29 Januari 2012

Perhatian Si Uda Warung Makan Padang

Dari kemarin malam, saya memang belum makan nasi (tapi makan mie dan cemilan, serta susu kedelai). Saya memutuskan sore ini untuk makan nasi padang, mendobel makanan tadi pagi dan tadi siang. Saya membeli nasi padang di warung makan padang tempat biasa saya beli. Sebetulnya saya gak sering ke situ. Tetapi.... Ya, beginilah ceritanya.

Dua hari yang lalu saya potong rambut karena ya tahu sendirilah "sesuatu" membuat saya agak stress. Ditambah pula bentuk rambut saya yang memang ikal, bergelombang, mengembang, kering--tapi ini bukan roti kering-- dan susah di atur, dan satu lagi, bersalju *silakan ditebak sendiri maknanya*. Jadi saya memutuskan untuk potong rambut sampai habis, tapi gak sampai plontos. Saya memotong rambut sampai setengkuk.

Hmmm....dulu saya memang pernah potong rambut pendek, tapi yang ini lebih pendek lagi.

ini potongan yang dulu, sekarang lebih pendek lagi dan lebih chubby >.<
Orang-orang yang sering melihat saya, sudah terbiasa dengan penampilan saya yang berambut panjang. Hingga akhirnya saya memotongnya. Dan hasilnya? Ya begitulah :D

Oke, kembali ke topik.

Tadi saya membeli makan nasi padang, dan si mas penjual atau biasa dipanggil Uda itu mengucapkan sesuatu yang tidak saya duga #sumpahdemiapa? *kalo kata Moammar Emka dijawab begini: DEMI.....kianlah cintaku kepadamu #eaaaa*

Saya: ... *masuk ke warung makan*
Uda: eh, si uni ganti penampilan baru, gak kayak kemarin-kemarin!!! *sambil senyum-senyum gak jelas-entah senyum suka, ngece, centil, dsb*
Saya: *juga nyengir* emang yang kemarin-kemarin kayak gimana??
Uda: .... *masih senyum dan meninggalkan saya dilayani orang lain*

Yak, sebenarnya saya gak nyangka si Uda mengatakan seperti itu karena saya pun jarang beli makan di situ. Saya kira, si Uda juga gak perhatian sama saya karena terkadang terlihat cuek dan biasa saja--diperlakukan layaknya pembeli yang lain. Tapi ternyata hal yang saya kira selama ini: SALAH. Si Uda ternyata perhatian sama saya. Nyatanya dengan jelas dia tahu kalau saya potong rambut, atau ini hanyalah alibi bahwa saya memang terlihat berubah sekali setelah potong rambut? :D *positive thinking*

Hmm...pembaca yang baik, terkadang kita tidak menyadari bahwa ternyata orang disekitar kita yang kita merasa mereka tidak mempedulikan kita itu perhatian dengan kita. Betapa jahatnya saya telah mengira bahwa mereka adalah orang lain yang tidak peduli dengan saya. Tetapi mereka peduli meski hanya sekedar sapaan bahwa saya telah mengubah penampilan. Maka dari itu, teruslah berbuat baik. Karena apabila mereka memperhatikan kita, mereka akan selalu mengingat kita. Dimanapun dia berada :)

Semoga bermanfaat :D

Tidak ada komentar: