11 Januari 2012

Kemakan "Fiksi"

Beberapa hari yang lalu, tepatnya ketika tahun baru, saya harus meninggalkan Jogja untuk mengabdi kepada orangtua *bahasane rek*. Kabar buruknya, Ibu saya dirawat di rumah sakit (RS) di Semarang. Karena orang rumah juga megang banyak kerjaan di rumah, dan saya di Jogja minggu tenang, akhirnya saya segera meluncur ke Semarang hari Sabtu malam Minggu, tepat ketika malam tahun baru 2012. Tapi biasa aja sih, malam tahun baru sama saja seperti malam-malam biasanya. Yang membedakannya dengan malam yang lain adalah kilatan cahaya api di langit--sebut saja kembang api.

Sekitar pukul sembilan malam, akhirnya saya sampai di RS tersebut. Untungnya ruangannya langsung ketemu, karena saya belum pernah sekalipun masuk di RS tersebut. Keluarga sudah berkumpul di sana menemani Ibu saya. Dan seterusnyaa.... :)

Cerita di atas adalah sekilas info dari posting ini. Hanya sebagai pengantar untuk memberikan sedikit ilustrasi dari judul posting ini.

Masuk ke pembahasan inti :D

Pembaca pernah gak sih ketika berpergian sendirian menaiki bus, atau ketika di RS sedang menunggu kerabat yang sakit berpikir untuk mendapatkan kenalan atau--yang lebih ekstrim lagi--jodoh di sana?

Kalau pembaca tidak pernah berpikiran seperti itu, maka akan saya beritahu siapa yang berpikiran seperti itu. Yang tak lain, dan tak bukan adalah pemosting di blog ini. Ya, saya sendiri! *pura-pura pingsan--malu*

Entah ini karena kemakan sinetron atau novel, cerpen dan cerita-cerita yang lain, saya selalu menyangka saya akan mendapatkan teman dari perjalanan saya. Padahal lho saya sering naik bus PP (pergi-pulang) Juwana-Jogja ataupun sebaliknya tapi tak pernah mendapatkan apa yang saya pikirkan. Sehingga saya mengambil keputusan, bahwa saya telah termakan omongan "fiksi". Ups, salah! Fiksi gak ada yang bisa ngomong, maksud saya cerita fiksi.

Di dalam kisah sinetron maupun novel dkk-nya ketika menceritakan suatu perjalanan, sering kali berkisah mengenai seorang yang mendapat kenalan dan akhirnya pacaran, bahkan menikah. Maka sesering kali itulah kadang saya berpikir, bila mana saya mendapat kenalan/pacar/jodoh di perjalanan tersebut?

Sekian dan terima kasih! :D

NB: hanya sebagai catatan biar gak lupa kalau sudah nemu ide

2 komentar:

Suke mengatakan...

semoga segera mendapatken yang mana jodohnya... hi...

Suntea mengatakan...

haha... amin. Terima kasih sudah meninggalkan jejak :)