Showing posts with label pendidikan. Show all posts
Showing posts with label pendidikan. Show all posts

29 August 2012

Kebahagian (Sesaat) Ketika Lebaran

Alhamdulillah, aku ucapkan ...
Minal Aidin Wal Faidzin, Mohon Maaf Lahir dan Batin. Semoga amalan kita di bulan suci Ramadhan adalah berkah untuk kita semua. Amin.

Lebaran kali ini tidak seperti lebaran tahun kemarin. Jika lebaran kemarin aku sangat bahagia, lebaran kali ini aku merasa sangat bahagia sekali. Itu karena ... akhirya, aku lulus juga. Iya, lulus dengan tidak cumlaude sebagai seorang sarjana S1 yang sebentar lagi menjadi seorang PENGACARA >> pengangguran banyak acara.

Kebahagian  menyelimutiku ketika lebaran dan sampai kemarin tanggal 28 Agustus 2012. Sekarang tertanggal 29 Agustus 2012 dan saya galau. Galau karena telah melepas status mahasiswa. Jika kemarin saya selalu nodong ortu, sekarang mau nodong aja sungkan.

Wisuda hanyalah sebatas euphoria sesaat dan aku merasakannya sekarang.

Oke, tarik-napas-buang-napas!

Kembali menata hidup ... semangat.

05 July 2012

Uji Kelayakan: di-DADAR

Hari ini, aku mendaftarkan anakku. Iya, mendaftarkan anak yang aku kandung selama 5 tahun. Siapa Bapaknya? Bisa di baca di SINI.

Kenapa? Apa untungnya mendaftarkan anak?

Tentu saja biar diuji kelayakannya sebagai anak. Apakah dia sudah siap untuk diberikan akta kelulusan atau tidak. Ya, deg-degan juga sih. Semoga anakku layak uji dan juga layak untuk diberi kelulusan. Dan menunggu hari ketika akan diuji itu adalah siksaan. Was-was dan tidak tenang.

Orang menyebut ujian kelayakan anakku ini sebagai PENDADARAN. Inget burjo? Sama. Aku juga jadi keingetan warung burjo. Biasanya kalau ke warung burjo aku mesen nasi telor. Khususnya, telor dadar: telor yang didadar.

Kalau dibuat skema, PENDADARAN itu kalau tidak salah seperti bagan di bawah ini:


Dari KBBIKitab Kamus Besar Bahasa Indonesia, arti DADAR seperti ini:
1. telur yg diaduk (dikocok) bersama bumbu (bawang, merica, garam, dsb) kemudian digoreng, berbentuk pipih;
2. atau pendadaran: pelatihan; tempat pelatihan.

Dari arti yang kedua, dalam KBBI dituliskan bahwa kata pendadaran merupakan kata benda yang disadur dari bahasa Jawa.

Dan, peN-/-an:
berfungsi untuk membentuk kata benda. Dalam kata pendadaran, imbuhan peN-/-an bermakna proses.

Jadi begitulah, kata PENDADARAN memang sangat fenomenal sekali bagi kaum mahasiswa yang akan mendaftarkan anaknya untuk diuji. Mengingat arti dari kata dadar yang pertama, pendadaran memang identik dengan “dikocok”, “digoreng”, “didendeng” hingga pipih bersama dengan “bumbu-bumbu” dari para penguji.

Aku doakan, untuk para mahasiswa yang akan mengujikan anaknya, semoga sukses dan tidak gosong di dalam ruangan.

Salam ...

08 November 2011

Review Film Inkheart: Mulutmu, Harimaumu!

Film Inkheart. Mengapa saya langsung me-rivew film ini? Karena ceritanya sangat menarik tentunya. Hehe walaupun, film ini telah hadir dua tahun silam.

Oke! Film ini membuat saya berpikir ulang: bagaimana dengan ucapan manusia misalnya sumpah-serapah?

Ya, film ini berkisah tentang seorang yang memiliki kemampuan lidah perak *begitu di film disebutkan*. Jadi, buku cerita yang dibaca oleh si lidah perak ini, akan menjadi kenyataan. Karakter dalam tokoh buku cerita yang dibaca dengan suara, akan hadir di dunia nyata.

Lalu bagaimana ceritanya?

Reviem Film Freedom Writer

Entah ini hanya saya saja atau orang lain pun mengalami hal yang sama.

Sebagai seorang yang cinta buku, saya sangat mengapresiasi sekali film Fredom Writer dan Inkheart. Memang tidak ada kemiripan setting, karakter, tokoh, maupun plot dalam kedua film tersebut, tetapi ada satu hal yang menyamakannya yaitu (sedikit) berkisah mengenai buku.

Mungkin saya telat menonton kedua film ini. Tapi, tak apa-apa *membela diri sendiri*.

Film Fredom Writer diadaptasi dari buku The Freedom Writers Diary. Buku tersebut merupakan buku yang berisi kisah nyata dari kumpulan beberapa remaja yang hidup dalam suatu kota.

25 September 2011

Tata Cara Belajar


Belajar tidak hanya merupakan kewajiban, tetapi juga suatu kebutuhan yang harus senantiasa dikerjakan oleh mahasiswa. Belajar merupakan sarana untuk meraih nilai yang maksimal. Namun, hal itu tidak dipedulikan oleh kebanyakan mahasiswa. Hampir sebagian mahasiswa tersebut malas belajar dan memilih jalan-jalan atau bermain. Sebenarnya, jalan-jalan atau bermain boleh saja dilakukan atau mungkin wajib dilakukan untuk sekedar mengistirahatkan pikiran, tetapi dibutuhkan juga kepandaian untuk membagi waktu antara belajar dan main-main.

Kebiasaan mahasiswa mengesampingkan belajar membuat ruang gerak untuk belajar menjadi sempit sehingga terbentuklah ungkapan yang sering diucapkan oleh mahasiswa menjelang ujian akhir yaitu belajar SKS (Sistem Kebut Semalam). Sesuai dengan namanya, belajar SKS ini hanya dilakukan pada saat itu saja dengan jangka waktu yang panjang. Misalnya, dalam sekali tempo menghabiskan waktu empat sampai enam jam. Padahal, SKS ini tidak efisien untuk dipraktikan karena materi matakuliah yang dipelajari tidak terserap secara keseluruhan.

04 September 2011

Hikayat Abu Nawas

Hayoo hayoo...siapa yang tak kenal dengan Abu Nawas? Untuk yang belum kenal, sila cari sendiri tentangnya, di buyut google hehe :D

Oke, berikut akan saya paparkan esai mengenai Abu Nawas. Sebenarnya, esai ini saya kumpulkan untuk salah satu tugas matakuliah saya *ini bukan alibi untuk tidak kreatif ngepost*

Ceekkiiidooot!!!!

Hikayat Abu Nawas (AN) merupakan salah satu jenis kesusastraan rakyat yaitu cerita jenaka. Cerita jenaka adalah cerita tentang tokoh yang lucu, menggelikan, atau licik dan licin (Fang, 1991:14). Lahirnya cerita jenaka dilatarbelakangi oleh kecenderungan masyarakat terdahulu yang suka melebih-lebihkan sesuatu hal.

Hikayat AN merupakan satu kumpulan cerita jenaka yang berasal dari luar Parsi/Arab, tetapi populer sampai ke Madagaskar, Afrika, Turki, Arab, dan Indonesia. Tokoh Abu Nawas memang terkenal dalam peradaban Islam sebagai seseorang yang cerdik dan pintar dalam era kegemilangan dinasti Abbasiyah di Baghdad di bawah pemerintahan Sultan Harun Ar-Rasyid.

17 May 2011

Selamat Hari Buku Nasional

YAp, mumpung hari buku *walaupun semua hari, seharusnya dinamakan hari buku* saya mau bertanya: buku apa yang Anda baca hari ini?

Buku tidak sekedar fiksi, tetapi juga nonfiksi. Intinya bukan pada buku, tapi pada MEMBACA *tepuk tangan*. Dan, bisa membaca apa saja. Memba koran, artikel, majalah, novel, cerpen, mading, atau membaca surat cinta dari pacar? *ngelantur*

Jadi, hari ini, berkat pengumuman di Grup Cendol, saya mengetahui akan diadakan launching dan bedah buku di Perpustakaan Kota Yogyakarta di Jln. Suroto No. 9, Kotabaru.

Saya datang.

Pukul 09.00 saya sudah nangkring di kursi pengunjung, dan acara akan segera dimulai.

Acara tersebut diberi judul:

08 April 2011

Nama adalah Doa: Sastra Indonesia, FIB, UGM, Yogyakarta

(Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta)

Aku bangga jadi anak SASTRA, walaupun hanya di UGM

Saya sempat tercengang mendengar berita dari dosen saya tentang jurusan Sastra Indonesia di Fakultas Ilmu Budaya atau yang sering disebut FIB, Universitas Gadjah Mada atau kebanyakan masyarakat menyebutnya UGM.

Tetapi penyingkatan UGM ini ternyata banyak mengalami interpretasi. Memang kreatif sekali masyarakat Indonesia ini. Ada yang menyebut universitas geneng mulyo *ini adalah tetangga desa saya*. Ada pula yang nyebut univ. golek morotuo (univ. mencari mertua), dan masih banyak lagi *saya lupa*.

*Ngelantur*

Kembali ke topik.
Jurusan Sastra Indonesia *kepanjangan nyebut begitu, selanjutnya akan disebut sasindo saja* yang berada dalam naungan FIB ini ternyata juga telah diinterpretasikan berbeda oleh masyarakat yang tidak tahu jurusan tersebut. Jadi begini *betulin kacamata*.