18 November 2011

KESAN: Baik!

Semoga orang yang kemarin telepon, nggak baca posting saya ini :D

Saya gak tahu apakah saya pernah punya mantan (pacar) ataukah mungkin mantan teman? Itu gak penting. Yang penting dalam hal ini adalah kesan yang mereka terima ketika kita dulu ataupun sekarang bersama dengannya.

Setiap manusia pasti merasakan apa yang disebut dengan KESAN. Ketika kamu dekat atau baru pertama kenal atau bahkan baru ketemu pertama kali dengan seseorang, kamu pasti akan membuat kesan untuk mereka.

Misalnya, saya baru pertama kali ketemu sama cowok. Orangnya macho, punya tato, tindikan banyak, rambut gondrong. Ketika itu saya langsung membuat kesan: garang nih! Tapi itu tak bertahan lama ketika saya sudah mulai berbincang dengannya, terlebih lagi telah mengenalnya selama bertahun-tahun. Kesan itu berubah: Badan boleh tatoan, tapi hati perempuan. Ini misalnya lhoohh. Nanti saya dihadang diperempatannn...

Saya baru tahu, ternyata kesan seseorang itu dapat membekas di hati orang lain.

Ya, mungkin ini sedikit cerita dan curcol *curhat colongan.

Dulu saya pernah punya (anggaplah) teman. Saya baik dengannya. Tak peduli, dan saya pun tahu, bahwasanya di awal dia telah mempermainkan saya. Memanfaatkan kebaikan saya. Hingga suatu hari saya tersadar. Mungkin awalnya saya membenci dia. Tapi, segala hal kebencian saya kepadanya, saya tepis. Tak ada gunanya membenci orang lain, dan mengingat keburukan serta kelicikannya terhadap saya. Yang ada malah bikin saya tambah sedih, dan tentu saja sakit hati.

Waktu terus bergulir. Saya tetap bersikap seolah "tak ada apa-apa". Membiarkan dia tersadar dengan sendirinya. Dan kami berjalan di tempat yang berseberangan. Saya sibuk dengan kehidupan saya, tanpa Dia. Pun saya tak yakin jika dia melupakan saya begitu saja. Nyatanya dia menelepon saya duluan :D

SEtelah lama tak bertemu, hanya komunikasi sekadarnya lewat FB, kemarin dia menelepon saya. Menanyakan kabar saya. Banyak hal! Hingga tercetuslah perkatan dia: "Saya ingin mengulang masa itu dan memperbaikinya!"

Oke! Saya hanya ingin menganggap ini sebuah lelucon yang dia buat. Karena memang, saya sudah tak ingin mengingat lagi kejadian lalu, yang memiliki kesan tak menyenangkan.

"Coba saja kamu telepon Doraemon, dan meminjam alatnya!" hanya itu yang dapat saya katakan.

Lelucon yang sebenarnya tak lucu bukan?

Pembaca yang budiman. Tidak ada salahnya kita selalu berbuat sesuatu yang baik. Meskipun terkadang orang lain menyalah-artikan kebaikan kita, meskipun terkadang orang lain memandang sebelah mata, meskipun terkadang orang lain memperdaya kita. Karena suatu saat,  kebaikanmu akan membawa kesan yang mendalam bagi orang lain. Tidak ada yang sia-sia dengan berbuat baik kepada orang lain ^^

Terima kasih untuk seseorang: untuk sanjungannya :)

2 komentar:

ekoph mengatakan...

Sungguh akhlak mulia

Suntea mengatakan...

aminn... semoga..

Itu hanya segi baiknya saja. yang segi jahatnya pun banyak :D