktif :) *loncat girang nyebur selokan mataram*

Dunia perfilman Indonesia sepertinya masih menggeliat, merangkak, dan semoga saja segera berlari. Segera cek di sini untuk melihat bagaimana perjalanan film Indonesia --> di sini

02 Oktober 2011

#1

Aku merindukamu tanpa syarat.
Tanpa kata terucap.
Hanya tatap mata nanar yang bisa aku ungkap sebagai tanda betapa rasa itu membuncah mememuhi jiwa.
Mata sendumu yang selalu membuatku nyaman untuk menatapnya selalu membuat ragaku tak terkendali untuk menemuimu.
Hanya untuk sekedar pelepas dahaga rindu yang tak bisa terelakkan.
Jika kamu menginginkan aku mengucapkan kata rindu, kamu takkan pernah mendengarnya.
Berjuta kata yang terucap takkan mampu mewakili buncahan rasa rindu yang aku rasakan.
Yang rasanya membuatku limbung ingin pingsan karena jiwaku tak lengkap tanpa adanya dirimu di sisiku.
Penglihatanku seakan buram karena tak ada cahaya darimu yang menyinari segala penghidupanku.
Gerak langkahku seakan tak dapat lurus karena tak ada kamu yang memapahku untuk menunjukkan jalanku.
Semuanya tentangmu.
Aku membutuhkanmu.
Salahkah aku?

01 Oktober 2011

Rahmawati Fitri (Tropica) - KENING

Hmmm, Rahmawati Fitri atau lebih dikenal dengan sebutan Fitri Tropica atau Fitrop ini telah menerbitkan bukunya yang berjudul KENING. Yap! Mulanya saya juga heran, kenapa tuh buku dikasih nama kening, dengan sampulnya: berisi tulisan kening yang memang berada di jidat alias kening.

Kenapa KENING?

Begini penjelasan di buku itu:

"Setiap kali ngerasa buntu mau nulis apa, tinggal tepok atau remas perlahan keningnya dan voila! Energi ajaib pun lantas meluncur ke kedua jempol tangan yang refleks merangkai susunan kata dan cerita di buku yang 80%-nya gue ketik di notes BB ini.

Kening pun menjadi gerbang memori yang mengemas banyak kisah, kenangan dan imajinasi yang jika tepat dirangkaikan akan bermetamorfosa jadi cerita. Seperti cerita-cerita di balik kening gue ini." (Fitri, 2011:6)

Nah, jelas sudah sekarang kenapa buku tersebut dikasih nama KENING, karena yang terdapat dalam buku itu adalah hasil dari buah karya di balik kening Fitrop yang katanya LEBAR.

Mula saya membaca buku itu, saya tampak kebosanan karena jalan cerita yang banyak menggunakan bahasa campuran antara English and Indonesian. Tapi, setelah beberapa lembar saya membaca buku itu, saya menikmatinya. Saya menikmati tuturan-tuturan Fitrop yang menggunaka English diselipkan dalam tuturan Indonesian. Dan, disitulah letak keunikan buku itu. Memang ada beberapa kata, frasa, atau bahkan kalimat, yang dalam buku Fitrop tidak cocok apabila menggunakan Indonesian.

Buku dan Impian Saya

sebagian buku di kamar kos

Saya ndak bisa tidur siang! Terlalu banyak ide berloncatan dan ndak mau diam sehingga saya pun jadi ndak pengen diam untuk tidur sejenak. Akhirnya, saya memilih untuk membuat positng ini.

Well, saya telah menamatkan buku punya Rahmawati Fitri atau biasa disebut dan terkenal dengan nama Fitri Tropika. Tapi bukan tentang isi buku itu yang ingin saya beberkan di sini. Itu urusan nanti, setelah saya keluarkan uneg-uneg yang membuat saya tidak bisa tidur ini.

Sekarang saya kehabisan duit, dan saya ndak bisa memborong buku di pameran buku yang diadakan di gedung Wanitatama, Yogyakarta. Lumayan murah karena diskon hingga 50 %. Saya hanya ngiler mupeng dan hanya berhasil membawa buku milik FiTrop tersebut.

Karena buku ini, saya teringat buku-buku saya di kamar kos ini. Saya membeli buku-buku ini dengan menyisihkan duit bulanan saya yang saya terima dari “you know who?” Ibu dan bapak yang dengan-sepenuh-hati-mencintai-saya. Demi buku-buku ini terkadang saya harus rela untuk makan di angkringan.

Apakah semua buku yang saya beli sudah saya baca?

Belum. Ada beberapa buku yang belum sempat saya baca. Ini karena waktu dan banyak buku yang saya beli tidak sinkron. Jika ada rumusnya, maka bunyinya begini: waktu tidak berbanding lurus dengan banyak buku.

Lalu kenapa saya tetap membelinya?