Kemarin, saya habis berkunjung ke salah satu teman tapi bisa pula disebut sahabat. Saya salut dengan sahabat saya ini, sebut saja dia Tyas (dan ini adalah nama yang sebenarnya).
Dulu, awal ketemu Tyas. Dia selalu mengeluh tentang masalah finansial--masalah ini memang sangat sensitif. Dari sinilah, ia memutuskan untuk kerja paruh waktu. Segala kerja paruh waktu sudah dilakoninya. Dari mulai menjadi agen MLM, penjaga toko, dan pelayan cafe pernah dilakoninya.
Sekedar info, dia memang pintar memengaruhi orang lain. Dia pernah sukses menjadi agen MLM. Tapi karena suatu sebab, dia memutuskan berhenti dari situ.
Niat dan tekad yang bulat telah menjadikan seorang Tyas yang pantang menyerah. Hingga suatu hari, menjamurnya bisnis online FB membuatnya berpikir untuk melakukan hal yang sama pula.
Bisnis apa yang kiranya ia kerjakan?
Selamat Datang
a simple person, a simple blog, but its'n a simple story :)
Menu
#FF2in1
anak
anak kedua
anak ketiga
anak lanang
anak pertama
babyboy
Babygirl
Bisnis
cernak (cerita anak)
cerpen
cinta
Curhat
Dongeng
download
Drakor
DramaKorea
ekspedisi
Ekspo Herbal
esei
fakta
feature
fiksi
FILM
FlashFiction
friendship
Humaniora
iseng
kehidupan
Kritisi berita
Kucing
Kuliner
love
LYK
mitos
Motivasi
NONFIKSI
Novel
orangtua
Ornamen Cinta
parenting
pasangan
pascamelahirkan
pendidikan
pengalaman
pengetahuan
pernikahan
puisi
Resensi
Review apa aja
rumah sakit
sahabat
sajak
sastra
Sim keliling
skripsweet
syair
UlangTahun
video
24 November 2011
18 November 2011
KESAN: Baik!
Semoga orang yang kemarin telepon, nggak baca posting saya ini :D
Saya gak tahu apakah saya pernah punya mantan (pacar) ataukah mungkin mantan teman? Itu gak penting. Yang penting dalam hal ini adalah kesan yang mereka terima ketika kita dulu ataupun sekarang bersama dengannya.
Setiap manusia pasti merasakan apa yang disebut dengan KESAN. Ketika kamu dekat atau baru pertama kenal atau bahkan baru ketemu pertama kali dengan seseorang, kamu pasti akan membuat kesan untuk mereka.
Misalnya, saya baru pertama kali ketemu sama cowok. Orangnya macho, punya tato, tindikan banyak, rambut gondrong. Ketika itu saya langsung membuat kesan: garang nih! Tapi itu tak bertahan lama ketika saya sudah mulai berbincang dengannya, terlebih lagi telah mengenalnya selama bertahun-tahun. Kesan itu berubah: Badan boleh tatoan, tapi hati perempuan. Ini misalnya lhoohh. Nanti saya dihadang diperempatannn...
Saya gak tahu apakah saya pernah punya mantan (pacar) ataukah mungkin mantan teman? Itu gak penting. Yang penting dalam hal ini adalah kesan yang mereka terima ketika kita dulu ataupun sekarang bersama dengannya.
Setiap manusia pasti merasakan apa yang disebut dengan KESAN. Ketika kamu dekat atau baru pertama kenal atau bahkan baru ketemu pertama kali dengan seseorang, kamu pasti akan membuat kesan untuk mereka.
Misalnya, saya baru pertama kali ketemu sama cowok. Orangnya macho, punya tato, tindikan banyak, rambut gondrong. Ketika itu saya langsung membuat kesan: garang nih! Tapi itu tak bertahan lama ketika saya sudah mulai berbincang dengannya, terlebih lagi telah mengenalnya selama bertahun-tahun. Kesan itu berubah: Badan boleh tatoan, tapi hati perempuan. Ini misalnya lhoohh. Nanti saya dihadang diperempatannn...
17 November 2011
Pesan dari WISATA SASTRA SECOTENG di ISTANA RUMBIA
Banyak hal yang dapat saya pelajari dari kebersamaan SECOTENG di Istana Rumbia. Tentang bagaimana menyikapi hidup yang campur-aduk, sampai hal gak mutu seperti terheran-heran karena bisa melihat buah nanas yang masih menempel di pohonnya! *plis deh!
Menjadi terkenal karena tulisan fiksi bukanlah suatu “pencapaian” yang mudah. Butuh banyak tenaga dan mental yang kuat. Tidak sekedar kirim sekali dan tembus ke media cetak! Ya, tapi mungkin bagi orang yang beruntung bisa saja mengirimkan karya sekali, dan langsung naik cetak. Sebenarnya, keberuntungan sangat berpengaruh besar di sini.
Menjadi terkenal karena tulisan fiksi bukanlah suatu “pencapaian” yang mudah. Butuh banyak tenaga dan mental yang kuat. Tidak sekedar kirim sekali dan tembus ke media cetak! Ya, tapi mungkin bagi orang yang beruntung bisa saja mengirimkan karya sekali, dan langsung naik cetak. Sebenarnya, keberuntungan sangat berpengaruh besar di sini.
15 November 2011
Ekspedisi: Istana Rumbia dan Dieng, Wonosobo (Wisata Sastra) -- part. 2
Hawa dingin menyerang seluruh tubuh yang hanya berbalut kaos tipis. Wonosobo memang terkenal dengan hawanya yang dingin. Dan, kami terbangun karena hasrat ingin ke belakang.
Pukul 08.00 (13/11). Persediaan makanan dan minuman sudah dipersiapkan--tempe kemul dan kopi menjadi andalan Wonosobo. Kami telah bersiap dengan dua mobil carry untuk meluncur ke Dieng. Butuh waktu sekitar dua jam untuk sampai di Dieng, dari Istana Rumbia.
Perjalanan ke Dieng sangat asik sekali. Hamparan hijau sawah menghalau mata untuk menatap. Menikmati setiap inchi kabut tebal yang terpancar dari atas bukit. Menikmati panorama alam dengan carica-nya yang khas Wonosobo. Bau khas pupuk yang mirip bau terasi. Semuanya, INDAH.
Pukul 08.00 (13/11). Persediaan makanan dan minuman sudah dipersiapkan--tempe kemul dan kopi menjadi andalan Wonosobo. Kami telah bersiap dengan dua mobil carry untuk meluncur ke Dieng. Butuh waktu sekitar dua jam untuk sampai di Dieng, dari Istana Rumbia.
![]() |
| jalan menuju Dieng |
Ekspedisi: Istana Rumbia dan Dieng, Wonosobo (Wisata Sastra) -- part. 1
Tanggal 12-13 November 2011 saya dan teman-teman melakukan ekspedisi ke Wonosobo. Kemanakah kami pergi? Silakan membaca posting ini sampai selesai hehe....
Sebenarnya kami menyebut ekspedisi ini sebagai WISATA SASTRA. Kami yang terdiri dari berbagai suku dan ras, telah tergabung dalam wadah grup facebook Diskusi Fiksi. Menulis Fiksi. Membaca Fiksi (CErita Nulis dan Diskusi OnLine)—yang biasa disebut CENDOL, di bawah naungan penerbit Universal Nikko. Dari grup besar tersebut, muncullah kami SECOTENG (SEdhuluran CendOl jawa TEngah-NGayogyakarta) yang merupakan grup (rahasia) daerah.
Sebenarnya kami menyebut ekspedisi ini sebagai WISATA SASTRA. Kami yang terdiri dari berbagai suku dan ras, telah tergabung dalam wadah grup facebook Diskusi Fiksi. Menulis Fiksi. Membaca Fiksi (CErita Nulis dan Diskusi OnLine)—yang biasa disebut CENDOL, di bawah naungan penerbit Universal Nikko. Dari grup besar tersebut, muncullah kami SECOTENG (SEdhuluran CendOl jawa TEngah-NGayogyakarta) yang merupakan grup (rahasia) daerah.
08 November 2011
Review Film Inkheart: Mulutmu, Harimaumu!
Film Inkheart. Mengapa saya langsung me-rivew film ini? Karena ceritanya sangat menarik tentunya. Hehe walaupun, film ini telah hadir dua tahun silam.
Oke! Film ini membuat saya berpikir ulang: bagaimana dengan ucapan manusia misalnya sumpah-serapah?
Ya, film ini berkisah tentang seorang yang memiliki kemampuan lidah perak *begitu di film disebutkan*. Jadi, buku cerita yang dibaca oleh si lidah perak ini, akan menjadi kenyataan. Karakter dalam tokoh buku cerita yang dibaca dengan suara, akan hadir di dunia nyata.
Lalu bagaimana ceritanya?
Oke! Film ini membuat saya berpikir ulang: bagaimana dengan ucapan manusia misalnya sumpah-serapah?
Ya, film ini berkisah tentang seorang yang memiliki kemampuan lidah perak *begitu di film disebutkan*. Jadi, buku cerita yang dibaca oleh si lidah perak ini, akan menjadi kenyataan. Karakter dalam tokoh buku cerita yang dibaca dengan suara, akan hadir di dunia nyata.
Lalu bagaimana ceritanya?
Reviem Film Freedom Writer
Entah ini hanya saya saja atau orang lain pun mengalami hal yang sama.
Sebagai seorang yang cinta buku, saya sangat mengapresiasi sekali film Fredom Writer dan Inkheart. Memang tidak ada kemiripan setting, karakter, tokoh, maupun plot dalam kedua film tersebut, tetapi ada satu hal yang menyamakannya yaitu (sedikit) berkisah mengenai buku.
Mungkin saya telat menonton kedua film ini. Tapi, tak apa-apa *membela diri sendiri*.
Film Fredom Writer diadaptasi dari buku The Freedom Writers Diary. Buku tersebut merupakan buku yang berisi kisah nyata dari kumpulan beberapa remaja yang hidup dalam suatu kota.
Sebagai seorang yang cinta buku, saya sangat mengapresiasi sekali film Fredom Writer dan Inkheart. Memang tidak ada kemiripan setting, karakter, tokoh, maupun plot dalam kedua film tersebut, tetapi ada satu hal yang menyamakannya yaitu (sedikit) berkisah mengenai buku.
Mungkin saya telat menonton kedua film ini. Tapi, tak apa-apa *membela diri sendiri*.
Film Fredom Writer diadaptasi dari buku The Freedom Writers Diary. Buku tersebut merupakan buku yang berisi kisah nyata dari kumpulan beberapa remaja yang hidup dalam suatu kota.
Subscribe to:
Posts (Atom)


