21 September 2011

Novel Hati Sinden: Perjuangan Perempuan Jawa

Alhamdulillah, akhirnya saya merampungkan novel Hati Sinden karya Dwi Rahyuningsih ini.... *jingkrak-jingkrak* #backsound:wearethechampion


Langsung saja, saya akan sedikit memberikan bocoran *ambil ember* mengenai isi novel ini.

CEKIDOT dibaca sambil ngeDOT!

Novel Hati Sinden (yang selanjutnya akan disebut HS saja) berkisah tentang tokoh utama yang bernama Sayem. Mulanya, Sayem tidak bercita-cita menjadi sinden. Sayem adalah sosok yang tak suka bersekolah namun memiliki tekad yang kuat untuk belajar sesuatu. Sayem berasal dari keluarga yang sederhana. Memiliki seorang kakak laki-laki, dan adik laki-laki. Mereka tinggal bersama dengan Ayah dan Ibu, serta Nenek (Ibu dari Ayah Sayem).

Permasalahan perekonomian dalam keluarga Sayem memang tak terhindarkan. Perpecahan mulai datang ketika Ibu Sayem ketahuan berselingkuh dengan laki-laki lain.

Dalam SH, pembaca akan dibawa si pengarang menjelajahi kehidupan seorang sinden yang notabene perempuan jawa. Dengan tetek-bengeknya, perempuan JAwa dituntut untuk selalu patuh ketika dijodohkan dengan seorang laki-laki yang bahkan tak dikenalnya. Tak ada rasa cinta yang tumbuh. Bahkan, saat melakukan malam pertamapun, yang ia rasakan hanya sakit.

Menjadi sinden tidaklah mudah. Ia harus bergelut dengan lelaki iseng. Bahkan ketika ia sudah memiliki suami yang sah, tetap saja tak berpengaruh dengan keselamatan jiwanya sebagai seorang perempuan yang patut dihormati.

Membaca SH, seperti melihat air yang mengalir ke lautan. Novel yang berlatar di Sragen ini dikerjakan dengan alur maju. Sehingga terkadang membosankan. Terlalu banyak tokoh, dan selesai. Tokoh yang diceritakan di masa lalu, tidak akan diceritakan di masa mendatang. Tapi, tema yang diusung SH ini sangat menarik.

Yah, begitulah sedikit bocoran cerita novel SH. Untuk lebih lengkapnya sila baca sendiri novelnya :)

SELAMAT MEMBACA!

Tidak ada komentar: