17 November 2011

Pesan dari WISATA SASTRA SECOTENG di ISTANA RUMBIA

Banyak hal yang dapat saya pelajari dari kebersamaan SECOTENG di Istana Rumbia. Tentang bagaimana menyikapi hidup yang campur-aduk, sampai hal gak mutu seperti terheran-heran karena bisa melihat buah nanas yang masih menempel di pohonnya! *plis deh!

Menjadi terkenal karena tulisan fiksi bukanlah suatu “pencapaian” yang mudah. Butuh banyak tenaga dan mental yang kuat. Tidak sekedar kirim sekali dan tembus ke media cetak! Ya, tapi mungkin bagi orang yang beruntung bisa saja mengirimkan karya sekali, dan langsung naik cetak. Sebenarnya, keberuntungan sangat berpengaruh besar di sini.

Contoh hal yang tak jauh-jauh dari kehidupan saya, ialah saya sendiri *haha. Saya sudah berkali-kali mengirimkan tulisan ke media cetak tapi tak ada yang mendapat kabar. Oh ya, saya pernah dapat kabar, sekali, itupun penolakan hehe.... Tapi saya tak patah semangat. Karena saya berpikir, banyak di luar sana penulis-penulis beken yang tulisannya lebih baik dari pada saya. Tapi ternyata, hal itu terbantahkan dalam sekejap.

Pembaca sekalian pasti mengenal karya-karya populer seperti ... ya kalian pasti tahulah. Saya tidak akan menyebut merek.

Apa yang membedakan karya tersebut dengan karya-karya yang lain? Di mana letak keistimewaan dalam setiap karya sehingga karya tersebut dianggap BAIK/BAGUS, dan karya yang lain dianggap TIDAK BAIK/BAGUS?

Tidak ada yang tahu! *itulah jawabannya.

BAIK-TIDAKnya karya adalah sebuah KESEPAKATAN BERSAMA.

Yang terpenting dalam sebuah karya adalah BENAR!

Menulislah sebuah karya dengan BENAR. Dalam artian dapat dipertanggungjawabkan, dapat dinalar, dapat diambil maknanya, dan sebagainya.

Maka, TERUSLAH MENULIS DENGAN BENAR!

Jangan pedulikan jika ada yang berkata ini tidak baik, ini buruk. What ever-lah kata mereka, yang penting, kamu sudah menulis dengan benar.

Kepuasan itu bukan dari penilaian atas tulisan tersebut, tapi dari selesainya tulisan tersebut.

Petuah Om Donatus A. Nugroho

-----------------------

Satu hal yang membuat saya ingin tertawa adalah ini—ya mungkin ada benarnya juga. Hehe....

Ketika kamu telah selesai menulis dan ingin “memamerkan” kepada teman-temanmu, hal ini adalah wajar. Yang tidak wajar adalah ketika mereka mulai berkomentar :D

Ketika mereka mengatakan, “tulisan ini kayaknya kurang bagus deh, alurnya....” bla bla bla. Saran saya: JANGAN SEDIH! Jangan sampai kritikan dari temanmu membuat kamu hancur, atau mungkin membuatmu takut untuk menulis lagi!

Bilang saja begini, “ooo gitu, soalnya tulisan itu bukan buat kamu!

Tetapi, jika temanmu memuji tulisan itu, maka bilanglah, “tulisan itu memang buat kamu!
Saya yakin, temanmu pasti akan senang. Hehe.....

--------------------------

Tips-tips (gak) bener ini saya peroleh ketika wisata sastra.

SEMoga bermanfaat! ^^

Tidak ada komentar: