Di sebuah taman bunga nan indah hiduplah seekor ulat bulu yang gendut. Matanya bulat, tubuhnya berwarna hijau, jalannya sangat lambat, dan tentunya memiliki bulu-bulu halus di seluruh permukaan kulitnya. Di taman bunga, ulat memakan dedaunan yang berasal dari bunga-bunga cantik di taman itu. Hingga pada suatu hari terdengarlah perbincangan antara bunga yang satu dengan bunga yang lain.
“Bagaimana ini, ulat bulu yang gendut itu memakan daun kita terus-menerus,” kata bunga berwarna kuning.
“Daun kita menjadi berlubang-lubang gara-gara dimakan ulat jelek itu,” kata bunga berwarna oranye melanjutkan.“Bagaimana kalau kita musuhi saja ulat gendut itu? Biar daun-daun kita tidak dimakan lagi,” usul bunga berwarna merah muda.