08 November 2011

Reviem Film Freedom Writer

Entah ini hanya saya saja atau orang lain pun mengalami hal yang sama.

Sebagai seorang yang cinta buku, saya sangat mengapresiasi sekali film Fredom Writer dan Inkheart. Memang tidak ada kemiripan setting, karakter, tokoh, maupun plot dalam kedua film tersebut, tetapi ada satu hal yang menyamakannya yaitu (sedikit) berkisah mengenai buku.

Mungkin saya telat menonton kedua film ini. Tapi, tak apa-apa *membela diri sendiri*.

Film Fredom Writer diadaptasi dari buku The Freedom Writers Diary. Buku tersebut merupakan buku yang berisi kisah nyata dari kumpulan beberapa remaja yang hidup dalam suatu kota.

Kota tersebut masih berselisih dengan adanya perbedaan suku, ras, dan warna kulit. Sangat mengerikan sekali seorang remaja harus menghadapi dunia yang sangat keras. Seusia mereka yang masih remaja, sudah dihadapkan pada kematian karena mereka tak asing dengan yang namanya perkelahian, senjata tajam, dan pistol.

Hingga pemerintah kemudian membuka sekolah untuk mereka. Di sekolah tersebut, masuk guru baru yang bernama Erin Gruwell. Ia pertama kalinya mengajar murid yang seperti itu. Dalam satu kelas yang diampu oleh Erin Gruwell, terdiri dari beberapa suku, ras, dan warna kulit. Sehingga, terbentuklah komunitas-komunitas dengan kesamaan suku, ras, ataupun warna kulit tersebut. Di antara komunitas tersebut saling merasa bahwa dirinya berkuasa, dan menuduh komunitas lain sebagai pengacau.

Erin Gruwell sebagai seorang guru, ia ingin menyatukan murid-muridnya. Ia menginginkan pengertian di antara mereka. Tidak ada lagi kekerasan, ataupun penguasaan salah satu pihak. Salah satu akal Erin Gruwell untuk mengetahui masa lalu maupun kehidupan murid-muridnya, Erin Gruwell memberi setiap muridnya catatan jurnal. Jurnal tersebut diisi oleh murid-muridnya dengan pengalaman pribadi, cerita pahit masa lalu, serta impian mereka.

Buku tersebut akhirnya dikumpulkan menjadi satu dan kemudian diterbitkan dengan judul The Freedom Writers Diary, dan kemudian diadaptasi menjadi film Fredom Writer.

Perjuangan seorang Erin Gruwell memang patut diteladani. Dengan berani, ia mengerahkan segala tenaga untuk membantu menyatukan murid-muridnya. Salah satunya dengan memberi mereka buku, serta film mengenai perjuangan seorang anak yang bertahan ketika terjadi PERANG DINGIN, hingga mendatangkan salah satu tokoh sekaligus penulis dari buku tersebut. Karena buku tersebut adalah buku nonfiksi.

Film ini, jelas bagus untuk pendidikan.

Lalu dengan film Inkheart... Silakan baca posting selanjutnya :)

Tidak ada komentar: