07 Mei 2010

Pengarang Pelestari Tradisi dan Budaya Jawa (Novel Astral Astria)

Judul buku : Astral Astria
Penulis : Fira Basuki
Penerbit : PT Grasindo, Jakarta
Cetakan : kedua, Juni 2008
Tebal buku : 342 halaman
Harga : Rp39.270,00

Pengarang yang berkerja sebagai Pemimpin Redaksi Majalah Cosmopolitan (MRA Media) ini telah menghasilkan banyak tulisan di ranah fiksi. Fiksi yang telah dihasilkannya bergenre sastra novel. Novel yang sudah diterbitkan antara lain: trilogi (Jendela-Jendela, Pintu, Atap), Biru, Rojak, dwilogi (Astral Astria dan Paris Pandora). Astral Astria dikemas kover yang menarik yaitu seorang wanita dalam keadaan menari (ritual), dan didominasi warna cokelat dan merah tua. Berikut sinopsisnya:


Astria Sima merupakan Anak Bajang (titisan; anak istimewa) yang lahir di daerah pegunungan Dieng. Pada saat prosesi ruwatan (pemotongan rambut gimbal), Astria menunjukkan keistimewaannya lebih dari anak-anak bajang yang lain. Dia meminta agar diasuh oleh Kuncoro dan Nunik Sebulan kemudian, ketika orangtuanya meninggal Astria resmi diangkat anak oleh Kuncoro dan Nunik. Astri yang tumbuh menjadi wanita yang cerdas dan cantik sedari kecilnya mengalami hal-hal aneh seperti memiliki teman gaib, melihat bayangan yang mengikuti orang yang akan meninggal dunia, dan lain-lain. Astria memiliki mata ketiga. Perjalanan cinta Astria seperti perjalanan ke dunia lainnya, rumit. Beberapa kali dikecewakan oleh pria, tetapi ada dua pria yang benar-benar merebut hatinya. Permadi, cinta yang tak berbentuk fisik; dan Rizki, akhir cintanya di dunia. Perjalanannya ke dunia lain membuatnya bertemu dengan sosok-sosok lain yang pernah hidup di dunia dan masih membutuhkan pertolongan, sehingga Astri harus menjadi perantara mereka.

Buku ini unik karena dalam kehidupan tokoh-tokohnya yang serba modern pengarang memunculkan peristiwa dengan memasukkan tradisi budaya Jawa. Peristiwa yang menjadi fokus untuk penulisan pengarang adalah tradisi budaya masyarakat Dieng. Adanya ruwatan, anak bajang yang dalam Astral Astria diceritakan sebagai titisan dewi Sima, dan lainnya memberikan ciri khas tersendiri. Untuk penjelasan yang lebih lanjutnya pengarang mengutip beberapa tulisan dari Serat Centhini, Mistik dan Makrifat Sunan Kalijaga, Tata Cara Kidungan, Serat Smaradahana, Asmarandana, dan lain-lain untuk menghidupkan budaya Jawa yang diceritakannya. Pengarang juga memiliki pengetahuan yang luas. Peristiwa yang dihadirkan tidak hanya di Dieng. Beberapa peristiwa lain yang diangkat menjadi ide cerita adalah peristiwa tsunami di Aceh (2005) dan gempa tektonik di Jogjakarta (2006). Kelebihan lainnya, pengarang memasukkan beberapa tokoh yang diambil dari novelnya yang lain. Tersebut Bowo dan keluarganya yang merupakan tokoh-tokoh di novel triloginya (Jendela-Jendela, Pintu, Atap).

Memasukkan etnik budaya Jawa sebagai salah satu jalinan peristiwa mungkin sudah menjadi ciri khas tersendiri bagi pengarang. Dalam novel-novel lain karyanya, juga ditemukan kutipan dan alur peristiwa tradisi dan budaya Jawa yang dalam cerita disandingkan dengan persoalan di zaman modern.

Kelemahan dalam buku ini terletak di gaya penyampaian alur ceritanya. Dalam tiap-tiap bab, banyak terdiri dari beberapa sub-bab yang sudut pandang penokohonnya berbeda-beda. Alur ceritanya juga tidak bisa dirumuskan. Misalnya, di awal bab menceritakan perjalanan astral (perjalanan ke dunia lain) Astria, di bab selanjutnya sudah menceritakan tokoh lain yang ditemui Astria ketika perjalanan astral tetapi pada masa hidupnya. Dalam pengisahannya, pengarang tidak memberikan isyarat kepada pembaca bahwa sudut pandang penokohannya sudah berubah. Kelemahan yang diungkapkan tersebut kiranya juga sudah menjadi ciri khas pengarang karena tidak hanya Astral Astria saja yang beralur dan bersudut pandang seperti itu

Membaca Astral Astria seperti membaca biografi seseorang dan sejarah peristiwa. Informasi tentang budaya Jawa akan banyak ditemukan dan pastinya menambah wawasan pembaca. Percampuran budaya modern dan budaya Jawa yang apik tidak akan membuat pembaca menjadi bosan. Akan tetapi, butuh pembacaan berulang untuk memahami alur cerita Astral Astria. Alur baru terasa ketika novel telah selesai dibaca.

Tidak ada komentar: