16 Maret 2011

DIDEKATI atau MENDEKATI?

Posting kali ini, saya akan membahas tentang pribadi Anda. Hayo hayo, seperti apakah pribadi anda saat ini? Jangan-jangan berkepribadian ganda? Hehehe, itu sih pilihan tiap-tiap manusia. Saya tidak berhak untuk menghakimi pilihan Anda *emang siapa gue gitu kan*.

Oke.
Posting ini sebenarnya inspirited by mba kos saya. Tepatnya, sebelah kamar saya. Tak usah menyebut nama. Takutnya dia minta royalti. Haha.

Mba kos: Sun, kamu kan kuliah terkadang bareng sama anak dari jurusan lain ya? Sama orang asing juga. Emang nggak ada yang deket atau akrab gitu?



Saya berpikir sejenak. Menerawang. Menerjang segala aral melintang.
Stop! Ini lebay.


Saya: Iya bener mba. Sama anak dari jurusan lain. Kadang juga sama orang asing. Ya, cuma sebatas kenal aja mba. Di kelas. Abis itu ya sudah.

Mba kos: hmmm. Gitu ya, sun. Padahal kan enak sun bisa kenalan dengan orang baru.


Saya: betul. Tapi ya gimana mba?
Saya bertanya pada diri sendiri. Enak juga kalo seandenya punya sohib orang asing. Kali aja nanti ditraktir buat main-main ke luar negeri. Hehe.

Mba kos: yaa… tapi kamu memang bukan orang yang gampang kenalan sama orang sih sun. kamu adalah tipe orang yang untuk didekati. Bukan mendekati.

Hening.

Ya, betul. Setelah saya menganalisis diri saya sendiri tentunya *dari pada saya menganalisis orang lain, terus salah, dan saya digebukin?*. Saya menyimpulkan bahwa saya memang pribadi yang untuk didekati. Maksudnya: saya adalah termasuk orang yang jika mengenal orang baru, cenderung diam dan menarik diri. Jika ada orang baru, tidak terlalu excited *dalam bahasa Inggrisnya kurang lebih seperti itu*

Berbeda dengan orang yang memang dianugerahi pribadi untuk mendekati. ORang yang berkepribadian ini cenderung excited jika ketemu orang baru. Cenderung hiperaktif *begitu istilah dari saya. Hehe*

Menilik dari pengamatan saya sebagai orang yang siap untuk didekati, memang sepertinya lebih bagus jika diubah menjadi pribadi untuk mendekati. Kenapa? Karena orang yang cenderung didekati biasanya tergolong dalam pribadi yang introvert (tertutup). Sedangkan, pribadi yang untuk menerima, cenderung masuk dalam pribadi yang ekstrovert (terbuka).

Nah, begitulah ulasan dari saya. Saya tidak menganjurkan Anda untuk menjadi pribadi yang siap untuk mendekati saja. Kenapa? Karena takutnya nanti Anda ES-KA-ES-DE alian sok kenal sok dekat. Jadikan juga diri Anda sebagai pribadi yang siap untuk didekati. Kalau dalam istilah kalimat itu: ada kalimat pasif, dan kalimat aktif hehe

PEsan moral: Pandai-pandailah membawa diri. Di mana kaki berpijak, di situ langit dijunjung.
*kayaknya ndak bisa ya menjunjung langit*

Salam pramuka!!!

Tidak ada komentar: