21 Desember 2010

‘Kemurnian’ Bahasa Indonesia vs Bahasa Slang


fotonya agak gak nyambung kayaknya :p
Bahasa Indonesia. Hmmm, selayaknya kita bisa dong berbahasa Indonesia dengan baik dan benar. Tapi, menurut pengamatan saya, penutur bahasa Indonesia (ragam bahasa baku) kalah jika dibandingkan dengan penutur asing yang belajar bahasa Indonesia. Penutur asing yang belajar berbahasa Indonesia lebih bagus bahasa Indonesianya dari pada penutur aslinya.

Saya heraan, banyak orang yang berkata bahwa bahasa Indonesia itu mudah (dulupun saya juga berpikiran seperti itu) tetapi semenjak menekuini bahasa Indonesia, oke! saya putuskan kl berlajar bahasa Indonesia itu gampang-gampang susah. :D hehe.. Apalagi kalau mengajarkan bahasa Indonesia kepada mahasiswa asing.

PErnah teman sekelas saya bertanya kepada saya. "APa beda mengerjakan dengan melakukan?"
Teman saya itu, bingung menjawab ketika ditanyai seorang mahasiswi asing yang sedang belajar bahasa Indonesia. Kasusnya itu: Si mahasiswi asing disalahkan ketika membuat kalimat melakukan pekerjaan rumah (PR). yang bener kan mengerjakan PR to? hehe

Saya pun bingung menjawabnya.. :D Biarlah itu dijawab sama dosen saya.

YUp. tapi dalam posting kali ini saya tidak berpanjang dan lebar sama dengan luas, dengan tetek-bengek di atas itu. ITu hanyalah sebuah pengantar... :p Posting yang sebenarnya akan saya jabarkan di bawah ini tapi yaaa tidak jauh-jauh dengan bahasa..

Dewasa ini perkembangan bahasa Indonesia sangat memprihatinkan. Bahasa Indonesia yang berasal dari bahasa Melayu (bahasa Austronesia yang digunakan sebagai lingua franca/ bahasa pergaulan di Nusantara) ini sekarang telah rancu dengan adanya percampuran bahasa gaul ala Jakarta, bahasa Daerah yang sekarang pun dekat dengan kepunahan, dan bahasa asing yang merebak untuk dipelajari di Indonesia. Percampuran bahasa yang sekarang merajalela menyebabkan penggunaan bahasa Indonesia yang baku susah untuk diterapkan. Walaupun perbendaharaan kata bahasa Indonesia tidak jarang menyerapnya dari bahasa-bahasa tersebut.

Bahasa-bahasa gaul seperti lu (kamu), gua dan akika (saya), lebai (lebih/ berlebihan), dan lain-lain menjadi bahasa percakapan sehari-hari di kalangan kaum muda-mudi. Begitu juga dengan bahasa asing seperti bahasa Inggris dan bahasa Mandarin. Banyak kita temui di SD, SMP dan SMA yang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar dalam pengajaran, kecuali untuk pelajaran bahasa Indonesia. Sekarang juga telah banyak ditawarkan tempat les bahasa-bahasa asing, padahal kita ketahui bahwa penggunaan bahasa Indonesia yang baku belum sepenuhnya kita kuasai.

Bahasa Indonesia sering mendapat sumbangan perbendaharaan kata dari berbagai bahasa daerah di Indonesia  terutama bahasa Jawa. Misalnya pengejawantahan dan sandang pangan. Kata tersebut diadopsi dari bahasa Jawa. Penyerapan kata dari luar bahasa Indonesia dapat dilakukan dengan empat cara, yaitu; penyesuaian ejaan dan lafal (contoh: system menjadi sistem), penyesuaian ejaan tanpa penyesuaian lafal (contoh: science menjadi sains), tanpa penyesuaian ejaan tetapi dengan penyesuaian lafal (contoh: nasal menjadi nasal), dan tanpa penyesuaian ejaan dan lafal (contoh: internet menjadi internet).

Jika kita cermati perkembangan bahasa Indonesia memang sangat pesat. Namun, untuk penggunaan bahasa Indonesia secara baik dan benar belum mencapai hasil yang memuaskan. Penggunaan bahasa Indonesia murni hanya dipakai dalam forum-forum formal. Bahkan penyampaian informasi dalam surat kabar yang seharusnya menggunakan bahasa Indonesia murni sekarang diragukan. Banyak kesalahan pemakaian kata dalam penyampaian informasinya. Selayaknya perlu sekali kita mempelajari dan mengkaji kembali, apakah kita sudah menjadi komunikan bahasa Indonesia yang baik dan bertanggung jawab?

2 komentar:

pakeko mengatakan...

Itulah kekayaan bahasa kita. Bahasa Indonesia memiliki banyak ragam, antara lain ragam baku, ragam jurnalistik, rahgam percakapan, dsb.

Suntea mengatakan...

kalo ragam sebenarnya hanya ada dua:
ragam baku dan tidak baku.
Untuk ragam jurnalistik (baca: bahasa jurnalistik) termasuk dalam ragam bahasa baku. Untuk bhasa percakapn sehari-hari kan msuk ragam tidak baku/ragam tak resmi to..hehe

Tapi memang Indonesia ini sungguh luar biasa bahasanya ^^ *salut