02 Oktober 2011

#1

Aku merindukamu tanpa syarat.
Tanpa kata terucap.
Hanya tatap mata nanar yang bisa aku ungkap sebagai tanda betapa rasa itu membuncah mememuhi jiwa.
Mata sendumu yang selalu membuatku nyaman untuk menatapnya selalu membuat ragaku tak terkendali untuk menemuimu.
Hanya untuk sekedar pelepas dahaga rindu yang tak bisa terelakkan.
Jika kamu menginginkan aku mengucapkan kata rindu, kamu takkan pernah mendengarnya.
Berjuta kata yang terucap takkan mampu mewakili buncahan rasa rindu yang aku rasakan.
Yang rasanya membuatku limbung ingin pingsan karena jiwaku tak lengkap tanpa adanya dirimu di sisiku.
Penglihatanku seakan buram karena tak ada cahaya darimu yang menyinari segala penghidupanku.
Gerak langkahku seakan tak dapat lurus karena tak ada kamu yang memapahku untuk menunjukkan jalanku.
Semuanya tentangmu.
Aku membutuhkanmu.
Salahkah aku?

2 komentar:

ki manteb mengatakan...

Mantab dik. Luar biasa karyanya. Diasah terus, dikumpulin, diniatin, siapa tahu jadi buku.

Suntea mengatakan...

^^ jadi malu... di luar sana juga banyak yang karyanya lebih bagus.. matur nuwun