02 Agustus 2010

Lika-Liku “Garam”

Garam (garam dapur dan garam makan) di Jawa kebanyakan diproduksi di daerah pesisir pantai utara Jawa. Garam merupakan senyawa kristalin NaCl yang merupakan klorida dan sodium, dapat larut dalam air, dan asin rasanya. Dalam pengertian kimia, garam adalah hasil reaksi asam dengan basa, yaitu satu atau lebih atom hidrogen pada asam diganti oleh satu atau lebih kation suatu basa.

menggaruk garam kristal
Di daerah Pati, khusunya Juwana di desa Agung Mulyo, banyak terdapat petani garam tradisional. Hal ini dikarenakan daerahnya yang dekat dengan laut (fungsinya untuk mempermudah suplai air laut dan pembuangannya), tanahnya yang landai, merupakan tanah liat sehingga daya retaknya rendah. Biasanya tanah yang dipergunakan untuk lahan pembuatan garam kristal (koen) merupakan bekas lahan tambak. Ketika musim kemarau, lahan tambak yang banyak airnya itu dikeringkan. Lahan yang sudah kering tersebut kemudian diratakan sehingga merata. Lahan yang permukaannya rata itu kemudian diberi air laut hingga lebih kurang 8 cm. Setiap 10—15 hari, garam yang telah mengkristal di atas lahan padat tersebut dipungut dengan menggunakan garuk khusus garam.


Garam yang telah digaruk oleh petani garam dicuci sampai putih. Dari petani garam ini, dijual atau disetor ke pabrik pembuatan garam produksi. Petani garam biasanya menyetor dengan menggunakan sepasang bojog (jalinan dari bambu berbentuk tabung, tanpa penutup) yang ditumpangkan di atas sepeda. Bojog ini memiliki ukuran yang berbeda-beda. Daya tampung sepasang bojog ini berkisar 125 kg—250 kg. Petani garam harus mendorong sepedanya, apabila tidak kuat untuk menaiki sepedanya. Jarak yang ditempuhnya pun terkadang tidak tanggung-tanggung. Mereka harus berjalan dari lahan pembuatan garam kristal sampai tempat pabrik pembuatan garam produksi kira-kira 4 km.

Setelah di jual ke pabrik pembuatan garam produksi, garam tersebut diolah kembali. Hasil garam pabrik ada beberapa jenis, yaitu: garam briket, garam halus, dan garam curai. Pabrik pembuatan garam ini juga memerlukan karyawan yang ahli dalam bidangnya.

garam briket
Pembuatan garam briket berawal dari garam kristal yang dicuci kembali menggunakan mesin (agar lebih putih dan bersih), kemudian didiamkan selama 2-3 hari. Garam yang telah didiamkan tersebut dicampur dengan iodium yang telah dicairkan. Garam tersebut kemudian dicetak dengan mesin pencetak atau cetak manual (tenaga manusia). Garam cetak ini berbentuk kubus. Setelah dicetak, garam cetakan itu dioven. Berikutnya diangin-anginkan agar tidak panas, dan dikemas dengan plastik. Namun ada yang berbeda antara garam cetak mesin dengan garam cetak manual. Untuk garam cetak mesin, menggunakan garam kristal yang padat (seperti kerikil), sedangkan garam cetak manual menggungakan garam kristal yang telah dihaluskan dengan mesin.

Pembuatan garam halus lebih sederhana dibanding garam briket. Garam halus dibuat dari garam kristal yang telah dicuci, dikeringkan, kemudian digiling kembali dengan mesin. Selanjutnya, dicampur dengan iodium cair. Proses terakhir adalah pengemasan.

Garam curai (garam krosok) merupakan garam kristal yang berkualitas lebih tinggi (lebih putih dan kristalnya besar). Garam curai ini dikemas dalam plastik bening. Garam curai ini tidak mempergunakan iodium karena biasanya digunakan untuk keperluan selain memasak.

truk untuk mendistribusikan
Pabrik yang terdapat di desa Agung Mulyo tergolong dalam industri kecil karena biasanya terdiri dari 25-50 pekerja. Pekerjaannya pun bermacam-macam. Dari hanya sebagai pekerja harian yang bersih-bersih, pekerja yang mencetak garam mesin dan garam manual, pengemasan, pengovenan, pencucian, pendistribusian, dan sebagainya.

Dari kesemua proses tersebut telah dihasilkan produk garam insdutri. Produk ini ditampung terlebih dahulu dalam gudang sebelum didistribusikan. Pendistribusian biasanya dilakukan dengan menggunakan truk ke daerah-daerah tak berpenghasilan garam. Misalnya Jogjakarta, Tegal, Pekalongan, Magelang, dan lain-lain.

4 komentar:

nahdhi mengatakan...

Boleh percaya boleh tidak. residu dari reaksi asam+basa namanya juga garam....

suntea mengatakan...

oleh karena itu di dalam kurung dijelaskan, hanya dibatasi garam dapur dan garam makan :)

terima kasih sudah melengkapi...

Dony mengatakan...

Sayur tanpa garam hambar, cinta tanpa cemburu apa ya namanya hmmm....

Suntea mengatakan...

nek cinta tanpa cemburu, artinya cinta fatamorgana :D *ceilah bahasane*