18 April 2011

Etika Operator



Saya mau curhat!!! *sungguh*

Ndak papa. Walaupun kalian bosen bacain curhat saya, saya tidak akan berhenti posting *sukurin*.

Jadi, begini.
Saya memang ada rencana untuk pulang ke tempat asal mula saya dilahirkan. Bukan. Insyaallah bukan akhirat. Di Juwana, maksudnya. Hari Kamis sore, 21 April 2011 pukul 16.00 *bertepatan dengan hari Kartini* dengan menggunakan jasa travel. JAsa travel tersebut menerima pemesanan kursi bisa dengan hanya lewat telepon. Saya pun menelepon, pun saya sudah berkali-kali menggunakan jasa travel tersebut.

SAya ke wartel terdekat *tentunya*, dan menelepon CP jasa travel tersebut. Tuuuuttttttttt... Tuuutttttt...

Tolong jangan disalahartikan dengan Anda menutup hidung Anda, atau mengira akan ada kereta yang lewat.

*lanjut* Di seberang sana, telah ada yang mengangkat telepon saya.

Operator (op): ...... *hening, hanya terdengar krusak-krusuk ndak jelas*

Saya: Halloooo....

Op: Halllooo.. *dari suaranya, seperti suara laki-laki. tapi jelasnya, saya ndak tahu*

SAya: Halloooo....
MEngulang lagi, karena saya kira op-nya ndak denger karena dia hanya mengatakan haloo saja.

Op tersebut sepertinya marah, karena berkata haloonya dikeraskan.
Op: YA! Halloo...!!!

Saya berharap si op itu menyebut kalimat yang biasanya dikatakan oleh seorang OP misalnya Halo, selamat siang, dengan agen travel *tiiiitttt*. Ada yang bisa dibantu?, tapi saya tidak mendengarnya. KArena masnya malah terdengar marah, saya pun yang bertanya kepadanya.

Saya: Ini dengan agen travel ....... *tiiiittttttttt sensor*

Op: iya.

Dan hanya itu jawabannya. Akhirnya saya mengalah dengan perasaan dongkol. Saya yang aktif bertanya dan mengatakan bahwasanya saya mau memesan kursi.

dst...

SAya sungguh bete dengan (sepertinya) mas ini. DIa males-malesan menjawab pertanyaan-pertanyaan saya tentang kursi yang masih kosong, dan kursi mana aja yang sudah ditempati. Saya bete betul. SUngguh.

Tapi berhubunga saya tidak bisa memilih jasa travel yang lain, saya tetap menggunakan jasa travel tersebut. Biasanya yang jadi op mbak-mbak. Dia ramah, dan dia menjiwai perannya sebagai op. Bukan seperti mas-mas di atas. Ngebetein *niat kerja ndak sih masss... mau makan gaji buta ya?--red: korupsi*

PESAN MORAL hari ini: Calon OP dan OP yang membaca posting (ndak penting) ini, harap Anda menjiwai peran Anda sebagai OP. Kalau Anda ogah-ogahan, males, dan bete, OTOMATIS si penelepon juga ikut ogah-ogahan, sebel, bete sama Anda. Bisa jadi si penelepon malah marah-marah sama Anda, karena Anda ndak menjiwai peran Anda.

Sekian!

Salam "jiwai peran Anda"!

2 komentar:

Pakeko mengatakan...

kalo aku, langsung ganti yang lain!

Suntea mengatakan...

masalahnya, saya tidak tahu agen travel yg lain :D