08 November 2011

Review Film Inkheart: Mulutmu, Harimaumu!

Film Inkheart. Mengapa saya langsung me-rivew film ini? Karena ceritanya sangat menarik tentunya. Hehe walaupun, film ini telah hadir dua tahun silam.

Oke! Film ini membuat saya berpikir ulang: bagaimana dengan ucapan manusia misalnya sumpah-serapah?

Ya, film ini berkisah tentang seorang yang memiliki kemampuan lidah perak *begitu di film disebutkan*. Jadi, buku cerita yang dibaca oleh si lidah perak ini, akan menjadi kenyataan. Karakter dalam tokoh buku cerita yang dibaca dengan suara, akan hadir di dunia nyata.

Lalu bagaimana ceritanya?

Tersebut seorang manusia bernama Mo memiliki kemampuan lidah perak dan ia tak menyadari hal itu. Hingga suatu hari Ia membacakan cerita dari buku fiksi untuk anaknya Meggi. Ketika itu Mo juga ditemani oleh istrinya. Buku fiksi yang dibacanya adalah Inkhert. Yang dimaksud dengan dibaca ini, adalah dibaca dengan suara (terucap), bukan dibaca di dalam hati.

Mo memulai membaca buku tersebut, dan keluarlah karakter-karakter tokoh yang dibacanya muncul ke dunia nyata. Dan, parahnya, ketika ada yang keluar dari buku fiksi, maka ada yang masuk. Istri Mo, masuk ke dalam buku.

Karakter yang keluar dari buku Inkheart, ada yang baik dan ada pula yang jahat. Buku tersebut telah direbut oleh karakter jahat. Sehingga, untuk mengembalikan istrinya, Mo harus mencari buku tersebut. Setelah berkelana, akhirnya ia menemukan buku tersebut. Dan, ia berurusan lagi dengan karakter jahat. Hingga kemudian, ia mencari salinan buku tersebut ke penulisnya. Salah satu karakter baik, ternyata pernah bertemu dengan istri Mo. Mo dengan karakter baik tersebut, mencari lagi si istri yang berada di bawah tangan karakter jahat.

Meggi yang ditinggalkan di rumah si penulis, iseng membaca buku dengan suara. Alhasil, karakter anjing dalam buku yang dibaca Meggi keluar dari buku. Ternyata, Meggi memiliki bakat menurun dari ayahnya, Mo.

Meggi dan si penulis ditangkap dan mereka bertemu di istana karakter Jahat, beserta pengikutnya. Akhirnya, .... *silakan menonton sendiri filmnya untuk mengetahui keseluruhan ceritanya hehe*.

Lalu hikmah yang dapat diambil dari cerita ini? Sangat banyak!

Yang pertama,
Berhati-hatilah dengan ucapan, Anda! Tidak ada yang tahu, bagaimana jika ucapan Anda ternyata menjadi kenyataan. Karena itu, agar tidak terjadi hal-hal yang buruk, berucaplah yang baik-baik.

Setelah membaca ini, pun akhirnya saya berpikir ulang seperti tulisan saya di atas, Bagaiman orang yang telah mengucapkan sumpah-serapah? Seperti sumpah serapah AS*, ANJ*NG, BAB*, dll. Ah, saya tidak dapat membayangkan jika ternyata, hal itu menjadi kenyataan. Mungkin populasi manusia akan semakin sedikit, karena akan dihuni oleh para hewan tersebut.

Yang kedua,
Tanggung jawab.
Ketika itu, Mo berjanji akan mengembalikan si abu panas kembali ke asalnya. Dan setelah semua berakhir, Mo memenuhi janjinya.

Yang ketiga,
Tidak ada momen yang paling indah, kecuali berkumpul dengan keluarga. Akhirnya, Mo bertemu dengan istrinya.

Dan, mungkin masih banyak lagi, hikmah yang dapat diambil dari film ini :)

Selamat menonton!

Tidak ada komentar: