Showing posts with label esei. Show all posts
Showing posts with label esei. Show all posts

07 October 2023

Menjadi Orangtua Baru: Gangguan Kesehatan Mental Ibu

Selamat ya, untuk kamu yang sedang membaca ini, kamu telah menjadi orangtua--menjadi Ayah dan Ibu. Tentu saja tanggung jawabmu juga akan bertambah. Bukan hanya Ibu, tapi juga Ayah. Meski Ibu mempunyai lebih banyak waktu bersama anak, namun tetap saja tanggung jawab untuk membesarkan dan mendidik anak adalah tanggung jawab bersama--ayah dan ibu. Betul ya, buibu?

baru anak 1 :D
Jangan kaget ya, ayah/ibu! Semua orang tua "baru" mengalami hal ini. Asalkan ayah/ibu bergelimang syukur dan ikhlas, semua akan baik-baik saja 😊

Memiliki anak yang baru lahir--bayi memang merepotkan ya ayah/ibu. Tidak sedikit ibu yang sehabis melahirkan mengalami baby blues ataupun juga depresi post partum. Yang keduanya sama-sama merupakan gangguan kesehatan mental ibu selepas melahirkan. Jangan sampai lengah ya, Ayah. Terkadang Ibu yang mengalami baby blues maupun depresi post partum tidak menyadari bahwa dirinya mengalami gangguan ini.

Kalau aku ditanya, pernah mengalami hal ini? Oh... pernah dong 😁 dan ini terjadi ketika aku lahiran anak pertama. Padahal waktu itu aku masih serumah dengan orang tuaku, harusnya kan seneng ya karena dibantu ibu sendiri. Tapi ya itu, banyak hal yang menyebabkan naik turunnya mental aku atau ibu-ibu yang lain pasca melahirkan. Bahkan terkadang sebabnya tidak terduga. Sensitifnya ibu pasca melahirkan bisa sama bahkan lebih parah dari sensitifnya ibu ketika PMS.

Dari artikel yang aku baca, ada beberapa hal yang memengaruhi kesehatan mental ibu pasca melahirkan;

Yang pertama, psikologis.
Psikologis dari sang ibu ya. Bisa jadi ibu mempunyai riwayat depresi atau kecemasan; ibu memiliki sindrom PMS, karena pasca melahirkan ibu mengalami masa nifas ya; sikap negatif terhadap bayi--hal ini bisa terjadi ketika mungkin bayi tersebut (mohon maaf) tidak diinginkan; hingga riwayat pelecehan seksual; dan yang terakhir penolakan (sikap tidak terima) dengan jenis kelamin bayi yang ibu lahirkan.

ilustrasi prolaps tali pusat
Yang kedua, faktor risiko ketika hamil maupun melahirkan.
Kehamilan yang berisiko tentu saja sangat memengaruhi kesehatan mental ibu. Hal ini meliputi operasi caesar yang tidak terencana, sehingga menyebabkan rawat inap; keluarnya mekonium (feses/pup pertama bayi yang keluar di dalam kantung ketuban--yang normalnya dikeluarkan bayi ketika bayi sudah lahir; prolaps tali pusat (kondisi dimana tali pusat bayi turun melewati janin sehingga menutupi jalan lahir--hal ini dapat menyebabkan bayi kekurangan oksigen); bayi lahir prematur dan atau berat badan rendah; kadar hemoglobin ibu yang rendah.

Yang ketiga, faktor sosial.
Dalam masa kehamilan, selain penyesuaian hormon yang menyebabkan naik turunnya emosi ibu, kurangnya dukungan lingkungan di sekitar ibu juga dapat memengaruhi kesehatan mental ibu. Kekerasan dalam rumah tangga seperti kekerasan seksual maupun fisik pada pasangan juga termasuk dalam faktor sosial. Hal lain yang termasuk juga dalam kekerasan adalah kekerasan verbal, yaaa mirip-mirip sama komentar deterjen, eh netizen hihihi.

Yang keempat, faktor gaya hidup.
Gaya hidup menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) diartikan sebagai cara seseorang untuk mengekspresikan diri melalui aktivitas, minat, dan opini, khususnya yang berkaitan dengan citra diri.  Masih dalam artikel yang aku baca, juga sesuai dengan arti di atas; kebiasaan makan, siklus tidur, gaya hidup ibu--seperti aktivitas fisik dan olahraga,selama sebelum menjalani persalinan hingga pasca melahirkan sangat memengaruhi kesehatan mental seorang ibu.

Dari keempat faktor di atas, dapak kusimpulkan kalau semuanya yang berhubungan dengan ibu dan lingkungannya sangat berpengaruh terhadap kesehatan mental ibu. Maka dari itu, akan sangat baik jika ibu dan lingkungan di sekitarnya sangat mendukung dan memberi semangat kepada ibu agar ibu tetap "waras".

Saran nih, buat Ayah. Tolong, selalu dampingi ibu dan memperhatikannya. Sebab, terkadang ibu bahkan tidak menyadari dirinya sendiri ketika ia sedang mengalami gangguan kesehatan mental. Contohnya, ibu sering melamun, membentak bayi, tiba-tiba menangis, tidak mau memegang bayinya, bahkan ada yang lebih fatal, seorang ibu bisa (maaf) membunuh bayinya sendiri, dan lain sebagainya.

Harus siaga ya, Ayah! Gak cuma pas hamil aja yang butuh siaga, tapi juga pasca melahirkan. Tahu kan ya, sloga suami SIAGA >> siap antar dan jaga :D  tapi kalau pasca melahirkan mah, siap momong anak dan jaga :) betul ya buibu.... hihihi.

Hayuk bu, yah. Kuncinya selalu menciptakan suasana yang harmonis dan bahagia. Iya, aku tahu, kadang kenyataan tidak sejalan dengan apa yang kita harapkan. Tapi tetaplah tenang dan sabar, roda itu berputar dan sehabis hujan muncullah pelangi. Harus yakin ya ibu/ayah. Gak usah dengerin omongan orangtua/tetangga/saudara ketika mereka berkomentar negatif. Toh, kita yang ngurus dan biayain anak kita, bukan mereka hehehe. Pokoke ibu dan ayah harus kompak yaaa ❤

Wis, ya. Kusudah bingung mau ngetik apalagi. Sebenarnya masih banyak yang mau aku ceritain, tapi untuk cerita di postingan lain saja yaaa. Semoga tulisan ini bermanfaat untuk ibu dan ayah yang membacanya, dan untuk aku juga ketika mungkin aku sedang dalam keadaan mental yang turun. Sebab ngurus tiga anak juga butuh semangat dan daya juang yang tinggi ya buibu hahaha.

Okelah, cukup sampai di sini dulu.
Terima kasih yang sudah mau membaca tulisan amburadul ini.
Jangan lupa komentar positif untuk tulisan maupun untuk aku biar aku selalu semangat menulis blog ❤
.
.
.

10 April 2013

Kenali TB (Tuberculosis) MDR (Multi Drug Resistanse) Sejak Dini!

Update: kuposting lagi cerita ini, setelah sekian lama kusimpan di draft. Ini cerita tentang penyakit Ibuku. Beliau berpulang di tahun 2017.
.
.
Akhirnya bisa posting di blog. Sudah lama ya. Bulan kemarin pun saya tidak posting sama sekali. Aih kangennya nulis blog :3

Kemarin saya memang agak sibuk. Bukannya mau buka rahasia keluarga, tapi ini kenyataan. Toh ngapain ditutup-tutupin. Ini sudah bukan rahasia umum lagi. Justru dapat dijadikan pelajaran.

Oke! Saya baru pulang dari Solo, tepatnya dari RS. Moewardi. Ngapain? Pindah tidur. Hehehe…

Ibu saya habis dirawat dan opname di sana. Sakitnya TB (Tuberculosis). TB lanjut, biasa disebut TB MDR (Multi Drug Resistanse) atau biasa lebih mudahnya TB resistensi obat  atau lebih mudahnya lagi TB kebal obat. Yang dimaksud kebal obat di sini ialah kebal obat untuk pngobatan yang pertama.

Saya cerita dulu dari pengobatan pertama. Pengobatan pertama ini biasanya suntik selama dua bulan dan dibarengi obat kapsul selama 6 bulan. Ibu saya sudah melakukan pengobatan ini. Setelah pengobatn ini pun sudah dinyatakan negative oleh lab dan disetujui oleh dokter. Hingga beberapa bulan kemudian ibu mulai batuk kembali, dan kami coba untuk lab dahak. Hasilnya positif (bakteri TB)./ Kemudian kami dirujuk ke Solo untuk hasil cek lab karena dicurigai positif TB MDR. Kenapa di solo? Karena di pulau Jawa baru ada di Jakarta, Surabaya, dan Solo. Proyek inipun merupakan donate dari US AID (United States Agency International Development) dan diresmikan di Solo pada tanggal 1 April 2011. Jadi semua pembiayaan opname dan lain-lain untuk TB MDR gratis tis tis tis.

Berhubung hasilnya positif, Ibu harus dirawat di sana. Inipun ternyata antri. Di ruang isolasi tersebut baru ada 6 kasur, untuk 6 pasien. Tempatnya hanya disekat oleh kain. Setelah menunggu sekitar 3 bulan, Ibu akhirnya dipanggil dan melakukan perawatan intensif di ruang isolasi TB MDR tersebut.

Kami sampai di Solo, tanggal 22 Maret 2013, dan langsung mondok. Kebetulan saya yang kebagian menunggui Ibu. Jadi dari awal masuk sampai keluar RS, hari ini tanggal 9 April 2013, saya yang bertanggung jawab menjaga Ibu.

Oke, gak perlu berpanjang lebar ya.
tersangka :v

Masuk ke pengobatan selama di ruang isolasi TB MDR. Selama di ruangan, semua pasien, pegawai, penunggu, penjenguk diharapkan memakai masker. Tidurpun saya harus memakai masker sampai-sampai hidung saya tambah mancung ke dalam :D *gak ding gak sampe mancung ke dalam kok hehe. Sebelum pengobatan pun pasien menjalani beberapa cek dan tes. Seperti detak jantung, THT, darah, dahak, kadar gula, berat badan (BB), tinggi badan (TB), rongsen *ini gimana tulisannya ya, dll. Kenapa perlu dicek, karena ternyata efek dari obat yang ditimbulkan sangat beragam. Juga untuk menentukan jumlah obat yang akan diberikan kepada pasien. Ibu saya kebagian 20 obat tiap hari + suntik.

Pengobatan kedua ini akan berlangsung selama 2 tahun tidak putus, yaitu 6 bulan obat kapsul + suntik, sisanya 1,5 hanya obat kapsul saja.

Keluarga sangat dibutuhkan sekali dalam penyembuhan ini. Karena ternyata ini tidak mudah. Selain TB yang merupakan penyakit menular dan efek samping yang beragam, minum obat tiap hari selama 2 tahun penuh itu tidaklah mudah. Apalagi untuk Ibu, 20 butir obat tiap hari. Semangat mom :*

Kenali gejala TB sejak dini karena penyakit ini ada di sekitar Anda. Selalu jaga kesehatan dan senantiasa terapkan pola hidup sehat. Semoga sukses! :)
.
.

11 February 2012

Menulis Cerita, Apa yang harus ditulis terlebih dulu?


SOP (Seputar Obrolan Penulisan) CeKers 01 (11 Februari 2012)
Tema: Menulis Cerita, Apa yang harus ditulis terlebih dulu?

Ide udah dapet. Jalan cerita udah kebayang. Sampai endingnya pun sudah kepikiran. Nah, pas mau mulai nih, kok jadi bingung bener ya apa yang mau ditulis. Nah, kalo bingung, jangan lupa tanya ke pulisi. Buat apa kita bayar (pajak) mahal kan? Nah loh apa hubungannya sama pulisi ya?

Lanjoottt! Nah, biar nggak bingung, begini aja deh. Ketika akan mulai menulisan jangan lupa ini ya:
Pertama, mandi dulu biar otaknya encer. Imajinasinya mengalir. Nah, kalo sudah mandi, ya bolehlah lanjut ke no 2. Kedua, Pakai baju dulu ya. Jangan lupa celana juga. Ya, iyalah masak telanjang. Malu sama Boboho. (Apa hubungannya yak? Bodo amat ah!) Nah, yang Ketiga, duduk manis. Jangan lupa minum susu, teh hangat, atau embat cokelatnya Bunda. Asal jangan icip-icip kopinya Ayah ya. Eh, sambil tiduran juga boleh. Kalo sudah, lanjut ke no 4. Nah loh, kapan mulainya nih.

Jika sudah siap semuanya, baru deh ini step stepnya:

1). Siapkan sinopsis
Cerita singkat mengenai keseluruhan ceritamu. Itu yang tadi nongol diimajinasi itu. Singkat aja tapi harus jelas ya.

2). Kerangka cerita
Adalah alur cerita yang akan kalian uraikan.

Setelah kedua langkah itu kamu siapkan, maka sedikitnya kamu tahu bagaimana membuka cerita. Karena, dalam kerangka cerita itu sendiri sudah ada atau sudah terlihat alur ceritanya. Alur maju yang nggak mundur-mundur atau alur mundur yang nggak maju-maju. Atau alur bingung, alur maju mundur. Kok jadi keinget setrikaan ya.

17 November 2011

Pesan dari WISATA SASTRA SECOTENG di ISTANA RUMBIA

Banyak hal yang dapat saya pelajari dari kebersamaan SECOTENG di Istana Rumbia. Tentang bagaimana menyikapi hidup yang campur-aduk, sampai hal gak mutu seperti terheran-heran karena bisa melihat buah nanas yang masih menempel di pohonnya! *plis deh!

Menjadi terkenal karena tulisan fiksi bukanlah suatu “pencapaian” yang mudah. Butuh banyak tenaga dan mental yang kuat. Tidak sekedar kirim sekali dan tembus ke media cetak! Ya, tapi mungkin bagi orang yang beruntung bisa saja mengirimkan karya sekali, dan langsung naik cetak. Sebenarnya, keberuntungan sangat berpengaruh besar di sini.

06 October 2011

Cantik Itu Luka

Adakah yang pernah mendengar atau membaca judul posting di atas?

Yap, itu adalah judul sebuah novel karya Eka Kurniawan. Saya pinjem ya mas, buat judul posting. Tapi maaf, saya tidak akan membahasa tentang novel tersebut. Baca aja belum :D

Setiap perempuan menginginkan dirinya selalu tampil cantik, tak terkecuali saya pribadi. Tapi bahwasanya semua perempuan itu pada dasarnya cantik memang benar adanya. Tidak ada perempuan tak cantik di dunia ini. Yang ada hanya perempuan baik, dan tidak baik *pinjem kata-kata ibunya Khan, dalam film My Name is Khan*.

Lalu bagaimana dengan pandangan orang lain akan hal ini?

Itulah masalahnya. Manusia telah dicekoki kebudayaan tentang perempuan yang cantik sewajarnya. Sewajarnya dalam tanda kutip. Artinya, kata wajar di sini adalah wajar menurut pandangan dan trend kecantikan pada waktu tersebut.

Ini ketika saya ultah dan dikerjai untuk dandan
Misalnya, pada tahun 50-an, perempuan yang dianggap cantik pada waktu itu adalah perempuan yang bersanggul, yang bahenol (gemuk), berkebaya. Bayangan saya yang terlihat untuk mendeskripsikan cantik ini adalah Mrs. Waljinah. Yak! Beliau adalah penyanyi keroncong yang sangat disukai oleh alm. Simbah saya.

Lalu, ketika masuk di tahun 2000-an, banyak model bermunculan dan terkenal di Indonesia. Representasi cantik berubah lagi. Cantik itu adalah kurus-tinggi, kaki jenjang, tidak semok, rambut kecokelatan, dan (maaf) dada yang pas-pasan dan atau rata. Deskripsi ini dapat dilihat pada sosok model cantik Chaterin Wilson, atau Davina.

Jika ditilik dari mode di atas, maka saya dikatakan cantik pada tahun 50-an :D

25 September 2011

Tata Cara Belajar


Belajar tidak hanya merupakan kewajiban, tetapi juga suatu kebutuhan yang harus senantiasa dikerjakan oleh mahasiswa. Belajar merupakan sarana untuk meraih nilai yang maksimal. Namun, hal itu tidak dipedulikan oleh kebanyakan mahasiswa. Hampir sebagian mahasiswa tersebut malas belajar dan memilih jalan-jalan atau bermain. Sebenarnya, jalan-jalan atau bermain boleh saja dilakukan atau mungkin wajib dilakukan untuk sekedar mengistirahatkan pikiran, tetapi dibutuhkan juga kepandaian untuk membagi waktu antara belajar dan main-main.

Kebiasaan mahasiswa mengesampingkan belajar membuat ruang gerak untuk belajar menjadi sempit sehingga terbentuklah ungkapan yang sering diucapkan oleh mahasiswa menjelang ujian akhir yaitu belajar SKS (Sistem Kebut Semalam). Sesuai dengan namanya, belajar SKS ini hanya dilakukan pada saat itu saja dengan jangka waktu yang panjang. Misalnya, dalam sekali tempo menghabiskan waktu empat sampai enam jam. Padahal, SKS ini tidak efisien untuk dipraktikan karena materi matakuliah yang dipelajari tidak terserap secara keseluruhan.

14 September 2011

Harga Kejujuran

Yapppss.... Tumben ini saya tiap hari ngepost :D

Kejujuran di saat krisis percaya diri kepemimpinan seperti ini memang dipertaruhkan. Banyak koruptor di sana-sini merajalela tak tahu diri. Ibaratnya, koruptor itu seperti gedung pencakar langit yang dalamnya usang. Sudah tinggi besar, menjulang tinggi, angkuh, luarnya megah, tapi isinya bobrok.


Hari ini, saya belajar tentang harga sebuah kejujuran. Teman saya, sebut saja Bunga *ya, setiap orang saya samarkan di blog ini saya kasih nama Bunga* secara tidak sengaja membawa barang yang belum dibayar. Waktu itu kami (?) tengah berbelanja *saya cuman nemenin sihhh* di salah satu supermarket. Dan ketika membayar di kasir, salah satu barang ternyata terselip di dalam tas kresek.

Sesampainya di kos, setelah mengecek barang-barang yang dibeli, barang tersebut belum masuk ke dalam struk pembelian. Si Bunga gelisah karena belum membayar barang tersebut. Dan, hari ini, kami menebus pembayaran atas barang tersebut.

Di supermarket tersebut, kami langsung menuju ke bagian informasi dan pelayanan untuk segera membayar barang yang terselip tersebut. Apa yang terjadi kemudian? Setelah pembayaran terselesaikan, mereka memberi si Bunga tanda jasa, atas kesediaannya untuk kembali lagi ke supermarket tersebut dan membayar barang yang terselip itu. Walaupun, tanda jasa itu hanyalah sebungkus tisue kotak.

Hikmah apa yang dapat diambil dari kejadian ini???

Sebegitukah mahalnya kejujuran hingga harus memberikan tanda jasa kepada si Bunga?

Krisis kejujuran sudah melanda di negeri ini. Penghargaan bagi sebuah kejujuran (sekecil dan sepahit apapun kejujuran itu) sangatlah penting. Meskipun penghargaan tersebut hanyalah sebatas rasa terima kasih ^^

11 September 2011

Kepribadian Ganda (?)

Tadi seharian, saya bersama dengan teman-teman KKN, Syawalan (silaturahmi) ke rumah teman-teman KKN yang asli Jogja. Hmmm, sebenarnya ini adalah perampokan (makanan) berkedok Syawalan. Dari kos, saya sudah mewanti-wanti diri saya sendiri, "sudah! Ndak usah makan. Nanti itu banyak makanan. Ngirit!". Akan tetapi, asumsi lain mulai muncul, "nanti kalau jajannya cuman sedikit gimana? Kamu kan makannya banyak? Kelaparan nanti kamu!" Akhirnya, saya pergi tanpa makan.

Beranjak dari asumsi-asumsi aneh tersebut, kebetulan sekali saya ingin menceritakan tentang teman saya yang bernama Yasser Tahura Putra *ini nama sebenarnya, mungkin yang tidak sebenarnya itu Bunga*.

Oia, jika postingan ini bertahan sampai saat Anda menemukan posting ini, berarti yang saya ceritakan, tidak berkeberatan untuk saya kupas *emangnya apel* dan olok-olokin di sini :D *sesuatu*

***

Tahura merupakan salah satu teman saya di KKN dan satu fakultas dengan saya. Saya suka menyebut dia, Tahu. Kenapa? Karena enak aja manggilnya, semacam makanan.

06 September 2011

Prahara Identitas Seikat @poconggg

Oke, mari membicarakan yang masih hangat *mendekat ke perapian*

Dunia per-twitter-an Indonesia telah digegerkan oleh seikat @poconggg. Bagaimana bisa? Mari disimak posting ini :')

Semalam, saya mendapatkan berita dari Diskusi Fiksi.Menulis Fiksi.Membaca Fiksi (Universal Nikko+mayokO aikO) menuliskan bahwa identitas @poconggg telah terungkap. Saya sempat terkejut dan langsung kroscek ke twitter. Dan, ternyata benar. Di twitter sedang rame membicarakan @poconggg dan sebuah alamat web yang membuat pernyataan mengenai "siapa @poconggg sebenarnya.

Hmmm...sebentar, apakah Anda tidak mengenal @poconggg? Oke, saya ceritakan sedikit memori saya tentang @poconggg.

@poconggg adalah sebuah akun twitter *chek @poconggg*. Akun tersebut merupakan akun buatan. Jadi, ada seseorang dibalik akun tersebut. Akan tetapi, si seseorang tersebut menyembunyikan identitasnya. Sehingga, para manusia di per-twitter-an Indonesia tidak mengenalinya. Si @poconggg ini terkenal lewat kicauannya yang kreatif dan berunsur komedi. Jadi, banyak sekali followers yang kemudian mengikuti akun tersebut.

04 September 2011

Hikayat Abu Nawas

Hayoo hayoo...siapa yang tak kenal dengan Abu Nawas? Untuk yang belum kenal, sila cari sendiri tentangnya, di buyut google hehe :D

Oke, berikut akan saya paparkan esai mengenai Abu Nawas. Sebenarnya, esai ini saya kumpulkan untuk salah satu tugas matakuliah saya *ini bukan alibi untuk tidak kreatif ngepost*

Ceekkiiidooot!!!!

Hikayat Abu Nawas (AN) merupakan salah satu jenis kesusastraan rakyat yaitu cerita jenaka. Cerita jenaka adalah cerita tentang tokoh yang lucu, menggelikan, atau licik dan licin (Fang, 1991:14). Lahirnya cerita jenaka dilatarbelakangi oleh kecenderungan masyarakat terdahulu yang suka melebih-lebihkan sesuatu hal.

Hikayat AN merupakan satu kumpulan cerita jenaka yang berasal dari luar Parsi/Arab, tetapi populer sampai ke Madagaskar, Afrika, Turki, Arab, dan Indonesia. Tokoh Abu Nawas memang terkenal dalam peradaban Islam sebagai seseorang yang cerdik dan pintar dalam era kegemilangan dinasti Abbasiyah di Baghdad di bawah pemerintahan Sultan Harun Ar-Rasyid.

17 May 2011

Selamat Hari Buku Nasional

YAp, mumpung hari buku *walaupun semua hari, seharusnya dinamakan hari buku* saya mau bertanya: buku apa yang Anda baca hari ini?

Buku tidak sekedar fiksi, tetapi juga nonfiksi. Intinya bukan pada buku, tapi pada MEMBACA *tepuk tangan*. Dan, bisa membaca apa saja. Memba koran, artikel, majalah, novel, cerpen, mading, atau membaca surat cinta dari pacar? *ngelantur*

Jadi, hari ini, berkat pengumuman di Grup Cendol, saya mengetahui akan diadakan launching dan bedah buku di Perpustakaan Kota Yogyakarta di Jln. Suroto No. 9, Kotabaru.

Saya datang.

Pukul 09.00 saya sudah nangkring di kursi pengunjung, dan acara akan segera dimulai.

Acara tersebut diberi judul:

08 April 2011

Nama adalah Doa: Sastra Indonesia, FIB, UGM, Yogyakarta

(Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta)

Aku bangga jadi anak SASTRA, walaupun hanya di UGM

Saya sempat tercengang mendengar berita dari dosen saya tentang jurusan Sastra Indonesia di Fakultas Ilmu Budaya atau yang sering disebut FIB, Universitas Gadjah Mada atau kebanyakan masyarakat menyebutnya UGM.

Tetapi penyingkatan UGM ini ternyata banyak mengalami interpretasi. Memang kreatif sekali masyarakat Indonesia ini. Ada yang menyebut universitas geneng mulyo *ini adalah tetangga desa saya*. Ada pula yang nyebut univ. golek morotuo (univ. mencari mertua), dan masih banyak lagi *saya lupa*.

*Ngelantur*

Kembali ke topik.
Jurusan Sastra Indonesia *kepanjangan nyebut begitu, selanjutnya akan disebut sasindo saja* yang berada dalam naungan FIB ini ternyata juga telah diinterpretasikan berbeda oleh masyarakat yang tidak tahu jurusan tersebut. Jadi begini *betulin kacamata*.

23 December 2010

BAHASA GAUL ‘SLANG’ INDONESIA


Posting ini kurang lebih memaparkan posting sebelumnya :D

Bahasa gaul atau biasa disebut dengan slang (bahasa prokem) merupakan ragam bahasa tidak resmi, tidak baku dan  bersifat musiman. Akar dari bahasa gaul adalah bahasa prokem. Bahasa prokem merupakan bahasa preman. Preman biasanya memakai bahasa prokem untuk berkomunikasi agar tidak diketahui oleh orang lain yang bukan  komunitas preman tersebut. Dewasa ini, bahasa prokem tidak lagi menjadi bahasa “rahasia” melainkan menjadi bahasa gaul di suatu daerah atau komunitas tertentu. Berikut beberapa bentuk bahasa gaul yang sering ditemukan dalam percakapan sehari-hari;

21 December 2010

‘Kemurnian’ Bahasa Indonesia vs Bahasa Slang


fotonya agak gak nyambung kayaknya :p
Bahasa Indonesia. Hmmm, selayaknya kita bisa dong berbahasa Indonesia dengan baik dan benar. Tapi, menurut pengamatan saya, penutur bahasa Indonesia (ragam bahasa baku) kalah jika dibandingkan dengan penutur asing yang belajar bahasa Indonesia. Penutur asing yang belajar berbahasa Indonesia lebih bagus bahasa Indonesianya dari pada penutur aslinya.

Saya heraan, banyak orang yang berkata bahwa bahasa Indonesia itu mudah (dulupun saya juga berpikiran seperti itu) tetapi semenjak menekuini bahasa Indonesia, oke! saya putuskan kl berlajar bahasa Indonesia itu gampang-gampang susah. :D hehe.. Apalagi kalau mengajarkan bahasa Indonesia kepada mahasiswa asing.

PErnah teman sekelas saya bertanya kepada saya. "APa beda mengerjakan dengan melakukan?"
Teman saya itu, bingung menjawab ketika ditanyai seorang mahasiswi asing yang sedang belajar bahasa Indonesia. Kasusnya itu: Si mahasiswi asing disalahkan ketika membuat kalimat melakukan pekerjaan rumah (PR). yang bener kan mengerjakan PR to? hehe

27 November 2010

Filosofi BERCINTA/ORGASME dalam MENULIS #khusus 17+

Jika Anda, para pembaca sekalian, menginginkan hal yang porno di sini maka Anda tidak akan mendapatkannya. #ketawa setan

Seperti yang pernah saya singgung di twitter, tentang filosofi bercinta/orgasme untuk penulis , kali ini (mumpung lagi musim ujan. Hah, apa hubungannya?) akan saya bahas. #gunting pita merah

Menulis merupakan pekerjaan menuangkan atau melahirkan suatu pikiran dan kemudian diterangkan dalam bentuk tulisan. Penulis adalah orang yang menulis, yakni yang melahirkan suatu pikiran dan kemudian diterangkan dalam bentuk tulisan (jadi, semua orang yang menulis disebut sebagai penulis) #applause.

Sebagai seorang penulis yang harus produktif (baca: mahasiswa pun bisa dimasukkan dalam golongan penulis karena suka mengarang tugasnya), penulis diharapkan selalu memiliki ide-ide cerita untuk dituangkan dalam bentuk naskah. Proses menulis ini dapat dianalogikan dengan bercinta/orgasme. Apakah bisa? Check it out (baca: CEKIDOOOTTT!!!).

26 November 2010

KEARIFAN LOKAL: TENGGANG RASA MASYARAKAT DESA

Rasa kepedulian di daerah pedesaan memang sangat tinggi. Berbeda dengan masyarakat kota yang kebanyakan lebih mementingkan kehidupan pribadinya dari pada kehidupan para tetangganya. Kehidupan desa yang selaras dan harmonis didukung dengan adanya rasa kekeluargaan di setiap masyarakatnya. Hal ini terwujud dalam prosesi setelah adanya kematian (yang meninggal muslim).

Adanya kematian dalam masyarakat desa menjadi ajang rasa kekeluargaan dan tenggang rasa yang sangat tinggi. Selama tujuh hari, penduduk dalam suatu desa akan berbondong-bondong menyatakan bela sungkawa dan duka cita (ta’jiyah) dengan membawa bahan makanan pokok atau uang. Kebiasaan ini sudah terjadi secara turun-temurun dan menjadi konvensi tersendiri dalam suatu kelompok masyarakat. Sehingga, konvensi ini telah menjadi kebudayaan yang telah menyatu di dalam sanubari masyarakat tersebut.

19 November 2010

Penggunaan Emotion pada SMS dan Chatting

Perkembangan kecanggihan teknologi dalam penyampaian pesan lewat SMS atau chatting memungkinkan munculnya bahasa baru untuk menyampaikan maksud pesan tersebut salah satunya dengan menggunakan emotion. Pemakaian emotion untuk menyampaikan pesan, dewasa ini semakin marak dan mengglobal di seluruh masyarakat dari seluruh lapisan, sehingga munculnya emotion dalam bahasa penyampaian pesan mempengaruhi pola pikir masyarakat pemakainya.


Gambar Scott E. Fahlman dengan emoticon-nya
Emotion yang diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi ‘emosi’ merupakan luapan perasaan yang berkembang dan surut dalam waktu singkat; atau keadaan dan reaksi psikologis dan fisiologis (seperti kegembiraan, kesedihan, keharuan, dan lain- lain) (KBBI, 1994). Bahasa emosi yang dipergunakan ini berupa simbol- simbol ‘emotion’ yang disebut smileys (berasal dari kata smile yang berarti senyum) atau sering juga disebut sebagai emoticon (berasal dari kata emote ‘emosi’ dan icon ‘ikon/ lambang’). Emoticon adalah simbol, atau kombinasi dari simbol- simbol berbentuk teks tertulis yang disusun dari karakter ASCII. Untuk memahami emoticon ini cara yang digunakan sangat unik yaitu dengan melihat sambil memiringkan kepala sekitar 90 derajat penerima pesan akan bisa menikmati lambang wajah :-).

18 November 2010

Pertunjukan Barongsai dan Elemen-elemen Pembangunnya

Kebudayaan sifatnya bermacam-macam, akan tetapi oleh karena semuanya adalah buah adab (keluhuran budi), maka semua kebudayaan selalu bersifat tertib, indah berfaedah, luhur, memberi rasa damai, senang, bahagia, dan sebagainya. Sifat kebudayaan menjadi tanda dan ukuran tentang rendah-tingginya keadaban dari masing-masing bangsa (Dewantara; 1994). Kebudayaan Indonesia beraneka ragam, namun pada dasarnya terbentuk dan dipengaruhi oleh kebudayaan besar lainnya seperti kebudayaan Tionghoa, kebudayaan India dan kebudayaan Arab. Kebudayaan Tionghoa masuk dan mempengaruhi kebudayaan Indonesia karena interaksi perdagangan yang intensif antara pedagang-pedagang Tionghoa dan Nusantara (Sriwijaya). Selain itu, banyak pula yang masuk bersama perantau-perantau Tionghoa yang datang dari daerah selatan Tiongkok dan menetap di Nusantara (Indonesia).

02 June 2010

Homoseksual: Kelainan atau Kesenjangan?

Kelainan seksual pada manusia memang beragam jenisnya. Salah satunya adalah homoseksual. Homoseksual merupakan keadaan tertarik terhadap orang dari jenis kelamin yang sama. Termasuk di dalamnya yaitu gay, lesbian, dan waria. Gay adalah istilah untuk laki-laki yang mengarahkan orientasi seksualnya kepada sesama laki-laki. Lesbian merupakan istilah untuk perempuan yang mengarahkan orientasi seksualnya kepada sesama perempuan. Sedangkan, waria, istilah untuk laki-laki yang lebih suka berperan sebagai wanita (waria: wanita-pria; wadam: hawa-adam).

Seorang gay ataupun lesbian akan menyayangi dan mencintai pasangannya, baik secara fisik, seksual, emosional, bahkan spiritual. Seorang gay akan lebih mengutamakan penampilan, dan sangat memperhatikan apapun yang terjadi pada pasangannya. Berbeda dengan lesbian, sepasang lesbian biasanya berperilaku berbanding terbalik dari salah satu di antara mereka. Sedangkan, seorang waria akan terlihat sebagai seorang penyayang yang berperilaku seperti wanita. Tidak tanggung-tanggung, banyak di antara waria yang benar-benar mengilhami perannya dengan mengenakan kostum wanita dan berupaya mengubah tubuhnya yang dulunya laki-laki agar tampak seperti wanita.

29 April 2010

Pudarnya Tata Krama Bahasa Jawa

Masyarakat Jawa memiliki bahasa daerah yaitu bahasa Jawa. Bahasa Jawa yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakatnya, telah menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan. Bahasa Jawa telah menjadi pengikat kebudayaan. Akan tetapi, agaknya pengikat tersebut telah terabaikan dan menjadi hal yang sulit untuk dicari. Masyarakat Jawa telah kehilangan identitasnya sebagai penyandang bahasa ibu, yaitu bahasa Jawa.

Bahasa Jawa memiliki tata krama bahasa, atau istilah dalam bahasa Jawanya adalah unggah-ungguh bahasa. Tata krama bahasa Jawa ini dibagi menjadi tiga jenis yaitu