18 November 2010

TIONGHOA ISLAM, LAKSAMANA CHENG HO

Cheng Ho yang nama aslinya Ma He atau dikenal juga dengan sebutan Ma Sanbao adalah seorang keturunan suku Hui yang beragama islam dan hidup dengan keluarganya di bagian K’un yang terletak di ujung baratdaya danau Tien Chih di provinsi Yun-nan. Cheng Ho dilahirkan sekitar tahun 1371, putra kedua dari Ma Hazhi (Haji Ma) dan Wen. Tahun 1382 ketika Cheng Ho berusia 11 tahun Yun-an yang dikuasai Dinasti Yuan direbut oleh Dinasti Ming. Para pemuda ditawan, bahkan dikebiri, lalu dibawa ke Nanjing untuk dijadikan kasim istana. Termasuk juga Cheng Ho yang diabdikan kepada Raja Zhu Di di istana Beiping (sekarang Beijing).

Ma He termasuk orang yang berpendidikan, ia mempelajari seni-perang dan mempunyai disiplin yang tinggi. Tahun 1403, ketika putra mahkota Yen yaitu Chuti (putra keempat Kaisar Hung-wu) menjadi kaisar Ch’eng-tsu, Ma He diangkat menjadi pembantu terdekatnya. Pada tahun 1404 ia mendapatkan perhatian Kaisar sehingga diberikanlah julukan Cheng, dan diangkat sebagai Laksama Besar yang bertugas membawahi para laksamana. Pada suatu ketika Raja Yen berhasil mengalahkan musuh-musuhnya dan naik tahta di Kekaisaran Ming dengan menggunakan gelar Zhu Di.

Setelah bertahta beberapa tahun kemudian, ia memutuskan untuk mengirim ekspedisi laut terbesar yang pernah dilancarkan sepanjang sejarah Tiongkok. Ekspedisi tersebut harus dipimpin oleh seseorang yang dapat dipercaya dan berbakat menjadi panglima, karena ia akan membawahi puluhan ribu pelaut. Kaisar menunjuk Cheng Ho untuk memimpin ekspedisi tersebut, dan hasilnya tidak mengecewakan. Para utusan dari luar negeri yang pernah di kunjungi oleh Cheng Ho dan armadanya, berduyun-duyun datang ke Tiongkok. Maka kaisar memutuskan untuk menyerahkan pimpinan tertinggi dalam enam pelayaran selanjutnya. Nama Cheng Ho dan Kekaisaran Tiongkok tersebar harum dikalangan luar negeri.

Tabel masa pelayaran Cheng Ho dan armadanya.
Selama kurun waktu 28 tahun(1405-1433) Cheng Ho melakukan ekspedisi sebanyak 7 kali. Pada ekspedisinya yang terakhir, Cheng Ho telah berhasil menjalankan misi kaisar Ming Ta'i-Teu (berkuasa tahun 1368 - 1398), yaitu misi melaksanakan ibadah haji bagi keluarga istana Ming pada tahun 1432 - 1433. Misi ibadah haji ini sengaja dirahasiakan karena bagi keluarga istana Ming menjalankan ibadah haji secara terbuka sama dengan membuka selubung latar belakang kesukuan dan agama. Rombongan haji ini berangkat dari Calleut (kuli, kota kuno) di India menuju Mekah (Tien Fang).

Dalam tiap ekspedisi, setiap kali Cheng Ho singgah di suatu daerah ia banyak menciptakan pembauran melalui bidang perdagangan, pertanian, dan peternakan. Oleh karena itu, dengan tidak sengaja dia juga telah ambil peran dalam penyebaran agama islam. Muslim pemberani ini meninggal pada tahun 1433 di Calicut (India), dalam pelayaran terakhirnya.

Tidak ada komentar: