11 Desember 2010

Novel Garis Tepi Seorang Lesbian (karya Herlinatiens)

Agak narsis sama bukunya, ndak papa :p
Setelah saya menamatkan Garis Tepi Seorang Lesbian (GTSL) maka inilah saat yang tepat untuk mereview hehe... mumpung masih anget-anget. Dan yang saya suka dari seorang Herlinatiens, ramah :D
Abisnya aku nulis di dindingnya dicoment ahahaahhah #lebay Ini buktinya
Saya dan Herlinatiens
Bagi yang belum mengenal Herlinatiens, sila kunjungi FB-nya Herlinatiens
Herlinatiens yang akrab dipanggil Lina ini mengawali karier kepenulisannya dengan novel pertamanya GTSL. GTSL ini, sesuai dengan judulnya, memang mengisahkan tentang seorang lesbian. Apakah ada yg tak tahu lesbian itu apa? Sila cari sendiri infonya di searching web #sukurin.
 
Oke, bagi yang tidak terlalu suka dengan kata-kata yang agak ribet, membaca GTSL ini akan membuat Anda mati kebingungan (ndak juga ding, ndak selebay itu hehe). Bahasa yang dipergunakan Lina tajam, lugas, dan berkarakter (Nah, ini yang saya paling suka). Lina menghadirkan sosok Ashmora Paria dengan sangat lincah. Paria ini adalah seorang lesbi yang berperan sebagai femme (sosok perempuannya), dan pasangan lesbinya bernama Rie Shiva Ashvagoza berperan sebagai butchie (sosok laki-lakinya). (Femme dan butchi dipergunakan dalam dunia lesbi untuk menyebut pasangan yang berperan sebagai perempuan dan laki-laki).
Mulanya pasangan Paria dan Rie baik-baik saja, bahkan mereka sempat menikah di PAris. akan tetapi, Rie harus meninggalkna Paria karena alasan orangtua Rie sakit, dan Rie harus menikah dengan laki-laki. Begitupun sebaliknya dengan Paria. Keluarga Paria menuntut Paria untuk menikah dengan laki-laki. PAdahal, Paria telah jujur mengatakan kepada keluarganya kalau dia adalah seorang lesbian tetapi keluarganya tak menggubris. Paria tetap dituntut untuk menikah.
Sepeninggal Rie, Paria mengenal Devi seorang heteroseks (karena dia jg berhubungan dengan laki-laki yang notabene adlah pacarnya, Daniel). akan tetapi, tak bisa disangkal bahwa kecintaan Paria hanyalah seorang, yaitu Rie. Hubungan fisik Paria dan Devi hanya terjadi beberapa kali. Karena teralihkan oleh tuntutan keluarganya untuk segera mengenalkan calon suaminya.
Nah, dari Devi lah, Paria menemukan sedikit celah untuk berbuat licik. Kakak Devi ternyata adalah laki-laki, teman SMP-nya dulu yang merenggut keperawanan bibirnya. Mereka dipertemukan dalam acara ulang tahun kakak Devi yang bernama Mahendra. Dan, Mahendra memang masih menyimpan cinta kepada PAria. Meskipun Mahendra telah mengetahui kalau Paria adalah seorang lesbi.
Tekad Mahendra untuk menikahi Paria memang sudah bulat. Hingga ia harus rela memutuskan tunangannya, untuk melamar dan menikahi Paria. Akan tetapi, sehari sebelum hari pernikahan, Paria mendapat surat dari Perancis. Dari siapakah itu? Apakah Paria jadi menikah dengan Mahendra? APakah Paria dan Rie tetap menjadi lesbi atau mereka telah kembali ke dunia masing-masing, di mana keduanya termakan budaya pernikahan antara kelamin perempuan dan laki-laki?
KArena ini hanyalah sekedar review, jadi ya sedikit saja.. hehe untuk lebih lengkapnya silakan baca sendiri novelnya.

Tidak ada komentar: