15 November 2011

Ekspedisi: Istana Rumbia dan Dieng, Wonosobo (Wisata Sastra) -- part. 1

Tanggal 12-13 November 2011 saya dan teman-teman melakukan ekspedisi ke Wonosobo. Kemanakah kami pergi? Silakan membaca posting ini sampai selesai hehe....


Sebenarnya kami menyebut ekspedisi ini sebagai WISATA SASTRA. Kami yang terdiri dari berbagai suku dan ras, telah tergabung dalam wadah grup facebook Diskusi Fiksi. Menulis Fiksi. Membaca Fiksi (CErita Nulis dan Diskusi OnLine)—yang biasa disebut CENDOL, di bawah naungan penerbit Universal Nikko. Dari grup besar tersebut, muncullah kami SECOTENG (SEdhuluran CendOl jawa TEngah-NGayogyakarta) yang merupakan grup (rahasia) daerah.


Begitulah kami dipertemukan oleh dunia maya, sosial-media Facebook. Ketika saya bertemu tatap-muka dengan mereka untuk pertama kali alias kopi darat, adalah waktu ketika akan pergi ke Wonosobo. Keren kan? Dan, tidak membutuhkan waktu lama untuk mengakrabkan diri. Mungkin karena kesamaan minat dan hobi ^^.

Oke, lanjut sesuai judul posting.

WISATA SASTRA ini telah direncanakan jauh-jauh hari di Grup SECOTENG. Lebih-kurang sebulan yang lalu. Kami pun menyepakati untuk pergi tanggal 12-13 November 2011, bertepatan dengan weekend. Yang dari Semarang dan Solo pun sibuk mempersiapkan segala hal berkenaan dengan tempat istirahat alias menginap karena titik kumpulnya berada di Stasiun Tugu, Yogyakarta pukul 09.00-10.00 WIB. Saya pun kedatangan dua tamu dari Semarang pada hari Jum’at (11/11) malam. Itu pun saya ketemu mereka juga baru pertama kali itu. Mereka adalah Kiky, dan Tien2.

Sabtu (12/11), kami bertiga telah siap di stasiun Tugu dari pukul 08.30 dan belum ada yang datang. Ya, kami memang terlalu bersemangat.

Pukul 09.00—10.00 WIB mereka pun mulai berdatangan.


Berikut nama-nama peserta WISATA SASTRA yang kumpul di Yogyakarta.

Om Donatus A. Nugroho

Bunda Astuti J. Syahban, dan putranya (Wulang)
Mba Eno Dee
Kang Rick Luck
Mba Rozie Deedee
Mba Echa Kare
Mba Avioleta Zahra
Mba Ika Hirata
Lina Hardianti
Richa Miskiyya
Ahmed Ghosen
Rizki Agustya Putri (Kiky)
Tien-tien
Tri Susanti

Peserta yang sudah berada di Wonosobo,
Bunda Maria Bo Niok, suami, dan putri bungsu
Mba Nesa Kartika
Mba Dian Nafi
Mba Wanda Kaniawati
dan beberapa yang lain. *saya lupa namanya

Pesertanya keren-keren kan? Karena itu, saya merasa sangat beruntung.

Pukul 11.00 (12/11), kami yang dari Yogyakarta berangkat ke Wonosobo melewati jalur Magelang (Borobudur) dengan menaiki dua mobil *sangat beruntung sekali memiliki donatur yang keren juga*

Istana Rumbia (bangunan yang baru)
Sekitar pukul 14.00 (12/11) kami telah sampai di rumah Mba Nesa Kartika di Wonosobo.

Mba Nesa ini adalah putri dari Bunda Maria Bo Niok. Ibu-anak ini, dua-duanya adalah seorang penulis. Mereka berdua telah menjelajah luar negeri sebagai seorang TKI (Tenaga Kerja Indonesia). Namun hal ini, justru membuat mereka terkenal dan menjadi seorang penulis.

Setelah istirahat sebentar di rumah Mba Nesa, kami meluncur ke Istana Rumbia untuk penyambutan. Di sana telah berkumpul calon penulis remaja, dan pengurus Istana Rumbia, beserta Bunda Maria Bo Niok dan suami.

disambut hangat di Istana Rumbia

Dari sambutan-sambutan, cerita-cerita, diskusi dengan para remaja di sana, banyak hal yang dapat saya pelajari. Tentang semangat menulisnya seorang Om Donatus A. Nugroho. Tentang perjuangan seorang Bunda Mario Bo Niok mendirikan Istana Rumbia. Tentang remaja-remaja di sana yang haus akan pengetahuan sastra.

“Diluncurkan” pula, buku baru Mba Nesa Lamunan Bidadari (kumpulan puisi) dan Twinlight (kumpulan cerpen bersama Mba Dian Nafi).

launching buku Mba Nesa dan Mba Nafi

pemandangan dari lantai 2 Istana Rumbia
Tak terasa, banyak sekali yang kami diskusikan. Adzan Maghrib berkumandang dan beberapa teman telah bersiap untuk talkshow di RRI Wonosobo. Mereka adalah Bunda Maria, Om Donat, Mba Nesa, Bunda Astuti, dan Kang Rick. Sedangkan kami, yang ditinggal di Istana Rumbia, berusaha lebih mendekatkan diri kepada teman-teman sesama SECOTENG. Dan, Lina Hardianti adalah perempuan yang sangat keren sekali *nggak ada matinya!

Istana Rumbia

(dari kiri ke kanan) Mba Nesa, Om Donat, Kang Rick, Bunda Astuti, Bunda Maria Bo Niok
Berikut tulisan Om Donatus di dinding Istana Rumbia. Sebenarnya kami juga menulis di dinding, tapi lupa tak diabadikan.

DAN: Donatus A. Nugroho

Tidak ada komentar: