08 April 2011

Nama adalah Doa: Sastra Indonesia, FIB, UGM, Yogyakarta

(Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta)

Aku bangga jadi anak SASTRA, walaupun hanya di UGM

Saya sempat tercengang mendengar berita dari dosen saya tentang jurusan Sastra Indonesia di Fakultas Ilmu Budaya atau yang sering disebut FIB, Universitas Gadjah Mada atau kebanyakan masyarakat menyebutnya UGM.

Tetapi penyingkatan UGM ini ternyata banyak mengalami interpretasi. Memang kreatif sekali masyarakat Indonesia ini. Ada yang menyebut universitas geneng mulyo *ini adalah tetangga desa saya*. Ada pula yang nyebut univ. golek morotuo (univ. mencari mertua), dan masih banyak lagi *saya lupa*.

*Ngelantur*

Kembali ke topik.
Jurusan Sastra Indonesia *kepanjangan nyebut begitu, selanjutnya akan disebut sasindo saja* yang berada dalam naungan FIB ini ternyata juga telah diinterpretasikan berbeda oleh masyarakat yang tidak tahu jurusan tersebut. Jadi begini *betulin kacamata*.

Jurusan sasindo yang notabene mengusung kosakata SASTRA dan INDONESIA diinterpretasikan secara mentah oleh kebanyakan masyarakat, terlebih lagi lembaga-lembaga pendidikan dan lembaga-lembaga yang membuka lapangan pekerjaan, serta yang lain. Mereka (yang tidak tahu jurusan sasindo ini) telah mencap jurusan sasindo sebagai jurusan yang hanya bergumul dengan sastra. Saya jelaskan dulu, makanan apakah sastra itu?

*istilah nama adalah doa, berlaku di sini #sial*

Sastra adalah karya imajinatif yang bermediumkan bahasa, yang unsur estetiknya dominan. Contohnya, puisi, drama, prosa (novel, cerpen, novelet, cerbung, roman, tenlit, chiklit, dan sebagainya lagi).

Pokoknya, masyarakat menilai bahwa jurusan sasindo hanya membahas tentang sastra, dan yang berhubungan dengan sastra. Padahal, *ini yang perlu di-BLOCK dan di-UNDERLINE* sasindo juga membahas tentang bahasa. Tak terkecuali tetek-bengek linguistik, sampai ke matakuliah penyuntingan pun ada. Jadi, tolong refresh *bahkan kalau perlu di upgrade* pikiran Anda tentang jurusan sasindo, FIB, UGM ini. Kasihan lulusan-lulusan sasindo, FIB, UGM yang tidak jadi mendapatkan pekerjaan karena kualifikasi yang hanya berbeda nama.

Pernah ada suatu cerita. Kualifikasi dalam lowongan pekerjaan tersebut adalah jurusan bahasa Indonesia, tapi yang melamar dari jurusan sasindo UGM. Berhubung pembuka lowongan pekerjaan tersebut telah teracuni oleh kata sastra di depan sasindo, ia tidak meloloskan lulusan sasindo, FIB, UGM tersebut. Kasihan sekali bukan *menangis menerjang hujan*.

KAbar gembiranya: Menurut kabar (burung) onta, serta bisik-bisik tetangga, dan gosip-gosip yang masih seperti kertas buram daur ulang, akan ada penggantian nama jurusan sasindo ini. YA, SAya mendukung sekali jika diubah namanya. Biar mengurangi kemungkinan saya untuk ditolak, seperti dalam cerita di atas *pray for suntea*.


Salam kabar (burung) onta!

PS: jika Anda salah web (nyasar) *karena membuka posting sekaligus curhat ini*, berikut saya cantumkan alamat web Universitas Gadjah Mada yang asli :D

Tidak ada komentar: