17 Desember 2009

LYK (Dimas)

Aku merebahkan diri di pelukan malam. Kudengarkan celoteh penyiar radio dalam sebuah stasiun FM. Sejenak aku terpaku, “kenapa harus lagu ini?” pikirku.

Kumencintaimu lebih dari apapun
Meskipun tiada satu orangpun yang tahu
Kumencintaimu sedalam-dalam hatiku
Meskipun engkau hanya kekasih gelapku….
(Ungu “Kekasih Gelapku”)

Aku teringat akan Lintang. “Lintang, aku sayang kamu dan tak mau kamu bersama orang lain,” lirihnya setelah mendengarkan lagu tersebut. Akan tetapi, ….


-beep beep beep-
“Sayang lagi sibuk ya? Seharian nggak telepon aku sih?” cerocos wanita yang sedang meneleponku. Tentu saja bukan Lintang.
“Iya maaf sayang. Tadi kerjaan sibuk banget, jadi gak ada waktu buat telepon,” kilahku. “Sekarang lagi ngapain? Gimana hari ini kerjaannya?”
“Lagi tiduran aja ni. Capek, ditambah kamunya gak ada kabar, jadinya kangen. Hehehe,” katanya.
“Aku juga kangen sama kamu. Oia, nanti malam ada acara gak? Jalan yuk! Mumpung gak ada kuliah ni,” ajakku.
“Emmm, boleh. Pukul setengah tujuh ya sayang?” pintanya.
“Iya, ntar aku pukul setengah tujuh sudah sampe depan rumahmu deh,” jawabku.
“Ya sudah. Kamu istirahat dulu aja. I love you,” katanya manja.
“I love you too sayang. Makasih ya,” dan kututup telepon darinya. Dari pacarku, Gina.

“Maafkan aku Lintang,” lirihnya kepada bayang-bayang semu Lintang.

Gina adalah pacarku, satu daerah denganku. Berbeda dengan Lintang, aku tak sedaerah dengan Lintang. Aku jalan dengan Gina sudah dua tahun lebih, sedangkan Lintang baru beberapa bulan. Ini semua memang aku yang memulai. Aku sayang Gina, tapi juga sayang Lintang. Entahlah, bagaimana bisa seperti itu?

Hingga pada suatu hari aku berterus terang kepada Lintang.
“Lin, maafin aku ya. Aku bohong sama kamu,” pintaku kepada Lintang.
“Maaf buat apa Dim?” selidik Lintang.
“Sebenarnya aku sudah punya pacar Lin, di sini. Aku mohon, kamu maafin aku ya? Aku tahu, kamu pasti kecewa sama aku,” mencoba meminta maaf semelas mungkin, karena aku tak mau kehilangan dia.

Entah apa yang sedang terjadi dengan Lintang. Lama, dia tak membalas SMS-ku. Hanya lewat SMS, karena sudah aku bilang, aku tak sedaerah dengan Lintang. Perasaanku tidak enak. Aku belum siap kehilangan Lintang. Aku ingin selalu bersama dia. Bersamanya aku mendapatkan sesuatu yang tak dimiliki oleh Gina. Tetapi aku juga tak mau kehilangan Gina. Aku kalut.
“Lintang, kamu gak apa-apa kan? Tolong jangan marah sama aku ya. Aku sayang sama kamu,” khawatir dengan keadaan Lintang.

Setelah kutunggu lama, akhirnya dibalas juga sama Lintang.
“Kenapa kamu gak jujur sama aku sejak dulu Dim?” kata Lintang. Sudah bisa kutebak, di sana Lintang pasti sudah berlinang air mata. Aku memang bersalah, tapi aku sayang dia. Aku tidak ingin kehilangan dia. Aku jujur karena aku tidak ingin membohongi siapa-siapa, meskipun ini menyakitkan.

“Dim, kalau kamu bilang dari dulu, aku gak akan mau jadi pacar kamu. Kenapa kamu bilang sayang sama aku, sedangkan kamu juga sayang sama orang lain, Dimas. Aku gak munafik, aku memang sayang sama kamu, tetapi aku juga perempuan Dim. Aku tahu bagaimana perasaan cewekmu kalau seandainya tahu kamu selingkuh,” Lintang memarahi aku.
“Iya Lin, aku salah. Aku tahu. Tapi aku memang sayang kamu, dan sayang Gina,” kataku dalam hati, membela diriku sendiri.

Aku senang Lintang masih mau dekat denganku. Tentang Gina, aku baik-baik saja dengan Dia. Gina sayang aku, begitu juga dengan Lintang. Aku tidak ingin kehilangan mereka berdua. Merskipun terkadang, aku juga bingung dengan perasaanku sendiri. Hingga terkadang aku salah menyebut nama. Lucu juga jika dibayangkan. Aku tidak pernah merasa salah dengan yang aku lakukan sekarang. Aku jujur kepada Lintang bahwa aku sudah punya pacar, dan dia bisa menerima aku. Mungkin bisa disebut Lintang juga pacarku, tapi aku tetap masih sayang dan perhatian sama Gina. Aku adil membagi waktu dengan mereka. Aku tidak pernah mengecewakan mereka.

Hingga pada suatu hari…. (bersambung ^^, mikir dulu buat ujian)

2 komentar:

Anonim mengatakan...

Ojo suwe2 yo sambungane wahahahaha

donny

Anonim mengatakan...

hehe.. kan mau ujian dulu mas.hehe